
Ketika sampai diluar perguruan, Tan Liong berhenti sejenak menimbang arah yang ingin dia ambil. Setelah beberapa saat, dia memutuskan mengambil arah selatan, menuju arah ibu kota kerajaan, karena menurut pikirnya, dikota besar lebih mudah mendapatkan informasi.
Setengah hari sudah lewat, hingga dia sampai disebuah kota kecil yang lumayan ramai penduduknya. Perut terasa mulai minta jatah diisi, Tan Liong arahkan langkahnya menuju restoran yang terlihat ramai pengunjungnya.
"Tolong, pesan teh dan ayam panggang utuh beserta kuah sayur!" pesan Tan Liong kepada pelayan yang menghampirinya, setelah dia mendapatkan tempat duduk, dipojokan restoran, dekat pintu masuk.
"Tempat ini lumayan juga!" pikir Tan Liong melihat suasana restoran yang sejuk serta sikap ramah pelayannya, sangat membantu menarik minat pengunjung ke restoran ini.
Disebelah dalam, dua meja didepan yang ditempati Tan Liong, terlihat empat anak muda seusianya menempati meja tersebut.
Dipojokan dalam juga terlihat dua orang, lelaki dan dara remaja menempati meja makan. Mereka tampak asyik bersantap tanpa menghiraukan suasana disekitarnya.
Pada saat Tan Liong masuk restoran cuma ada satu bangku yang tersisa direstoran ini, dan sekarang sudah ditempati oleh dua lelaki yang belakangan datang dari Tan Liong.
"Heiiii...pelayan...!!!!!" cepat sediakan kami dua guci arak yang paling baik dikota ini !." terdengar teriakan agak keras dari salah satu lelaki yang baru datang yang memiliki tubuh tinggi sedikit kurus.
__ADS_1
"Baik tuan...." tergopoh-gopoh pelayan tersebut melangkah kedalam untuk mengambil pesanan yang diminta. Sebentar kemudian dia sudah muncul dengan dua guci araknya.
"Ini tuan pesanannya..." sambil membungkuk minta permisi berlalu dari dua lelaki itu.
"Puiiiih...arak apa ini..??" terdengar bentakan dari salah satu lelaki yang lebih pendek dan agak gemuk, sambil membanting guci .
Semua pengunjung direstoran, memandang tidak senang dengan tingkah laku dua orang pendatang yang baru tiba ini.
Kembali pelayan tersebut tergopoh-gopoh mendekati kedua orang ini.
"Maaf tuan, arak yang kami suguhkan tadi adalah arak yang terbaik dikota ini..!!"
"Sungguh tuan, mana kami berani berbohong pada tuan berdua...", pelayan itu mencoba menjelaskan.
"Kunyuk seperti mu memang pantas diberi pelajaran" seraya tangannya melakukan gerakan memutar melakukan gerakan membanting.
__ADS_1
"Enyalah....!!!" tubuh pelayan itu terlempar kearah pintu keluar dimana Tan Liong berada.
Sebelum tubuh pelayan itu terbanting menubruk pintu keluar , tiba-tiba tubuh itu seperti tertahan oleh sesuatu kekuatan yang tak tampak, hingga dia jatuh dengan posisi berdiri tanpa terluka sama sekali.
Melihat pemandangan yang ganjil tersebut. semua mata pengunjung tertuju pada Tan Liong yang duduk didekat pintu keluar. Sedangkan kedua lelaki yang mencari gara-gara tadi memandang melotot gusar pada Tan Liong.
"Eh anak muda, jangan ikut campur urusan kami atau kamu ingin merasakan kepalan tangan kami supaya mampus?"
Tan Liong yang merasa lapar dan diganggu makannya, seketika mengangkat kepalanya mengarahkan pandangan matanya kepada dua lelaki itu. "Mmmmm.....gumamnya sambil melanjutkan lagi makannya.
Melihat ucapannya dianggap angin lalu saja, menjadikan mereka naik pitam dan berjalan mendekati Tan Liong berada.
"Sungguh besar nyalimu bocah.! berani benar kau menantang dua iblis tengkorak darah, mampuslah..!!!"
Keduanya tampak melakukan pukulan yang bersamaan ke arah Tan Liong yang sedang makan.
__ADS_1
"Kalian memang sumber penyakit yang pantas untuk dilenyapkan" desis Tan Liong. Seketika muncul dari tubuhnya, Hawa dingin luar biasa yang membekukan, mengurung kedua lelaki yg menyerangnya.
Sebelum serangan itu tiba ditubuh Tan Liong, tiba-tiba hawa dingin ini sudah menyerang dua lelaki tersebut, hingga mereka berdiri mematung, dari bibir dan matanya keluar darah yang segera membeku.