
Dzoki sudah berada di perjalanan menuju bas camp bersama dengan baladnya. Ayah Riski dan Bunda Nur juga ikut serta di dalam mobil Dzoki. Dzoki juga bersama dengan beberapa mobil polisi untuk mennagkap dalang penculikan Cyeril.
Genk motor adalah sekelompok orang yang menyatukan karena suatu hoby atau pada kepentingn tertentu yang sama. Genk motor yang di bentuk bisa positif dan bisa negatif. Dulu genk motor King Speed saat berada di tangan kepemimpinan Dzoki sangatlah melakukan kegiatan positif.
Dzoki memnag tidak hanya menyalurkan hobynya bermain motor besar juga ikut mengiringi kegiatan sosial lainnya dengan Bunda Nur sebagai pengasuh. Dulu Dzoki dan teman- temannya sering mengirim ratusan kotak makan untuk Panti Asuhan dan Panti Jompo. Belum lagi mendatangi perkampungan kecil dan kumuh membagikan sembako dan alat tulis di sana. Semuanya terasa indah, semuanya terasa berharga dan mengena. Tapi sekarang? Semuanya menjadi berubah konsepnya?
Sekarang, Genk Motor King Speed di bawah kepemimpinan Egi hanya nama besar saja tanpa adanya perbuatan positif di belakangnya yang bisa membuat prestasi baik serta menaikkan nama baik dari Genk Motor tersebut.
Dzoki masih fokus pandangannya pada jalan raya dan setir mobilnya walaupun otaknya terus mengingat perjalanan indah bersama genk motor King Speed yang jadi salah jalan seperti ini. Pikirannya tertuju pada Cyeril. Egi adalah manusia dengan hati penuh bulu. Ia bisa melakukan apa saja dengan kenekatannya.
Dzoki terus menginjak gas, menyetir mobil menuju base camp bisa ia lakukan dengan tutup mata. Setiap belokan dan polisi tidur serta lubang menuju ke arah base camp itu sudah sanga ia hapal sekali tempat dan ketepatannya.
Wajah Dzoki sudah tak karuan bentuknya. Masam, geram, kesal, penuh emosi, semuanya menjadi satu. Belum sekarang di tambah, rasa panik, cemas, was -was, ragu, yang jelas semuanya terasa nano -nano sekali dan membuat dada Dzoki semakin berdegup keras.
Ia akan menghadapi temna, sahabat sekaligus, orang yang ia percaya dan sudah ia anggap sebagai saudara sendiri. Tapi, bisa -bisanya Egi tega melakukan itu pada Dzoki. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Apa sih yang sebenarnya di inginkan Egi terhadap Dzoki? Bahkan Tasya pun sudah di nodai oleh Egi? Lalu? Cyeril?
"Arghhhhhh .... Jangan," teriak Dzoki dengan suara keras dan napas begitu tersengol -sengol. Ia menekan klakson dengan kencang sekali hingga semua pengendara motor, mobil dan pejalan kaki pada pergi dari hadapan Dzoki saat ini dengan cepat.
__ADS_1
Ayah Riski yang ada disamping Dzoki menatap wajah anaknya yang nampak gelisah dan gusar. Ayah Riski sejak tadi memegang tempat pegangan tangan yang ada di atasnya.
"Kamu harus santai. Jangan begini. Kalau kamu gak bisa tenang, pasti bawaannya akan emosi terus. Coba tarik napas dalam dan hembuskan perlahan. Kamu harus yakin semua akan baik -baik saja. Oke. Ayah yakin kalau Cyeril dan bayinya juga pasti akan baik -baik saja," ucap Ayah Riski begitu menenangkan hati Dzoki saat itu.
Dzoki mencoba mengikuti arahan Ayah Riski untuk menarik napas dalam dan di hembusakan perlahan untuk menenangkan hatinya. Agar tubuhnya lebih rileks dan santai. Agar otaknya juga tidak terlalu penat dan terbebani dengan masalah ini.
"Benar kata Ayah, Dzoki. Semua harus di hadapi dengan tenang dan kepala dingin. Kalau kamu di penuhi rasa panas dan emosi maka yang ada akan terjado gontokan berakhir pada fisik yang malah merugikan kalian berdua. Saat ini kamu bawa polisi. Mereka juga akan menilai sikap kamu, Ki. Kmau jangan arogan. Fokus cari Cyeril dan selebihnya biar urusan Polisi, bukan urusan kamu. Paham? Satu lagi urusan Egi? Bunda yakin, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Egi dari kamu," ucap Bunda Nur pelan.
"Kalau Ayah rasa, ini semua tentang keluarga Egi yang Ayah jebloskan ke kantor Polisi karena kasus korupsi yang di lakukan Ayahnya," ucap Ayah Riski dengan tatapan santai dan tenang.
Ucapan Ayah Riski membuat Dzoki semakin gundah. Seperetinya benar sekali apa yang di katakan Ayahnya. Ini ada kaitannya dengan balas dendam. Egi pasti tak terima keluarganya berantakan dan menanggung rasa malu karena Ayahnya berada di dalam penjara sudah hampir lima tahun ini.
Hidup Egi bagai nelayan tanpa arah yang terus mencari arah angin untuk bisa mneggapai daratan tanpa bantuan peta.
Dzoki langsung menoleh ke arah Ayah Riski dengan tatapan tajam sekali.
"Sepertinya memnag itu masalahnya Ayah. Egi pernah sindir dengan kata -kata itu dan Dzoki tak paham. Dzoki lupa akan kejadian buruk ini. Saat itu Egi bilang, hidup gue hancur da harat yang gue miliki hanya sebatas titipan yang gak bisa gue nikmati dnegan senang karena ada tekanan dari besi yang kuat," ucap Dzoki dengan suara jelas.
__ADS_1
Kata -kata sindiran yang seharusnya membuat Dzoki emosi. Dzoki pikir itu hanya isapan kiasan saja yang merupakan isapan jempol tanpa ada akhir yang berujung pada kebencian.
"Ki. Fokus sama Cyeril jangan kamu menghakimi Egi. Paham? Bunda gak mau kamu bermasalah sama Egi. Biar bagaimana pun juga, Egi sudah Bunda anggap anak Bunda sendiri. Dia hanya btuh perhatioan saja, tidak lebih. Mungkin semakin kesini ia iri pada kamu yang lebih mnikmati hidup dengan enak," ucap Bunda Nur dengan sanagt hati -hati menasehati putra tunggalnya itu.
"Bnear kata Bunda, Ki. Kmau fokus menyelamatkan Cyeril. Kmau tanya sakit atau tidak. Kamu kan yang lebih paham dengan base camp itu," ucap Ayah Riski menambahkan.
"Iya Ayah, Bunda. Dzoki paham. Setelah ini Dzoki mau panggil belco untuk meruntuhkan base camp itu, agar tidak ada lagi base camp yang bisa meresahkan orang lain. Dzoki juga kan membubarkan genk motor King Speed agar tidak semkain salah arah," ucap Dzoki semakin bijaksana.
***
Cyeril mulai menggerakkan tubuhnya saat Egi berhasil menyentuh du gunungan dengan kuncup hitam milik Cyeril yang di sentuh dengan penuh nafsu dan gairah oleh Egi. Bukan rasa nikmat tapi sakit dan perih sekali.
"Kenapa? Kenapa wajah kamu seperti itu? Enak? Nikmat?" tanya Egi pada Cyeril yang terus berusaha mmeberontak. Keringat Cyeril mulai bercucuran. Tubuhnya sudah tersentuh oleh laki -laki lain. Walaupun hanya dis entuh dengan jari, rasanya sangat berdosa sekali. Seharusnya Cyeril menjadi wanita yang kuat dan berani bukan wanita lemah seperti ini yang bisa memmbuat dirinya semakin tersudut tidak bisa melakukan apa -apa.
"Sebentar lagi, kamu akan tahu permainan ku di ranjang. Tentu kamu akan merasa keenakan. Kamu akan biosa membandingkan. permainan yang bisa kamu nuikamti sesungguhnya, aku atau Dzoki, suami kamu. Kamu tahu? Tasya saja bertekuk lutut karena tak bisa berkata -kata saat berada di ranjang. Makanya dia tidak pernah mau denga Dzoki. Perlauanku begitu lembut dan memukau dan pastinya akan membuat kamu ketagihan," ucap Egi pelan.
Egi terus membukka kancing naju cyeril hingga bawah. Dua gunungan itu belum ia nikmati. Ia akan menikmati smeuanya bersamaan dengan stik golf yang siap meluncur di meja biliard.
__ADS_1