
Rumah kediaman tuan Lee, merupakan suatu bangunan yang lebih mirip bangunan benteng, dibandingkan disebut rumah. Bangunan kediaman tuan Lee, dikurung oleh tembok yang agak tinggi. Posisi bangunan terletak agak jauh dari pemukiman penduduk.
Setiap sudut tengah tembok, di awasi oleh dua orang petugas jaga, yang selalu berganti orang dalam rentang waktu setengah hari. Didepan pintu masuk utama bangunan, terdapat pos jaga yang paling besar, yang diisi enam orang petugas.
Pada saat rombongan Tan Liong tiba, kedatangan mereka sudah tercium oleh petugas jaga depan pintu masuk utama. Ini memang disengaja yang dilakukan oleh Tan Liong, agar mereka bisa mengetahui kedatangannya, sehingga salah satu petugas mereka akan segera memberi laporan kedalam.
"Atong....siapa dia ? tanya salah satu petugas jaga, melihat teman-temanya menggiring seorang pemuda, disaat mereka sudah tiba di depan pintu masuk utama
Tidak ada satupun yang membalas pertanyaan tadi, hanya saja petugas jaga melihat teman-temannya, terutama yang dia panggil atong, mengedipkan sebelah mata kepada dia.
"Tidak usah bertanya pada temanmu, siapa aku ? cepat kau panggil tuan mu yang bermana Lee kemari..!" seru Tan Liong memberi perintah
"kau...? sombong sekali, apa jabatanmu memberi perintah kepada kami, teman majikan kami, juga bukan..!" jawab petugas jaga tersulut emosi karena diperintah oleh pemuda ini
"Manusia banyak lagak ! pergilah...! aku mau masuk..!"
__ADS_1
Sekali mengibas tangan, Tan Liong telah melemparkan petugas didepannya, hingga melayang jauh saat jatuh langsung tak sadarkan diri
Petugas jaga lainnya, melihat perbuatan Tan Liong terhadap teman sesama petugas jaga, terlihat marah dan menyerangnya. Kejadian tadi, kembali terulang, tetapi yang mengalami sekarang empat orang, mereka terlempar jauh, kemudian jatuh dan pingsan
Seorang petugas yang masih tersisa bergegas melarikan diri kedalam untuk melapor, yang segera dibuntuti oleh Tan Liong dari belakang.
Ketika langkah Tan Liong sampai halaman tengah bangunan, dia sudah dinanti sepuluh orang yang berdiri tegak membelakangi bangunan utama.
"Hentikan langkahmu.....!"
Terdengar suara menghardik sangat keras, memberi perintah kepada Tan Liong untuk berhenti melangkah. Tan Liong yang mendengar seruan, yang memintanya untuk berhenti melangkah, sedikitpun dia tidak menggubris, melainkan melanjutkan langkahnya, kedalam bangunan utama.
Tan Liong yang diserang, oleh sepuluh orang yang menjadi pengawal langsung tuan Lee, tidak tinggal diam, segera dia ladeni sepuluh orang tersebut.
Serangan yang mereka bangun bersama-sama, begitu kompak. Dengan rata-rata ilmu yang dikuasai satu orang dari mereka, sangatlah hebat. Setiap pukulan dan tendangan selalu memakai pola bergantian, bertujuan tidak memberi napas pada lawannya.
__ADS_1
Melihat cara serang mereka, Tan Liong hanya tersenyum dalam hati. Tenaga puncak yang dimiliki Tan Liong sama sekali tiada arti baginya, bila melihat serangan mereka.
"biarlah aku sudahi pertempuran, biar mempercepat waktuku menyelesaikan urusan ini" batin Tan Liong dalam hati
Dari sekeliling tubuh Tan Liong mulai bersinar keemasan, aura dari tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya emas, pandangan mata berubah bersinar menyilaukan. Gerakan Tan Liong mulai cepat, bagai siluman sekarang.
Dia mau mencoba pedang Naga biru, ingin melihat kemampuan dari pedang, yang lama dia bawa, tanpa pernah dicoba sama sekali melawan musuh. Segera dia keluarkan pedang tersebut, dari sarung sederhana yang dia buat. Dia salurkan tenaga dalam Napas Naga kebadan pedang.
Sepuluh lawan Tan Liong, langsung mengeluarkan jurus pamungkas, saat melihat perubahan pada Tan Liong, mereka merasa tertekan oleh aura Tan Liong, secara tidak langsung harus mengandalkan jurus pamungkas masing-masing.
Pukulan berat dengan tenaga dalam sangat tinggi, menerpa Tan Liong secara bersamaan disekeliling tubuhnya, disaat kesepuluh lawannya melakukan pukulan bersama-sama.
Tekanan dari tenaga dalam yang diberikan oleh sepuluh orang bersamaaan, membuat Tan Liong secara otomatis melakukan serangan dengan menebas pedang Naga biru disekiling tubuhnya.
"nguuiiiiiiiiing....!
__ADS_1
Suara pedang naga menguing, ketika Tan Liong melakukan tebasan, kearah tenaga dalam lawan yang mengarah ketubuhnya. Suara menguing terjadi saat pedang bentrok dengan tenaga dalam lawan, yang terus diserap oleh pedang naga.
Tatkala Tan Liong hendak melanjutkan tebasan lagi, mendadak dia hentikan gerakanya, saat dia mendapati sepuluh musuhnya diam tanpa napas kehidupan lagi.