KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
41


__ADS_3

Cyer sudah mandi dan sudah siap untuk ke kampus. Tadi pagi, ia mau membantu Bunda Nur memasak untuk menyiapkan sarapan pagi. Tapi Bunda Nur menolak dengan alasan agar Cyeril tqk kelelahan.


"Ril. Pagi ini Kakak mau ke kampus dua, urus untuk KKN semester depan. Sekarang harus daftar terlebih dulu agar dapat kuotanya sebelum ambil mata kuliah KKN pas awal semester," ucap Dzoki pelan kepada Cyeril.


"Ya Kak," jawab Cyeril santai sambil menepukkan sponge bedak padak ke wajahnya secara merata.


Sejak hamil, Cyeril senang sekali berdandan. Apapun aktivitasnya kalau berada di depan cermin ia senang sekali walaupun hanya menyisir rambutnya yang panjang atau hanya memakai lip tint berwarna pink keunguan favoritnya. Intinya Cyeril sedang senang bersolek.


Dzoki menatap Cyeril dari belakang sambil mengancingkan kemejanya dengan rapi.


"Kamu cuma jawab iya Kak?" tanya Dzoki bingung. Tak biasanya istri kecilnya menjawab begitu saja.


Cyeril selesai memakai bedak lalu mencepol rambutnya ke atas hingga leher jenjangnya yang mulus itu terlihat. Di atas rambut di beri bando berbentuk mahkota. Cyeril nampak cantik seperti putri kerajaan.


Tubuhnya membalik dan kini menatap Dzoki yang makin terpana melihat Cyeril yang begitu cantik mempesona. Tatapan Cyeril lekat ke arah Dzoki yang masih terdiam membeku menatap Cyeril tak berkedip.


Cyeril berdiri dan menghampiri Dzoki lalu merapikan kemeja Dzoki.


"Kenapa melamun Kak?" tanya Cyeril lirih. Tangannya terus merapikan kemeja yang di pakai Dzoki dan mengancingkan sisa kancing kemeja yang belum di kancingkan.


Dzoki tersadar dalam lamunannya saat Cyeril sudah berada di depan tubuh Dzoki.


"Kamu cantik Ril," ucap Dzoki memuji.


Dzoki hanya tersenyum lebar dan mengecup pipi Cyeril.


"Hem ... Cantik karena Cyer perempuan," ucap Cyeril tertawa lepas.


"Memang cantik kok. Kakak tidak pernah sadar kalau istri kakak begitu cantik. Pantas Anton dan Kahfi terus menerus mendekati kamu. Kecantikan kamu itu tersembunyi," ucap Dzoki tertawa keras.

__ADS_1


Cyeril mengalungkan kedua tangannya ke belakang leher Dzoki. Semenjak hamil, sikap Cyeril sedikit manja. Tapi, Cyeril menahan keinginannya bermanja -manja pada Dzoki suaminya. Baru beberapa hari ini Dzoki mulai menunjukkan rasa sayang dan cintanya kepada Cyeril secara terbuka.


Dzoki memang sudah berjanji mau mengakui Cyeril sebagai istrinya. Biarkan semua kaum hawa di kampus merasakan hari patah hati setelah Dzoki mengumumkan berita bahagia itu. Walaupun dengan kejadian kemarin banyak orang yang sudah mengetahui hubungan antara Dzoki dan Cyeril sesungguhnya adalah sebagai pasangan suami istri.


"Kamu gak mau antar Kakak ke kampus dua?" tanya Dzoki sendu. Kedua tangan Dzoki memegang pinggang Clara yang mulai tak melekuk membody karena kehamilannya.


"Memang Kakak mau Cyeril antar? Gak malu? Bawa Ibu hamil?" goda Cyeril tertawa lepas.


"Mengejek nih ceritanya? Masa sih, seorang suami malu membawa istrinya yang hamil? Hemmm ... gak usah mengejek Kakak," ucap Dzoki gemas pada istri mungilnya ini.


Ternyata bermanja -manja dan bermesraan dengan istri itu membuat hati Dzoki berbunga -bunga. Tak hanya itu saja melihat senyum Cyeril sudah menjadi suatu keharusan bagi Dzoki. Senyum penuh ketulusan dan keikhlasan.


"Maafin sikap Kakak yang sudah -sudah terhadap kamu. Maafin Kakak yang sudah melalaikan kamu. Kakak sadar, cuma kamu memang takdir dan jodoh Kakak. Kamu itu bidadari yang di kirimkan oleh Tuhan untuk Kakak. Bunda juga selalu bilang begitu. Bunda dan Ayah sayang sama kamu, Ril," ucap Dzoki selalu memuji dan membuat Cyeril terus berbahagia.


Cup ...


Cyeril mencium kedua pipi Dzoki lembut secara bergantian. Tatapan Cyeril begitu mesra ke arah Dzoki.


"Jangan pergi ya? Jangan pernah tinggalin Kakak," ucap Dzoki mulai meracau kacau.


Cyeril terkekeh dan mengusap pelan rahang keras Dzoki yang berjakun. Di kecup pelan leher itu.


"Selama Kakak tetap menghargai kehadiran Cyeril dan tetap menginginkan keberadaan Cyeril. Maka Cyeril akan tetap di sini menemani Kakak dalam situasi apapun. Tapi ... jika Kakak sudah tak menginginkan Cyeril, maka Cyeril akan pergi menjauh tanpa pamit," ucap Cyeril mengingatkan.


Dzoki mengangguk setuju dengan ucapan Cyeril. Dalam hati Dzoki berjanji untuk tetap setia dan selalu berada di samping Cyeril. Dzoki akan membahagiakan Cyeril dengan caranya sendiri. Mungkin tak cukup dengan kata cinta dan sayang. Dzoki ingin mewujudkan keinginan Cyeril memiliki sebuah toko kue yang besar dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang -orang yang membutuhkan pekerjaan dan mau bekerja keras.


"Terima kasih Cyeril sayang," ucap Dzoki lembut.


Dzoki memeluk Cyeril erat dalam dekapannya dan mencium bibir mungil Cyeril dengan sangat lembut.

__ADS_1


Skip ...


Sesampai di kampus dua, Dzoki dan Cyeril berjalan beriringan dan saling bergandengan menuju ruang pendataan mahasiswa yang ingin mendaftar mengikuti KKN untuk semester depan.


"Kamu duduk di sini. Jangan kemana -mana. Kakak mau daftar ke dalam dulu," ucap Dzoki pelan menitah Cyeril untuk duduk di kursi tunggu yang panjanh berbahan besi.


Kebetulan kampus itu masih sepi dan belum banyak mahasiswa yang datang. Egi dan beberapa anggota genk motor King Speed datang dan menatap Cyeril yang dudu bersandar di kursi panjang.


Egi sempat terpana melihat Cyeril yang terlihat makin cantik dan manis. Seorang perempuan akan terlihat cantik di tangan lelaki yang tepat. Kalau saat ini Cyeril terlihat cantik, maka Dzoki seharusnya berbahagia karena peranan pentjng itu tetap dalam kendali seorang suami. Tandanya, Dzoki bisa membahagiakan Cyeril.


Egi langsung membuang muka saat Cyeril membalas tatapan itu. Cyeril hanya merasa aneh saja. Kenapa sikap Egibdan teman -teman Dzoki dulu berubah.


Egi dan beberapa teman itu langsung masuk ke pintu ruang pendataan mahasiswa itu. Mungkin mereka juga akan mendaftar KKN di semester depan.


Cyeril tak menanggapi serius pandangan Egi yang terkihat sengit itu.


Tak lama, Dzoki keluar dari ruangan itu. Wajahnya sedikit terlihat kesal. Namun Dzoki masih tetap bisa tersenyum saat melihat Cyeril yang sudah tersenyum manis terlebih dahulu melihat Dzoki.


"Ayok," ajak Dzoki sambil membuka telapak tangannya dan bersiap menggandeng tangan Cyeril.


"Iya. Kak ...." ucap Cyeril berdiri dan menggapai tangan Dzoki.


"Ya? Kenapa?" tanya Dzoki saat menggenggM tangan Cyeril.


"Tadi ada Egi. Kakak sama Egi? Lagi berantem? Kok? Egi lihat Cyeril seolah mau menerkam," ucap Cyeril tertawa keras.


Dzoki hanya diam dan menarik napas dalam lalu menghembuskan perlahan dari hidungnya. Dzoki hanya berusaha tenang dan tak tersulut emosi saat Cyeril bercerita tentang Egi.


"Diamkan saja. Tak usah di hiraukan. Kamu tahu, Kakak sudah berusaha meninggalkan dunia Kakak termasuk teman -teman Kakak," ucap Dzoki lirih.

__ADS_1


Ada perasaan sesak sebenarnya. Ia dan Egi adalah sahabat se -iya se -kata dan sudah sering makan satu liring bersama. Suka dan duka mereka jalani bersama. Tapi kini keduanya bagai kucing dan anjing. Merasa tak mengenal dan tak pernah bertegur sapa.


__ADS_2