
Satu bulan berlalu ...
Masa liburan semester sudah berakhir bagi Dzoki karena setelah ini ia akan sibuk mengurusi koching untuk KKN -nya dan sati bulan kemudian nulai mengabdi pada masyarakat terpencil.
Sebagai istri yang baik, Cyeril selalu mendukung dan memotivasi Dzoki agar tidak hanya memiliki semangat tinggi untuk menyelesaikan kuliahnya. Tapi juga Cyeril selalu mendorong Dzoki agar tetap bisa lulus tepat waktu dengan hasil memuaskan atau bahkan cumlaude.
Cyeril sedanga merapikan baju ke dalam lemari. Tadi malam, asisten rumah tangga sudah menyelesaiak tugas cuci setrikanya. Seperti biasa, Cyeril hanya meminta di letakkan di sofa saja keranjang pakaiannya. Biar Cyeril yang merapikan ke dalam lemari pakaiannya.
"Sayang ...." Dzoki baru saja terbangun dan langsung mengusap perut buncit Cyeril dari belakang.
"Sudah bangun? Itu kopinya di minum sama roti panggang," ucap Cyeril yang masih sibuk merapikan tumpukan pakaian di lemari pakaiannya.
Tahu sendiri kan? Laki- laki kalau mengambil pakaian dari lemari pasti suka asal. Main tarik aja dan membuat tumpukan baju di atasnya rusak dan berantakan. Tapi Cyeril dengan senang hati merapikan semuanya tanpa harus berteriak meneriaki suaminya atai marah -marah. Bagi Cyeril ya itu tugas istri melayani suaminya. Seharusnya pakaian sudah di siapkan di tempat tidur lengkao dengan pakaian dalamnya. Jadi suami rak perlu merusak bangunan yang sudah tersusun rapi di dalam lemari pakaian.
"Nanti di minum sayang. Lagi mau begini dulu sama kamu," cicit Dzoki mulai manja di akhir liburannya.
Liburan semester kali ini adalah liburan pertama mereka sebagai pasangan suami istri dan pasangan berbahagia yang sedang menunggu kehadiran buah hatinya. Usia kandungan Cyeril sudah lima bulan, dan sakin bulat menggemaakan seperti semangka. Dzoki agak sibuk menyiapkan rangkaian materi atau apa saja yang akan ia lakukan selama berada di desa terpencil saat KKN nanti. Cyeril memebrikan masukan dan saran positif. Di sela -sela obrolannya, Cyeril mengingatkan Dzoki untuk mentaati aturan di desa itu. Jangan sembrono. Satu hal lagi jangan tebar pesona agar tidak banyak perempuan desa yang bisa salah paham dengan arti kebaikan dan perhatian. Harapan mereka bisa mendapatkan lelaki baik dengan strata level kasta yang lebih tinggi dari kehidupan sosial mereka.
"Baiklah," jawab Cyeril lembut.
Tangan Cyetil masih terampil merapikan pakaian dan kemudian menutup lemari karena sudah selesai. Tangan Dzoki masih mengusap pelan perut Cyeril.
"Sayang mau sampai kapan berdiri gini. Aku capek ini," cicit Cyeril manja.
Kepala Dzoki makin di tenggelamkan di ceruk leher Cyeril dan mencari kenyamanan di sana.
"Bentar sayang. Masih mau gini," cicit Dzoki makin terdengar kekanak -kanakan.
Cyeril diam dan berdiri tegak mematung, membiarkan Dzoki melakukan apapun yang senangi.
__ADS_1
"Jalan -jalan di komplek yuk kita ke taman di blok belakang sekalian sarapan di sana,' usul Dzoki tiba -tiba. Rasanya ingin menghirup udara pagi yang segar dan membawa Cyeril jalan -jalan mengelilingi komplek dan berakhir sarapan pagi di lapangan besar sambil duduk lesehan.
"Boleh. Beneran mau ajak Cyeril jalan -jalan?" tanya Cyeril antusias. Sontak perut Cyeril pun menunjukkan pergerakan yang sangat cepat. Perut Cyeril seperti ada yang menendang keras dari dalam.
"Argh ...." ucap Cyeril agak keras. Ia kaget dengan kejadian barusan. Ini belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Sayang ... ini tendangan bayi kita?" tanya Dzoki yang menyadari kebahagiaan itu.
"Iya benar," jawab Cyeril.
Cyeril ingat apa kata Bunda Nur. Saat usia kandungan sudah jalan di lima bulan. Kandunga akan terasa bergerak berputar dan ada tendangan kecil dari dalam. Itu tandanya sudah ada pergerakan dari kehidupan bayi kita di dalam perut. Sering -sering di usap pelan dan di ajak bicara. Begitu nasihat Bunda Nur.
Dzoki melepas pelukannya dan mengitari tubuh Cyeril dan bersujud di depan cyeril. Lalu daster itu di singkap ke atas. Denag bebas, Dzoki menatap perut besar yang polos. Ia tatap lalu di ciumi berulang kali. Gemas sekali.
"Udah ah. Cyeril pegel berdiri. Katanya mau jalan -jalan," ucap Cyeril menangih janji.
Kepala Dzoki mendongak ke atas dan tersenyum melihat istri kecilnya dengan manja meminta segera jalan -jalan Dzoki berdiri dan mencium bibir mungil itu. Lembut dan begitu pelan. Dzoki menikmati sekali. Maklum ini masih terlalu pagi. Baru juga jam lima pagi.
Tangan Dzoki mulai nakal beraksi dan bergerilya menyingkap daster tipis itu dan menyusuri tubuh mulus Cyeril.
"Sayang ... Kita mau jalan jalan gak sih?" cicit Cyeril.
"Jadi sayang. Memang Kakak gak boleh minta jatah dulu pagi ini biar semangat?" tanya Dzoki berbisik.
"Eh hem," Cyeril hanya bisa berdehem pelan dan pasrah.
Dzoki mulai mengawali dan tidak banyak waktu untuk pemanasan karena memang mereka kan pergi. Dzoki mempersingkat waktu. Ia langsung berdiri dan melepaskan pakaian dalamnya dan pakaian dalan Cyeril yang masi terlentang di atas kasur. Dasternya sudah di singkap menuju atas sampai bagian dada. Wadah susu yang mulai bengkak karena hormon juga sudah terangkatbke atas dan terlepas pengaitnya di belakang punggung. Tadi Dzoki sudah memainkan sebentar kuncup merapi yang muaki mengeras itu dan kini kuncup itubakan segera berada di dalam mulut Dzoki dan memainkan lidahnya yang mulai gemas dengan kuncup merapi itu bergantian.
Cyeril pasrah dan hanya mengeluarkan suara ******* kecil yang lolos dari bibir mungilnya.
__ADS_1
Hutan lebat mulai basah saat ular Dzoki mulai di bebaskan melata mencari gua untuk bersembunyi mencari kenikmatan hakiki.
"Argh ...." Cyeril mendesah saat ular keras Dzoki berhasil masuk ke dalam gua sunyi dan sedikit becek.
Dzoki mulai mengajak ularnya bermain petak umpat hingga pemilik gua itu terus mendesah keras. Moodnya sedang baik dan tak berselang lama keduanya cepat merengkuh kenikmatan. Permainan yang seru dan cukup singkat tapi melelahkan dan sedikit menguras energi.
"Terima kasih sayang," ucap Dzoki berbisik dan segera berdiri dari atas tubuh Cyeril.
"Sama -sama sayang," ucap Cyeril lembut dan memegang wajah Dzoki.
"Jadi kan jalan -jalannya. Yuk, pakai pakaian yang pantas. Jangan buat Kakak cemburu," titah Dzoki kepada Cyeril.
Cyeril mengaguk kecil dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian ...
Keduanya sudah siap. Dzoki dengan kaos oblong dan celana training, sedangkan Cyeril dengan celana hamil yang longgar dan kaos besar tangan panjang. Rambutnya di ikat ke atas agar tidak basah terkena keringat nanti.
Cyeril sudah turun ke bawah lebih dulu dan berpamitan pada Bunda Nur yang baru saja bangun.
"Kalian mau kemana?" tanya Bunda Nur masih mengantuk.
"Mau jalan -jalan di kompleks sekalian makan bubur ayam, Bunda," ucap Dzoki yang sudah berdiri di belakang Cyeril.
"Uh ... pasangan romantis," ucap Bunda Nur menggoda.
"Argh Bunda suka gitu. Cyeril pergi dulu ya Bun," pamit Cyeril.
"Ya hati -hati sayang. Dzoki jagain cucu Bunda. Awas macem -macem," tegas Bunda Nur menasehati.
__ADS_1
Dzoki hanya tersrnyim dan menunjukkan jempolnya pada Bunda Nur. Tanda setuju.