
Cyeril berteriak keras saat tahu kedua tangan dan kakinya terikat. Ada satu dokter pribadi yang memeriksa dirinya di salah satu ruangan. Kedua matanya melotot menatap tajam ke arah Egi dan beberepa temannya yang sedang bersulang merayakan kebahagiaan.
Ya, Penculikan yang b aru saja terjadi adalah keinginan Egi. Egi yang masih berada di lapangna besar pun hanya bisa memberikan kode dan menyuruh beberapa anak buahnya.untuk melakukan tugas yang agak berat dan susah.
Tadi Egi hanya melihat peluang dan celah saja dan anak buahnya langsung bergerak lancar. Memang terbaik dan bisa di andalkan.
Kini gadis cantik kesayangan Dzoki sudah ada di ruangan Egi. Memang cantik sekali dan mempesona. Apalagi sedang hamil speerti saat ini, semakin ingin merasakan kemolekan tubuh Cyeril.
"Kalian memang hebat dan bisa aku andalkan. Lihat wanita ini, dia adalah istri kesayangan Dzoki. Lalu lihatnya perutnya yang besar, di sana ada benih Dzoki," tegas Egi kepada anak buahnya.
Tatapannya terus lekat menatap Cyeril yang juga menatap diirnya semakin keji dan kesal.
Saat ini mereka berada di salah satu ruangan di base camp genk motor King Speed. Lalu kamar ini adalah kamar di mana keperawanan Cyeril di renggut oleh Dzoki dan akhirnya Cyeril mengandung dan menikah atas persetujuan keduaorang tua Dzoki.
Awalnya niat Egi ingin mmepermalukan keluarga Dzoki tapi mereka malah berhasil mencari solusi.
Egi meletakkan gelas minuman kerasnya di meja. Lalu melangkahkan kakinya mneuju ke arah Cyeril yang sama sekali tidak nampak ketakutannya. Walaupun ia jelas sekali tak nyamn denagn keadaan ini.
Kedua tangan dan kaki Cyeril terikat dan mulutnya di bungkam memakai lakban hitam. Cyeril didudukkan di atas kasur empuk tempat diman Dzoki memadu kasih bersama dirinya sekitar delapan bulan yang lalu.
Cyeril sama sekali tak takut dengan Egi dan beberapa teman Dzoki yang memang Cyeril kenal. Cuma atas dasar apa Egi bisa senekat ini melakukan hal yang sangat bodoh.
__ADS_1
"Hai cantik," sapa Egi yang sudah berdiri di samping ranjang di mana Cyeril berada. Cyeril sama sekali tak berontak. Percuma!! Hanya buang -buang energi saja!!
Cyeril hanya menatap tajam ke arah Egi. Wajah Cyeril mengulum senyum kecut ke arah Egi. Cyeril tidak ingat sama sekali dnegan kejadian siang tadi karena saat itu memnag ia sedang tak sadarkan diri. Cyeril hanya ingat ia ada di sebuah warung bersama supirnya untuk menunggu Dzoki dan kepalanya tiba -tiba pusing lalu tak sadar lagi. Hanya itu yang Cyeril ingat.
Lalu, ia terbagun sudah berada di ruangan yangtak asing ini dengan semua kaki dan tangan treikat dan mulut tertutup rapat.
Cyeril smaa sekali tak memberontak. Menahan perutnya yang seseklai sakit saja sudah sagat meresahkan Cyeril. Ia hanya takut terjadi sesuatu terhadap kandungannya.
Egi beringsut naik ke atas tempat tidur dan mendekati Cyeril. Egi mendekati Cyeril dan mengusap pipi mulus Cyeril yang mulai gembil karena kehamilannya sukses menabah berat badannya ke arah kanan.
"Hai ... Kamu gak lupa dong sama aku?" tanya Egi lancang. Ia ikut mengusap perut besar Cyeril lembut. Anak rambut Cyeril yang menutupi wajah Cyeril pun di kaitkan ke belakang telinga agar kecantikan Cyeril semakin terpancar.
"Kamu cantik sekali," puji Egi yang tak lepas menatap wajah Cyeril.
Semua teman- teman Egi yang ada di ruangan itu dan dokter pribadi Egi pun hanya menatap kedua insan itu. Mereka tidak tahu, apa yang akan dilakukan Egi terhadap Cyeril.
"Pantas Dzoki betah dengan kamu. Kamu cantik sekali, Ril. Atau jangan -jangan servis kamu sangat memuaskan Dzoki? Sampai dia terkagum -kagum dan tidak bisa pindah ke lain hati. Sepertinya aku juga harus mencoba itu" ucap Egi memegang rahang Cyeril.
Cyeril menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dalam hatinya terus berdoa agar Dzoki menemukannya dan bisa memberi pelajaran pada Egi dan teman -temannya.
"Kalian keluar. Jangan ada yang masuk ke dalam. Aku akan kunci kamar ini. Aku ingin bermain -main sedikit dengan kelinci kecil piaraan Dzoki ini. Kulitnya benar -benar halus dan lembut dan sangat cantik menawan," titah Egi denagn suara tegasnya.
__ADS_1
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun pergi dan Egi kembali turun dari ranjang untuk mengunci rapat kamar itu.
Sudah saatnya ia juga mencicipi gadisnya Dzoki. Bukankah mereka bersahabat. Makan saja satu piring berdua, tentu kalau cuma urusan wanita dan ikut di cicipi bukan soalh besar kan. Toh, madu Cyeril sudah di hisap banyak oleh Dzoki hingga berbadan dua seperti ini.
Egi sudah berada di depan Cyeril. Kedua tangan Cyeril terika terlentang di sandaran ranjang dan kedua kakinya juga di ikat pada ujung -ujung sudut ranjang .
Egi sudah naik ke ranjang dan mengusap pipi Cyeril lembut. Mulut Cyeril di biarkan tertutup lakban hitam agar tak berteriak yang bisa memekakkan telinga Dzoki dan membuat konsentrasinya hilang dan buyar seketika.
Bibir Egi mulai mengecup pipi Cyeril. Posisi Egi ikut tiduran di samping Cyeril dengan posisi seperti menaiki tubuhCyeril.
Tangan Egi mesih terus menyusuri wajah Cyeril dan Cyeril hanya buisa menatap lekat kepada Egi dengan tatapan memohon agar tidak menyentuhnya.
Baru pipi yang di cium Egi saja, Cyeril sudah merasa sanagt berdosa sekali. Bagaiman yang lainnya di sentuh dan di kecup. Saat ini posisi Cyeril memang sedang tak berdaya sekali. Ingin berontak ia takut tak sadar malah tidak tahu apa yang terjadi nantinya. Mau tidak berontak, kok rasanya ia pasrah sekali dengan keadaannya.
Egi menyenth bibir Cyeril dari luar lakban lalu mencium dari atas lakban. Egi tidak mau membuka lakban itu.
"Jujur aku ingin mencium bibir kamu. aku pernah melihat Dzoki menecium bibir kamu dan seeprtinya enak sekali. Aku ingin, tapi aku takut kamu berteriak jika aku buka lakban ini. Atau aku mencoba yang lainnya dulu ya? Masih banyak waktu untuk beramin -main dengan bibirmu nanti. AKu ingin mencoba bagian tubuhmu yang lain dulu. Aku hanya ingin mencobanya sekali, aku kan sahabat Dzoki, tentu Dzoki tidak keberatan. Kita makan bersama, susah senang bersama, masa urusan perempuan tidak boleh bersama. Tasya saja aku hisap maadunya hingga hamil. Tapi, aku gak suka anak kecil, apalagi di dalam rahimnya asli anakku, aku tidak mau di panggil Papah ... Itu merepotkan sekali," ucap Egi berbicara sambil membuka kancing depan milik Cyeril.
Dua gunungan Cyeril pun langsung terpampang sangat besar. Wajar, Cyerl sedang hamil. Hormon di bagian gununangan itu sedang berkembang baik untuk bisa menyusui bayinya nanti.
"Hemmm ... Sepertinya nikmat," ucap Egi lirih. Tangannya mencoba mengeuarkan dua gunungan itu dengan kuncup yang sudah membesar dan berwarna hitam. Egi sangat bergairah sekali. Bibir dan lidahnya sudah tak sabar ingin mencicipi bagian itu.
__ADS_1
Cyeril melotot dan masih berusaha memohon melalui kedua bola matanya agar Ei tidak melanjutkan perbuatan gilanya.