KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
65


__ADS_3

Rapat dadakan yang sudah satu jam berlalu itu tak ada satu pun yang mengakui.


"Kalian gak ada yang ngaku? Itu sama saja kalian menjebak saya!! Kakian ingin menjatuhkan saya!!" teriak Dzoki penuh emosi.


Delapan temannya hanya diam dan menunduk. Mereka sama sekaki tak mengetahui apa -apa. Mira masih di puskesma untuk mendaoatkan perawatan intensif dulu. Tubuhnha belum pulih fan stabil.


Lily mengavungkan tangannya. Ia meminta waktu untuk bicara lada Dzoki. Dzoki menatap Lily dan mengangguk kecil lalu memberikan waktu pada Lily untuk bicara.


"Maaf sebelumnya. Kalian tahu, gue adalah orang yang paling gak suka sama Mira sejak awal. Karena gue satu fakultas sama dia. Jadi gue tahu, siapa dia. Dia memang suka sama loe, Ki. Dia orangnya pantang mundur. Walaupun dia tahu loe sudah punya istri," tegas Lily menjelaskan.


Dzoki melotot, "Serius loe, Ly?"


"Iya gue serius. Dia berapa kali mencoba nyelakain gue. Tanya Ratna dan Sari yang tahu persis. Gue sama sekali gak bela Dzoki dan gue gak ngadi -ngadi. Ini cara dia ambol simlati Dzoki. Gue yakin dia punya rencana jahat. Kalau gue bilang, sekarang kita mata -matain aja gerak geriknya. Kedua, kita antisipasi juga. Secara gue juga gak mau kan, lie ada masalah sama Cyeril. Loe baik, Cyeril juga baik sama kita. Gimana kalau kita jebak ganti si Mira itu," ucap Lily tegas.


"Gue setuju!!" ungkap Made lantang.


"Hah? Loe bukannya suka sama Mira?" tanya Mawar kemudian pada Made.


"Gue? Suka sama Mira? Gak. Gue cuma mau balas dendam doang. Dulu, dia suka sama tunangan adek gue sampai akhirnya adik gue depresi dan tunangannya meninggal karena sakit," ucap Made pelan.


"Kalian? Punya masalah sama Mira juga? Gue pikir cuma gue doang," tanya Dzoki.


"Ada. Jadi waktu kalian bermasalah sama Mira. Gue cuma senyum aja?" ucap Lily keras.


"Kenapa gak kita jebak saja si Mira. Gue curiga, kalau kehamilannya juga palsu. Bisa aja dia bayar orang atau dokter di sana dengan alasan sesuatu" ungkap Ketut pada semua temannya.


"Bener banget. Gue setuju," ucap Adi mantap.


Kesimpulan dan keputusan sudah di ambil secara sepakat dan mufakat. Mereka sudah membagi tugas dengan baik. Kali ini bukan tugas kelompok KKN mereka tapi tugas pribadi untuk membuat jera Mira.


***


Beberapa hari kemudian, Dzoki dan delapan orang temannya sudah mengumpulkan banyak bukti. Tugas Mawar saing ini adalah membawa Mira keluar dari rumah sederhana karena delapan orang temannya akan mengadakan rapat.

__ADS_1


"Bagaimana? Kalian sudah mengumpulkan bukti?" tanya Dzoki membuknarapat itu.


"Sudah. Mira tidak hamil. Dia hanya membayar dokter di Puskesmaa dan menyatakan dia hamil. Parahnya, dia sebut nama Dzoki sebagai laki -laki yang tidak bertanggung jawab sudah mengambil keperawanannya," ungkap Lily lugas.


"Hah? Segila itu?" tanya Daren bingung.


"Loe gak usah bingung Ki. Gini aja, nanti kalau di akhir KKN memang di permasalahkan. Gue, Made, Ketut dan Adi yang akan jadi tamengnya. Gue bakal bilang kita semua yang menghamili Mira. Sekarang Mira suruh test di depan kita," ucap Daren tegas. Ia mulai kesal dengan semua ucapan Mira yang penuh kebohongan.


"Gue gak nyangka kalau Mira seburuk itu. Gue gak pernah cari masalah sama Mira. Gue berusaha menghindar," ucal Dzoki kesal.


"Loe kenal Egi? Katanya loe anak motor dulu," tanya Made pada Dzoki.


"Ya. Bener. Gue dulu ketua genk motor King Speed. Gue keluar gitu aja tanpa pamitan. Sebenarnya gue kesel, tapi ada hikmahnya. Setelah gue nikah. Hidup gue mulai tertata baik. Gue berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi. Cyeril merubah gue," curhat Dzoki kepada semua temannya.


"Gue pernah lihat Egi ketemuan sama Mira," ucap Ketut pelan.


"Egi sama Mira? Mau apa mereka?" tanya Dzoki was -was.


Dzoki tahu, Egi pasti masih mencari celah untuk menjatuhkan Dzoki sejatuh -jatuhnya.


"Gak mungkin. Egi dan Mira gak pernah kenal. Jangan sekali -kali jadi anak motor. Loe bakal kena masalah. Selama kita gabung bermasalah, sudah keliar pun makin bermasalah," kennag Dzoki tak habis pikir.


Genk motor itu dulu ia buat hanya untuk mengumpulkan teman -temannya yang memiliki hobby yang sama. Makin kesini, genk motor itu malah merekrut orang -oeang broken home dan memiliki banyak masalah. Mereka berlindung pada genk motor untuk melampiaskan semua kekecewaan dan kekesalannya pada dunia realnya.


Tidak ada salah pada genk motor King Speed yang Dzoki dirikan. Semakin kesini, arahanya makin tak menentu dan semakin urakan.


Sering terjadi gontokan dan adu fisik. Tak jarang mereka perang sesama anghota sendiir karena tingkat kesensitifan.


***


Siang ini sesuai ajakan Bunda Nur. Cyeril dan Bunda Nur pergi berbelanja kebutuhan pokok.


Saat memasuki supermarket, nama Cyeril di panggil dari kejauhan.

__ADS_1


"Itu Tasya kan?" tanya Bunda Nur pada Cyeril.


"Iya Bun. Mau apa lagi ya?" tanya Cyeril sudah malas bersinggungan dengan Tasya.


"Katanya hamil kok perutnya gak ada," tanya Bunda Nur pada Cyeril.


"Cyeril gakntahu kalau soal itu Bun," jawab Cyeril singkat.


Tasya semakin mendekat dan tersenyum pada Bunda Nur dan Cyeril.


"Siang Bunda, Mommy Cyeril," sapa Tasya ramah.


"Kamu sendiri Sya? Egi mana?" tanya Bunda Nur pelan pada Tasya.


"Lho ... Kan Egi juga KKN bareng Dzoki, Bun," jelas Tasya.


"Oh macam tu. Kamu mau kemana?" tanya Bunda Nur kembali.


"Mau ikut sama Bunda boleh. Sekalian mau kembaliin ini. Ini yang dulu di mabil Cyeril tetus di titipkan sama Tasya," ucap Tasya lembut bicara.


Cyeril melotot ke arah Tasya. Tapi Tasya tak peduli. Bunda Nur mengambil cinci merah delima itu dan meliruk ke arah Cyeril lalu memnakainya di jari tengahnya. Merah delima itu menyala dan cantik sekali di pakai oleh Bunda Nur. Tasya dan Cyeril juga ikut takjub melihatnya.


"Kok nyala sih? Tadi Tasya pakai gak nyala," ucap Tasya merasa aneh. Tasya pikir cincin itu palsu ternyata itu yang asli. Pantas saja, yang ada di toko emas tidak lernah cair, karena itu palsu.


'Gawat. Bisa -bisa malah kena pasal penipuan,' batin Tasya panik.


"Cincin ini asli. Hanya pada orang -orang berhati bersih, cincin ini menyala. Coba kamu pakai Ril," pinta Bunda Nur pada Cyeril.


Bunda Nur melepaskan cjncin merah delima itu dan memakaikan pada jari tengah Cyeril yang mungil.


Dan ...


Cincin itu juga menyala. Tasya makin keki. Niatnya mau menjatuhkan Cyeril pada Bunda Nur. Tapi ia terjebak dengan permainannya sendiri.

__ADS_1


Bunda Nur menatap Tasya lekat.


"Bunda sudah sayang sama Cyeril. Bukan hanya sebagai menantu saja tapi juga sudah sebagai anak kandung Bunda sendiri. Jadi ... Percuma kalau kamu mau memperkeruh keadaan Tasya. Kemungkinannya akan sangat kecil sekali," ucap Bunda Nur pada Tasya.


__ADS_2