
"Apa yang terjadi dengan kita Tasya?" tanya Dzoki agak ketakutan.
Ia tak sanggup melihat air mata Bunda Nur mengalir seperti kemarin ia bicara jujur soal Cyeril yang tanpa sengaja ia hamili.
Tasya menatap Dzoki dengan nanar. Ia berpura -pura marah dan penuh kebencian saat menatap ke arah Dzoki.
"Kau gila Dzoki!! Aku sudah kau tiduri!! Masih mau berkilah dan tidak mau mengakui?" ucap Tasya tegas.
"Aku tak merasakan apa -apa, Tasya!! Aku hanya seperti orang tertidur. Berbeda saat aku melakukan ini dengan Cyeril. Aky sadar telah melakukan itu. Kamu lihat abhian bawahku sama sekali bersih dan tak berbau," ucap Dzoki dengan suara keras.
"Hah ... pandai kau mempermainkan aku?!! Bilang saja kamu tidak mau bertanggung jawab atas aku!! Aku pastikan, jika aku hamil, kamu yang harus bertanggung jawab atas kehamilan aku!!" ucap Tasya ketus.
Tasya langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Ia tertawa keras tanpa suara di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Senang rasanya bisa menipu Dzoki demi keuntungan pribadinya sendiri. Untung saja, Egi cerdas. Dia yang memberikan ide gila itu, sehingga Tasya dan Egi bisa ikut menikmati nantinya.
Di dalam kamar luas. Dzoki duduk termangu memikirkan kenapa hal ini bisa terjadi. Dzoki berusaha mengingat kejadian sebelumnya. Siang itu masih terasa baik -baik saja. Sepulang Dzoki dari kamar mandi untuk membuang hajat kecilnya. Ia melihat semua makanan dan minuman pesanan mereka sudah datang dan tersaji di atas meja.
Dzoki dan Tasya menikmati makanan dan minuman itu seperyi biasa dan meghabiskannya sampai habis tak bersisa jinhga perut mereka terisi penuh dan kekenyangan. Tak lama ....
"Arghhh ... Aku masih sadar saat itu. Mana mungkin?" ucap Dzoki lirih pada dirinya sendiri.
Dzoki pusing tujuh keliling. Ia takut kejadian ini akan sama persis swperti yang menipa Cyeril. Mungkin bedanya, Tasya adalah wanita yang di sukainya. Sedangkan Cyeril sama sekali tidak. Pyur ... hanya hubungan yang terjadi tanpa sengaja di lakukan.
"Ini di mana? Kamar siapa?" tanya Dzoki kemudian. Dzoki hanya merasa aneh dengan kejadian ini. Ada yang janggal dengan kejadian yang menumpanya malam ini.
"Kamar hotel?" jawab Tasya ketus.
__ADS_1
"Kenapa kita bisa sampai di sini?" tanya Dzoki menuduh.
Tasya melotot dan menatap tajam ke arah Dzoki.
"Kamu berpikir aku yang menjebakmu?! Hah!! Buat apa? Aku bukan perempuan matre atau perempuan murahan yang hanya di ukur dengan uang dan finansial!!" teriak Tasya marah.
Tasya takut situasinya ini terbongkar. Alasannya sedikit janggat dan buktinya kurang kuat.
"Aku tidak bicara begitu, Sya!! Kamu seharusnya menghargai aku!!" tegas Dzoki yang tidak terima di bentak seperti itu.
Dzoki juga tidak suka jika Tasya menuduhnya bahwa ia menuduh Tasya melakukan ini semua dengan sengaja.
"Tapi cara bicara kamu, Ki!! Seolah menyalahkan aku!! Menuduh aku!!" tegas Tasya berteriak tak mau kalah mencari jawaban pasti.
__ADS_1
Dzoki berdiri dan berjalan menghampiri Tasya yang berada tak jauh dari dirinya. Dzoki merengkuh pinggang Tasya dan memeluk gadis itu.
Tubuh Dzoki masih polos dan ia cuek berjalan menghampiri Tasya. Kalau semua itu benar. Toh, mereka sudah saling mencintai dan saling merasakan satu sama lain baru saja. Kalau memang iya, mungkin bisa di ulang lagi.