KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
51


__ADS_3

Semua rintangan sudah terlewati dengan baik. Saat ini bagi Dzoki hanya ada dirinya dan Cyeril saja.


Sesuai dengan janjinya. Ia kembali membawa Cyeril ke rumah orang tuanya dan pindah kembali kesana dengan alasan agar ada yang menjaga Cyeril karena bulan depan Dzoki akan memulai KKN. Apalagi kondisi Cyeril seidkit lemah saat hamil. Ya, itu salah Dzoki. Ia yang membuat Cyeril sedikit tertekan batin saat itu. Tapi mulai saat ini Dzoki akan menebusnya. Ia akan terus mendampingi Cyeril sampai maut yang memisahkan. Terlebih saat ini Cyeril memang sedang mengandung benih darah dagingnya.


Malam ini Cyeril sudah kembali bisa tidur dalam dekapan Dzoki, suaminya setelah lebih dari seminggu ia selalu sendiri, kesepian dan selalu menagisi keadaan Dzoki yang mungkin tidak bisa nyenyak tidur.


Semakin besar kehamilan Cyeril. Cyetil merasa dirinya semakin manja dan ingin selalu di perhatikan oleh Dzoki.


"Kak ...."


"Ya ...."


Dzoki memeluk erat tubuh Cyeril dalam dekapan tangan kekarnya. Berulang kali, Dzoki mencium pucuk kepala Cyeril lembut penuh kasih sayang. Aroma wangi eambut Cyeril yang khas selalu membuat Dzoki rindu.


"Di penjara dingin kan? Kakak bagaimana waktu itu tidur?" tanya Cyeril pelan.


Ia tak pernah membayangkan berada di balik jeruji besi itu kehidupannya seperti apa?


Padahal kehidupan mereka sama saja seperti yang lainnya hanya saja yang membedakan adalah tempatnya saja. Kita berada di alam bebas dan narapida berada dalam ruangan terbatas. Semua aturan yang di buat adalah sebagia pengingat saja bukan untuk di patuhi.


Kebanyakan narapidana masih bebas melakukan apa saja di balik jeruji besi. Bisa makan enak, bisa melakukan bisnis jiga dan bisa healing dengan caranya masing -masing. Semoga saja semua inini bisa di tindak lanjuti. Fokus pada tindakan jera. Agar orang bersalah bjsa jera dan tidak melakukan lagi kejahatan atau hal lain yang bisa merugikan banyak orang.

__ADS_1


Dxoki menatap Cyeril dan mengangkat dagu istrinya. Ia cium lembut bibir Cyeril masih dengan rasa gemas.


"Kakak selalu berkhayal ada di samping kamu agar rasa dingin, rasa sepi dan rasa tindu itu hilang dengan memikirkan kamu yang kemudian benar memimpikan kamu," ucap Dzoki tersenyum. Dzoki kembali mencium bibir Cyeril.


Satu minggu lamanya ia memendam hasrat untuk bermesraan dengan istrinya itu. Walaupun setiap hari, Cyeril datang menjenguk Dzoki dari awal jam besuk hingga jam besuk itu berakhir di sore hari. Rasanya tetap saja sebentar dan maaih kurang karena mereka hanya duduk berasam dan ngobrol saja. Paling hanya memegang tangan dan mencium punggung tangan pasangannya. Tak ada hal lain. Berbeda kalau mereka berduaan di dalam kamar seperti saat ini. Dzoki dan Cyeril bebas melakukan apapun juga.


Keduanya mulai larut dalam ciuman yang penuh gelora kerinduan. Hasrat keduanya sudah mulai bergairah. Dzoki sudah siap memulai dan Cyeril pun sama sekali tak berontak bahkan ia sudah semakin pasrah.


"Ekhemmn ...." Cyeril melepaskan ciumanya karena napasnya mulai habis. Dzoki merapikan anak rambut Cyeril yang ada di pipi dan selipkan ke belakang telinga Cyeril. Ia membiarkan istri kecilnya itu menarik napas dalam.


Tangan Dzoku mulai tak sabar menyentuh Cyeril. Dzoki pun menyibakkan selimutnya dan mulai menelentangkan tubuh Cyeril. Ia kembali menciumi wajah Cyeril dan berakhir di bibir mungilnya. Tak hanya di cium, di hisap dan di gigit, tapi lidah Dzoki mulai bermain di dalam mulut Cyeril. Keduanya saling menghisap lidah pasnagan mereka dan meberikan kenikmatan satu sama lain.


"Tubuhmu hanya milikku. Selamanya milikku dan tak boleh ada yang boleh menyentuh kamu. Jika ada yang berani mendekatimu dan Kakak tahu. Kakak tidam akan segan -segan amemathkan lehernya," bisik Dzoki tegas.


Dzoki sudah meleapskan pakaian dalamnya. Tangan Dzoki mulai bwrgerilnya masuk ke dalam dastet tipis yang di pakai Cyeril. Daster itu sudah tersingkap ke atas. Jari -jari Dzoki yang sedikit besar muali memilin kuncup semeru yang sudah mulai mengeras. Dzoki tak berani naik di atas tubuh Cyeril. Ia tidak mau membuat perut besar Cyeril tidak nyaman.


Cyeril mulai mengerang. Ia muali terhanyut pada gairah Dzoki yang makin nakal.


"Kamu di atas. Jadilah nahkoda untuk Kakak. Kakak tahu. Istri Kakak begitu hebat," bisiknya memuji.


Cyeril hanya membuka matanya oelan dan menatap lekat kedua mata Dzoki.

__ADS_1


"Eughh ... Cyeril gak bisa Kak," ucap Cyeril ragu. Walaupun ia juga mau mencobanya. Hasratnya juga sudah mulai memuncak.


Dzoki mengedipkan satu matanya menggoda dan memutar tubuh Cyeril berbalik dan kini sudah berada di atasnya.


Cyeril merangkak ke atas tubuh Dzoki. Dasternya mulai di lepas saat ia sudah menaiki tubuh Dzoki. Seperti biasa, ibu hamil itu setiap hari tak pernah memakai pakaian dalam saat akan tidur.


Tubuh Cyeril memang indah walaupun sedang mengandung. Dzoki begitu terpesona. Tubuh itu terekspos jelas di depan kedua mata telanjangnya. Tubuh polos tanpa satu helai kain yang menutupi dengan senyum manis tersungging dari sudut bibirnya.


"Kamu menawan sekali. Pintar lagi," ucap Dzoki memuji Cyeril. Cyeril ternyata pintar dari perkiraan Dzoki. Tubuh Cyeril meliuk -liuk indah di atas Dzoki.


Tangan Dzoki terus memegang pinggang Cyeril dan sesekali bangkit atau menurunkan tubh Cyeril untuk menghisap kuncup semeru yang terlihat menggemaskan. Lidah Dzoki sudah tak tahan untuk memainkan kuncup itu yang mirip seperti buah anggur.


Sesekali Cyeril merintih merakan nikmat. Bibir bawahnya di gigit dengan kedua mata terpejam dan tubuhnya tetus bergerak berputar dinatas Dzoki. Cyeril hanya mengikuti alur naluri tubuhnya. Kalau Cyeril merasa nyaman, tentu Dzoki juga merasakan nyaman juga.


Dzoki dan Cyeril mulai memanas hingga akal sehatnya berhasil di kendalika oleh nafsu birahi.


Cyeril semakin cepat bergetak dan Dzoki semakin cepta mengikuti irama Cyeril yang terkadang mengerang.


Melihat Cyeril juga mulai bergairah. Dzoki langsung merebahkan tubuh Cyeril dan kini giliran Dzoki yang menjadi nahkoda.


Dzoki mulai membuka jalan untuk memainkan anak panah yang sudah siap dibtarika dalam busur panahnya.

__ADS_1


Dzoki mulai berkeringat, melakukan gerakan maju mundur yang sesekali membuat Dzoki mengerang sejenak lalu di hentikan dan terus berlanjut bergerak maju mundur dan begitu seterusnya berulang kali hingga ia benar -benar sudah tidak bisa lagi menahan lahar hangat berwarna putih itu keluar menembus ruang dan waktu mencari titik yang pas.


Keduanya terkulai lemas. Cyeril sangat menikmati hubungan intim ini. Ia tak pernah menyangka kalau dirinya selalu puas dan selalu di puaskan oleh Dzoki. Tak hanya perkasa tapi juga intensitas waktu sangat penting untuk di perhatikan. Kualitas dan kuantitas itu sangat penting.


__ADS_2