
Malam itu mulai sunyi. Suasananya pun begitu sangat hening dan tenang. Lampu kamar Dzoki sudah di matikan. Dzoki dan Cyeril memutuskan untuk tidur walaupun keduanya belum juga mengantuk.
Cyeril sudah mengganti pakaiannya dengan daster tipis. Itu kebiasaan tidur selama hamil. Karena Cyeril tidak betah dengan rasa panas dan gerah.
Dzoki juga terbiasa tidur dengan boxer dan kaos dalam saja.
Keduanya masih terjaga. Seperti biasa tidur mereka selalu di batasi oleh guling sebagai pembatas. Itu aturan Dzoki dulu sebelum ia bisa menerima kehadiran Cyeril sebagai istrinya.
Tubuh Cyeril miring ke kiri dengan guling yang di dekap erat pada tubuhnya. Sedangkan Dzoki tidur dengan tubuh terlentang dan sesekali melirik ke arah Cyeril yang tak ada pergerakan sama sekali. Dzoki pikir, Cyeril sudah pulas tertidur tapi tak terdengar suara dengkurannya sama sekali.
Sejak pernikahannya, Dzoki dan Cyeril tak pernah saling bersentuhan. Mencium pipi saja baru berani di lakukan kemarin. Dzoki sudah muali bisa meneriam Cyeril. Bahkan sudah mulai sayang dan mencintai Cyeril.
Cyeril terbangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membuang air kecil. Tubuhnya terlihat seksi dan rambutnya di cepol saat berjalan menuju kamar mandi membuat Dzoki yang menatapnya pun yiba -tiba saja berhasrat.
Dzoki juga terbangun dari tidurnya dan birahinya juga ikut bergelora.
Dzoki sengaja menunggu Cyeril keluar dari kamar mandi dan ingin memeluk gadis itu erat. Baju tipis itu membuat Dzoki semakin bergairah.
Ceklek ....
Dzoki langsung memeluk tubuh Cyeril dengan erat. Aroma wangi strawberry dari rambut Cyeril membuat Dzoki makin tak kuasa melepaskan tubuh mungil itu.
"Arghh ... Kak Dzoki. Kaget. Kakak kenapa? Mimpi buruk?" tanya Cyeril lembut sambil mengusap pelan punggung Dzoki.
Dzoki terus memeluk dan menyelam ke dalam ceruk leher Cyeril dan menciuminya hingga Cyeril meras kegelian. Tapi Dzoki suka dan malah makin mengencangkan pelukannya saat tubuh Cyeril merasa geli.
Dzoki mendorong tubuh Cyeril dan di rebahkan di kasur.
"Kak Dzoki?" panggil Cyeril lirih.
"Hemm ..." jawab Dzoki sambil menatap Cyeril dengan tatapan sendu. Tubuh Dzoki sudah berada di atas Cyeril.
"Kakak mau apa?" tanya Cyeril lembut.
__ADS_1
Dzoki menarik napas pelan. Napasnya tadi begitu memburu.
"Kakak boleh menyentuh kamu?" tanya Dzoki lirih berbisik. Dzoki agak malu mengungkap keinginannya ini.
"Ekhemmm ... Boleh Kak. Cyeril kan, istri Kakak. Sudah seharusnya Cyeril membuat Kak Dzoki senang dan melayani semua keinginan Kak Dzoki," kawab Cyeril santai.
Sudah sejak lama Cyeril memang ingin memberikan yang terbaik untuk Dzoki. Termasuk memberikan tubuhnya untuk di sentuh.
Jawaban Cyeril seolah membawa angin segar untuk Dzoki. Dzoki mulai melancarkan aksinya.
Perlahan Dzoki mulai menciumi wajah Cyeril dan mulai bergerilya menelusuri seluruh wajah dan leher Cyeril.
Cyeril mulai merasakan getaran aneh dan basah di area bagian bawahnya. Ia mulai menggeliat dan sesekali mendesah.
Baju tipis Cyeril mulai di singkap ke atas hingga menyembulkan dua gunungan kembang yang mulai merekah dengan kuncup yang mengeras sehingga nikmat untuk di permainkan dengan lidahnya.
Entah berapa kali, tubuh Cyeril meleguh dan menggelinjang karena area sensitifnya di sentuh dan Cyeril merada terbuai dengan nafsu fmdan hasrat.
Dzoki sudah membuka kaos dalam dan boxernya. Stik biliardnya sudah mengeras dan sudah siap bermain di atas meja dan meluncurkan sodokan yang tepat sasaran hingga memicu adrenalin kedua tubuh yang saling bertumpuk itu.
Baju daster tipis itu juga sudah naik hingga ke leher dan di tarik begitu saja oleh Dzoki sampai terlepas dari tubuh Cyeril.
"Kamu menikmati?" tanya Dzoki lembut.
Dzoki tidak ingin hanya dia yang merasakan nikmat saja dan Cyeril tidak sama sekali.
"Hu um ... Nikmat sekali," ucap Cyeril jujur.
Mendengar jawaban Cyeril. Lagi -lagi nafsu Dzoki semakin naik lagi hingga ke ubun -ubun.
Dzoki terus menciumi tubuh Cyeril dan meremas dua gunungan itu dengan gemas. Perlahan stuk biliard itu mulai di arahkan tepat pada sasaran lubang yang sudah di pusatkan sejak tadi.
"Arghh ... eummm ...." leguh Cyeril tak bksa menahan rasa enak yang terasa di bagian bawah. Ia teringat malam itu sama sekali tak ada rasa nikmat. Semua terasa sakit, perih dan nyeri. Berbeda dengan malam ini rasanya luar biasa nikmat sekali dan membuat Cyeril terus menerus menggelinjangkan tubuhnya dan mengeluarkan cairan hangat.
__ADS_1
Dzoki tersenyum saat stik biliard itu terguyur dan terendam oleh cairan hangat itu.
"Kalau sakit bilang ya?" titah Dzoki lembut sambil mencium bibir Cyeril.
"Iya. Tapi ... gak sakit kayak dulu. Sekarang malah terasa enak," cicit Cyeril polos. Sontak membuat Dzoki terkekeh.
"Enak aja? Atau enak banget?" tanya Dzoki lembut.
"Enak banget," jawab Cyeril jujur
"Mau lagi?" tanya Dzoki lembut. Dzoki juga belum mencapai *******. Masih terus menckba membuat stik biliarnya merasakan menahan nikmat tertahan dengan tubuh bergetar tanpa harus meradakan ******* dengan cepat. Ras aitu malah makin membuat Dzoki ingin terus bermain -main hingga mendapati jalan buntu yang membuat ujung kepala itu seperti di pentokin hingga kenikmatan selalu di rengkuhnya dengan sempurna.
Stik biliard itu terus di asah di dalam. Keluar masuk tanpa ada jeda dan istirahat. Dzoki begitu kuat dan bernafsu sambil sesekali menghisap gunungan kenyal yang menggemaskan di depan matanya. Belum lagi kuncup yang mengeras membuat lidahnya terus memainkan dan menggigit gemas hingga Cyeril merintih sakit dan nikamt bercampur menjadi satu.
"Argh ... Kak Dzoki ... bisa lebih cepat dikit. Eummm ... Cyeril rasanya mau ada yang keluar," ucap Cyeril polos.
Dzoki tetap fokus dan terus melakukan push up dengan kekuatan ekstra cepat. Gerakan maju mundur itu memang membuat keduanya bermandikan keringat dan napasnya terus memburu.
"Uhhh ... Ril ... Kakak ... juga mau ... euh ... nikmat sekali," ucap Dzoki tanla sadar meracau.
Dzoki sudah tak sabar ingin menyelesaikan semua aktivitas malam itu dengan kenikmatan sempurna.
Tubuh Dzoki sudah terkulai lemas di atas tubuh Cyeril yang juga sudah lemas merasakan puncak gairah tertinggi.
Dzoki menatap Cyeril dan mencium bibir Cyeril lembut.
"Makasih sayang. Kakak benar -benar suka. Ini berbeda dengan malam itu. Kamu benar- benar membuat Kakak terus bergairah," ucap Dzoki memuji tubuh Cyeril yang benar -benar indah.
"Kak Dzoki juga kuat banget," ucap Cyeril memuji.
"Kamu suka Ril?" tanya Dzoki lembut.
"Suka banget. Apalagi gerakan cepat tadi," ucap Cyeril sedikit malu.
__ADS_1
Cup ...
"Makasih Kak Dzoki ... sudah buat Cyeril menjadi istri yang sempurna karena bisa melayani kebutuhan biologis suaminya," cicit Cyeril lembut.