KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.43. Penyelidikan


__ADS_3

Penginapan yang ditunjukkan pemilik warung terletak di tengah-tengah desa. Penginapan ini memiliki sekitar lima kamar, yang setiap kamar termasuk besar untuk ukuran sebuah penginapan didesa.


Setiba di penginapan, Tan Liong disapa oleh pegawainya dengan ramah. Tidak menunggu lama, setelah semua pembayaran sudah selesai, pegawai penginapan menunjukkan kamar yang akan ditempati.


Dikamarnya Tan Liong, segera membersihkan tubuh yang hampir dua hari tidak terkena air, berlanjut berganti baju dengan yang baru.


Dibaringkan tubuh yang terasa penat dan lelah selama perjalanan tanpa henti. Hanya sebentar saja, Tan Liong sudah tertidur lelap.


Sinar mentari pagi mulai menjemput Tan Liong dari peraduan, membuat dia segera terbangun dari tidurnya yang lelap. Letih yang dirasa kemarin sudah mulai berkurang banyak.


Bergegas dia membersihkan tubuh, bersiap untuk melakukan penyelidikan. Keluar dari penginapan, Tan Liong bermaksud mengisi perut ke warung makan yang dia singgahi kemarin.


Dijumpai kembali pemilik warung yang sedang sibuk mempersiapkan barang dagangannya.


"Pagi paman ! "'sapa Tan Liong

__ADS_1


"Hei anak muda selamat pagi !" jawab pemilik warung membalas sapa Tan Liong


"Pesan makanan paman, daging ayam panggang dan teh panas !"


Pagi yang sepi, belum terlihat ada pengunjung kecuali Tan Liong sendiri. Setelah menghabiskan makanan yang dipesan, Tan Liong mulai berangkat untuk memulai penyelidikkannya terhadap orang-orang yang bermukim disebelah desa dekat sungai.


Selama perjalanan ketempat yang dituju, Tan Liong berusaha berjalan seperti orang biasa, karena dia tidak ingin warga desa mengetahui kemampuan dia yang sebenarnya.


Tembok yang mengelilingi pemukiman orang-orang yang menjadi sumber masalah ini, dibuat agak tinggi, yang membuat orang lain susah mengetahui apa yang mereka lakukan didalam.


Tubuh Tan Liong melayang melewati tembok seperti gerakan siluman. Didalam dia melihat beberapa bangunan sederhana terbuat dari kayu, yang beratapkan jerami. Pandangan Tan Liong tidak tak sedikitpun melihat bayangan manusia didalam, yang membuat dia penasaran.


Tan Liong mencoba turun, mendekati bangunan tersebut, memastikan ada orang didalam bangunan. Perlahan dia mempertajam pendengarannya, supaya tidak ada suara yang terlewati. Setelah beberapa saat dia memusatkan pendengaran, telingannya mendengar suara pernapasan yang sangat halus yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan tenaga dalam sangat tinggi.


Mengetahui orang-orang yang ada didalam bangunan ini memiliki ilmu tenaga dalam tinggi, Tan Liong mulai berhati-hati melakukan penyelidikan.

__ADS_1


Dengan kaki tanpa menyentuh tanah, Tan Liong bergerak pelan kearah dalam bangunan. bagian dalam agak sedikit gelap, disebabkan rapatnya dinding dan atap yang mereka buat, sehingga sinar dari luar tidak begitu mudah menembus masuk.


Baru satu orang yang Tan Liong temukan, sedang duduk dalam keadaan menatap selembar gambar diterangi sedikit cahaya lampu gantung.


Dari arah belakang meja, di belakang orang yang duduk, muncul seseorang yang terlihat sedikit lebih tua, dari yang duduk dimeja.


"Bagaimana hasilnya, sudah kau temukan letak harta itu?" tanya orang yang baru datang sembari mendekati dan duduk didepan lelaki yang duluan berada disana.


"Kakak Wei, ini sama sekali tidak mudah ! coba perhatikan dua gunungan yang digambarkan dipeta ini, kita tahu gunungan itu cuma satu tetapi peta ini menyebutkan ada dua...!" sambil menunjukkan gambar lelaki yang duduk pertama menjelaskan


"Mmmm....! coba kau perhatikan lagi adik Gong, aku curiga dengan gambar pedang ditengah dua gunungan itu..!" sahut lelaki yang disebut Kakak Wei


Mereka nampak serius memandang peta gambar untuk dipelajari. Tan Liong mencoba bergerak lebih kedalam tanpa melewati sinar lampu dinding diruangan itu.


Setelah melewati dua orang tadi, Tan Liong melihat ada ruangan lagi yang bersekat masuk kedalam lebih jauh, berbentuk terowongan.

__ADS_1


Sewaktu dia baru hendak memasuki ruangan yang berbentuk terowongan, tiba-tiba dibelakang Tan Liong bekesiur angin serangan yang sangat kuat mematikan. Kekuatan angin serangan ini, seperti kekuatan dari gabungan tenaga dalam tuan Lee bersama pengawalnya.


__ADS_2