KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
46


__ADS_3

Ayah Riski memeluk anak lelaki satu -satunya. Ayah Riski kenal betul siapa Dzoki. Dzoki memang anak yang memiliki komunitas genk motor. Tapi selama ini masih dalam pantauan Ayah Riski. Dan genk motor itu hanya sebatas aktivitas balapan liar saja yang merupakan hobby Dzoki.


Dzoki duduk di samping Cyeril sambil memeluk erat istri mungilnya dari arah samping. Bunda Nur dan Ayah Riski juga duduk di depan Dzoki dan Cyeril.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Benar terjadi pembunuhan? Ini siang bolong!!" ucap Ayah Riski tak percaya.


Cyeril menoleh ke arah Dzoki dengan tatapan bingung.


"Kak Dzoki? Membunuh?" tanya Cyeril pelan dan memegang tangan Dzoki erat mencari jawaban dari kedua mata Dzoki. Tatapan Cyeril lekat dan tajam.


Dzoki mengusap pelan kepala Cyeril.


"Kamu sudah kenal Kakak? Seharusnya kamu bisa mengenal Kakak dengan baik?" ucap Dzoki pelan. Ia kecup kepala Cyeril tiga kali. Lalu menarik kembali kepala itu ke dalam pelukannya.


Cyeril terdiam. Dzoki lelaki baik dan mau bertanggung jawab bukan sembarang lelaki arogan yang tak punya etika.


"Lalu? Kenapa kamu bisa terlibat dalam kasus ini. Ini kasus besar, korbannya adalah anak dosen senior," ucap Ayah Riski mengingatkan.


"Dzoki gak tahu apa -apa Yah. Tadi itu masih acara pra koching di auditorium. Terus Dzoki ke kamar mandi. Pas di kamar mandi Dzoki di kunci dari luar gak bisa keluar. Nah gak lama, Dzoki denger dari bilik kamar mandi sebelah ada suara kencang berteriak sampai akhirnua darah itu mengalir melalu bawah sampai di kamar mandi Dzoki. Dzoki sama sekali gak tahu soal itu. Tepat saat itu kamar mandi Dzoki di buka dan las keluar, sudah ramai orang dan Dzoki di anggap pelakunya," ucap Dzoki menunduk pasrah.


Kedua matanya sudah basah dan Dxoki menahan air matanya agar tidak turun menetes ke pipinya. Ia seorang laki -laki. Harus terlihat kuat dan bisa di andalkan dan tidak boleh pasrah pada keadaan.


Bunda Nur dan Ayah Riski mengangguk paham dengan cerita Dzoki. Kedua orang tua Dzoki sangat yakin, kalau Dzoki itu jujur dan tak mungkin melakukan hal gila itu. Apalagi Dzoki paham sekali agama dan adat istiadat yang tidak boleh melakukan hal yang mengakibatkan dosa besar itu. Belum lagi memang Cyeril sedang mengandung. Membunuh hewan saja tidak boleh apalagi membunuh manusia makin di haramkan.


Mendengar penjelasan Dzoki barusan membuat Cyeril makin tenang. Benar dugaannya bahwa Dzoki tisak terkibar apapun. Dzoki sudah berjanji pada Cyeril dan selalu berjanji pada anak yang di kandung oleh Cyetil saat ini. Setiap malam Dzoki akan mengusap perut yang mulai membesar itu dan mengajak anak itu berbicara bahwa Papahnya akan selalu menjaganya dan menjaga Mamanya.

__ADS_1


"Ayah akan cari pelakunya. Ayah mau cari tahu. Ayah banyak rekan dosen di sana," ucap Ayah Riski mulai emosi.


Cyeril diam di dalam dekapan Dzoki. Pikirannya tertuju pada Anton. Kepala Cyeril di tarikndan menatap le arah Dzoku.


"Korbannya siapa?" tanya Cyeril pelan kepada Dzoki, suminya.


"Mahesa. Teman sekelas kita juga. Dia dekat dengan Anton. Pernah ikut dalam genk motor, tapi sepertinya Mahesa kurang cocok dengan komunitas itu," ucap Dzoki pelan menjelaskan.


"Mahesa? Anton? Setahu Cyeril mereka tidak dekat Kak. Malahan ...." ucapan Cyeril terhenti sejenak. Ia ingat ucapan Antin saat itu sebelum mereka menjadi jauh seperti ini.


Dzoki menatap lekat kedua mata Cyeril.


"Malahan apa? Coba jelaska pada Kakak? Kakk sedang mencari bukti dan mengumpulkan kebenaran. Kakak gak mau di sini terlalu lama. Kakak banyak mimpi termasuk untuk membahagiakan kamu dan anak kita," ucap Dzoki mhlai cemas.


Dzoki tak bisa membayangkan jika ia benar -benar harus menjadi penghuni sel tahanan itu. Ini masih dugaan saja sudah tidak enak rasanya.


Cyeril mengangguk dan mulai bercerita dari awal mula.


"Anton itu anak yatim. Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dan ternyata bekerja di rumah Papahnya Mahesa. Kamu tahu kan? Mahesa itu di tinggal ibunya sejak lahir dan hanya tinggal bersama Papahnya saja. Ternyata, Ibunya Anton selama ini yang mengurus Mahesa dan telah menjadi simpanan Papahnya Mahesa. Kayaknya itu urusan keluarga inteten," ucap Cyeril pelan.


Dzoki menatap lekat pada kedua mata Cyeril.


"Terus hubungannya sama pembunuhan ini apa? Kita itu cari pembunuhnya bukan mencari masalah si korban apalagi masalah keluarga," ucap Dzoki maku bingung.


"Maksud Cyeril. Ini pasti ada hubungannya sama Anton. Belum lagi sekarang Anton itu dekat dengan Egi. Mudah untuk melakukan apapun," ucap Cyeril pelan.

__ADS_1


Cyeril masih ingat betul dengan tatapan tajam Anton kepada dirinya saat Cyeril berada di dalam kelas dan sedang di kerjai oleh Tasya dan dua sahabat Tasya.


Dzoki mengangguk paham. Ini sebuah mata ranatai bukan satu orang saja pelakunya tapi banyak. Apalagi mereka melakukan di tempat umum. Jelas akan ada CCTV yang bisa menangkap semua pelaku.


"Ayah ... Dzoki minta satu pengacara yang hebat. Selidiki kampus dengan cara cek semua CCTV terutama di bagia lantai atas di auditorium.


Ayah Riski mengagguk paham. Ia segera menelepon rekannya. Ya, Firman seorang pengacara handal yang bisa di andalkan.


Firman sudah mendengar kasus penganiayaan anak dosen senior salah satu kampus yang berujung pada kematian. Korban di tusuk berkali -kali sebelum kematiannya.


Mendengar ucapan Ayah Riski dan pengacara Firman membuat Cyeril bergidik ngeri membayangkannya. Dzoki kembali menarik Cyeril dan memeluk Cyeril erat. Ia tahu, istri mungilnya itu sedang kerakutam


"Kamu takut? Jangan takut. Ingat, sementara ini kamu tinggal sama Ayah dan Bunda. Gak usah pulang ke kontrakan. Terus, jangan pergi sendirian kecuali sama Bunda atau Ayah. Kamu tahu, ini mata rantai bisa jadi merkea mengincar Kakak dan orang -orang terdekat Kakak," ucap Dzoki pelan.


Bunda Nur mengangguk paham. Ya, kenakalan remaja itu lebih parah untuk urusna balas dendam. Mereka lebih tega dan berani menghilangkan nyawa orang lain jika sudah terdesak atau dendamnya sudah membara.


Skip ...


Acara empat bulanan di kediaman Yaha Riski dan Bunda Nur berlangsung meriah. Ayah Riski menyewa beberapa aparat keamanan untuk menjaga kemanan rumahnya sejak kejadian siang ini.


"Kamu mau istirahat?" tanya Bunda Nur pelan yang melihat Cyeril nampak kelelahan berdiri dan meyalami tanu yang datang. Di tambah lagi pikirannya lagi rumit memikirkan kasus Dzoki, suaminya.


"Apa tidak apa -apa? Cyeril istirahan duluan?" tanya Cyeril pelan.


"Gak apa -apa. Ini ada Kak Dewi yang aka jaga kamu. Bunda agak cemas. Setelah ini Bunda juga gak mau bikin pesta se -meriah ini. Dewi ... tolong jaga menantu saya," ucap Bunda Nur pelan.

__ADS_1


Dari kejauhan, Egi tersenyum licik dan tertawa keras.


"Satu per satu Ki. Kamu akan merasakan apa yang keluarga ku rasakan setelah kalah dari tender raksasa itu," ucap Egi penuh kebencian.


__ADS_2