KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.75. Menjumpai Putra Mahkota


__ADS_3

"Kalian berdua memang tidak berguna ! " damprat orang bertopeng biru lagi dengan marah.


"Ayo kita balik ! kita harus melaporkan segera kepada ketua bahwa buronan kabur " ucap orang bertopeng biru kepada kedua orang bertopeng hitam memerintah.


Mereka bertiga segera berkelebat pergi meninggalkan tempat kejadian untuk melapor. Tempat yang mereka tinggalkan kembali sunyi, seperti tidak pernah terjadi peristiwa pertempuran.


Dari atas pepohonan melompat turun, keluar seseorang yang sedang memanggul orang yang tampak sedang terluka. Kemudian orang ini meletakkan orang yang terluka tersebut ditanah, tangannya terlihat ditempelkan didada orang yang terluka tersebut.


Berselang sekian menit orang yang terluka tadi, terlihat mengerang sadar dan memuntahkan darah kehitaman dari mulutnya.


"Saa..sa..saudara....., tolong sampai..kan...ke..pada..pa..ngeran...Luan.. bahwa..pange...ran Ki...ang.....hooeeek !" Terdengar suara berbicara terputus-putus lelaki yang baru sadar itu, namun terhenti sementara karena memuntahkan darah lagi dari mulutnya.


"Berhenti dulu berbicara....! " kata lelaki muda yang kembali tangannya ditempelkan ditubuh lelaki yang ditolongnya.


Tidaaak waktuku tinggal ....sedikit lagi, aku....harus...sampaikan ini, ...pangeran ....Kiang telah bersekongkol....dengan...seorang ...pejabat ...di kekaisaran Ti Ming...di......ba....!


Suara lelaki tersebut terhenti ditengah jalan pada saat nyawanya meninggalkan raga. Orang muda yang menolong lelaki itu terlihat menggeleng kepala, menyaksikan kekerasan hati lelaki yang ditolong hendak memberi pesan tanpa memikirkan hidup matinya.

__ADS_1


Selang beberapa waktu, sebuah lubang sudah dibuat lelaki muda itu, untuk menguburkan jenasah lelaki tersebut. Sebuah batu ditanam sebagai nisan menandai kuburannya.


Setelah menyelesaikan penguburan lelaki tadi, lelaki muda itu berkelebat menuju arah luar didalam kota raja Chin. Pada saat sampai dirumah kediaman pangeran Luan, lelaki muda itu melompat terbang menuju kedalam rumah kediaman pangeran Luan.


Saudara Liong ! silahkan duduk dulu !"


Terdengar suara menyapa ketika lelaki muda itu sampai didalm rumah pangeran Luan. Lelaki muda yang bukan lain adalah Tan Liong terlihat tersenyum, saat pangeran Luan yang ingin dia cari, langsung bisa dia jumpai.


"Terimakasih pangeran " jawab Tan Liong yang langsung duduk dikursi yang disediakan pangeran Luan.


"Sudah tiga hari engkau pergi menyelidik, apakah engkau mendapatkan sedikit berita tentangnya ? " tanya pangeran Luan.


"Juga tadi sewaktu balik menuju ke tempat pangeran, saya menolong seorang lelaki yang tampaknya hendak menuju kediaman pangeran" ucap Tan Liong lagi.


"Hah....ada kejadian seperti itu? apakah saudara Liong mengetahui namanya? " tanya pangeran Luan terkejut.


"Maaf pangeran, saya terlambat mengetahui, orangnya keburu meninggal karena terluka dalam parah terkena pukulan tenaga dalam !" jelas Tan Liong.

__ADS_1


"Sebentar.....! aku memiliki beberapa mata-mata yang kusebar beberapa bulan lalu, apakah engkau bisa menjelaskan ciri-ciri orang itu ? " tanya pangeran ingin tahu.


"Dia seorang berumur sekita tiga puluhan, dipipi kirinya ada bekas luka codet tipis dan berperawakan sedang ! " jelas Tan Liong.


"Coa Kim....! benar, dia pasti Coa Kim ! kalau begitu sungguh aku sangat berduka. Dia orang sangat jujur dan begitu bertanggung jawab dengan tugasnya ! " seru pangeran Luan yang terlihat dari wajahnya nampak berduka mendengar bawahannya meninggal dalam tugas.


"Dimana dia engkau makamkan jenasahnya saudara Liong ? aku ingin kesana ! " tanya pangeran Luan.


"Nanti saya bisa menghantarkan pangeran kesana, untuk sementara ini pangeran jangan kesana dulu, berhubung tempat pemakaman dekat dengan peristiwa dimana dia terluka oleh serangan musuhnya ! " jelas Tan Liong menasehati.


"Dia juga berpesan yang harus disampaikan kepada pangeran, bahwa pangeran Kiang bekerja sama dengan salah satu pejabat yang ada dikekaisaran Ti Ming !" ucap Tan Liong lagi.


"Apa....? benarkah almarhum saudara Coa Kim mengatakan begitu ? kalau ternyata semua itu benar, sesuatu yang sangat berbahaya akan terjadi. Ini tidak boleh dibiarkan! aku harus melaporkan semua ini kepada putra mahkota ! " ujar pangeran Luan yang nampak geram hingga terdengar suara gemerutuk dari kedua giginya.


"Saudara Liong, bolehkah aku meminta bantuanmu untuk menyelundup keistana untuk menjumpai putra mahkota ! " tanya pangeran Luan yang terlihat sangat khawatir tampak dari wajahnya.


"Pangeran tidak usah meminta seperti itu ! serahkan saya tugas, pasti saya jalani !" jawab Tan Liong tegas.

__ADS_1


Baiklah, terimakasih atas kesediaan saudara Liong, sekarang aku akan membuat surat dan bawa tanda pengenalku nantinya agar engkau bisa menemui putra mahkota di istana ! " ucap pangeran Luan lega.


Malam itu juga Tan Liong berangkat menuju istana untuk menjumpai putra mahkota, menyerahkan surat pangeran Luan yang harus diserahkannya. Berhubung malam hari, Tan Liong menggunakan ilmu terbang berpijak diudara, agar bisa cepat sampai keistana tanpa ada gangguan.


__ADS_2