KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.39. Perbudakan


__ADS_3

Disaat ayunan cambuk, sudah hampir mendarat lagi untuk kedua kalinya, mendadadak tali cambuk berhenti berayun beberapa centi, dari tubuh lelaki kurus.


Petugas yang melakukan cambukkan kepada lelaki kurus, mendapati didepannya sekarang, berdiri seorang pemuda memakai pakaian sastrawan, memegang ujung cambuk miliknya. Tangan petugas itu segera berusaha menggerakkan cambuk agar lepas dari pegangan pemuda ini, dan hendak menyerang dengan mencambuk pemuda itu sebagai ganti lelaki kurus tadi.


Begitu dia menarik tali cambuknya biar lepas, dia merasakan tenaga yang sangat besar menahan ujung cambuk. Petugas ini memandang pemuda satrawan dengan muka penuh kegeraman.


"Siapa kau..! apa maksudmu menghalangi pekerjaan kami..? dengan ketus dan jumawa petugas itu bertanya pada pemuda didepannya


Pemuda berpakaian sastrawan yang bukan lain Tan Liong, memandang petugas dihadapannya dengan dengan sangat marah, melihat lelaki kurus yang sudah berdarah bekas cambukan, hendak dicambuk kembali.


Genggaman tangan pada tali cambuk semakin diperkuat, diam-diam dia salurkan tenaga dalam Naga Emas inti api. Perlahan-lahan asap keluar dari genggaman tangan Tan Liong yang memegang tali cambuk, menjalar ke arah tangan petugas, yang memegang gagang cambuk.


"Aaawww....!


Petugas yang memegang gagang cambuk menjerit, serta merta melepaskan cambuknya. Ketika dia menatap telapak tangan sendiri, dia dapati tanganya melepuh hingga terkelupas kulitnya. Kembali pandangannya beralih ke pemuda, sambil memegang tangan yang melepuh, menggunakan tangan yang sebelah, untuk menahan sakit.


Saat pandangan petugas ini ke arah Tan Liong berada, dia menggigil ketakutan, seakan melihat setan didepannya.

__ADS_1


Tanpa sadar kekuatan puncak yang dikuasai Tan Liong, membuat dia akan terlihat berbeda. Saat dia marah, kekuatannya timbul secara otomatis, menyebakan cahaya emas seketika muncul mengitari tubuhnya, mata Tan Liong juga akan ikut bersinar dan setiap langkah atau gerakan yang dilakukan, selalu memunculkan cahaya, lalu lenyap ketika dia diam.


"Manusia terkutuk sepertimu sudah layak mampus..!" ucap Tan Liong dengan sangat marah


Tangan Tan Liong bergerak kedepan, dari telapak tangan keluar cahaya emas yang panas bukan main langsung menuju petugas itu.


craaaaaasss.......!


Begitu cahaya emas melewati tubuh petugas itu, seketika tubuh petugas tadi hilang menjadi bubuk abu. Sedikitpun tidak terdengar suara jeritan kematian mengiringi kematiannya.


"Siapa yang betanggung jawab disini ?" tanya Tan Liong kepada petugas pengawas yang berada dihadapannya


Delapan petugas pengawas yang ditanya, terlihat semua diam ketakutan. Nyali mereka, yang biasa garang dan sadis kini pecah tanpa sisa.


Melihat tak ada satupun dari delapan petugas yang menjawab pertanyaanya, membuat kemarahan Tan Liong semakin memuncak. Aura emas Naga yang dikeluarkan semakin berkilau memerihkan mata yang melihat.


"Kalian ingin mampus juga seperti kawan kalian..? Baik..!"

__ADS_1


"Tunggu pendekar....!" seru salah satu dari petugas itu, dengan mengumpulkan keberanian dia coba menahan Tan Liong membunuh mereka


Setelah selesai berseru, dia menundukan mata karena ngeri melihat aura yang dipancarkan pemuda didepannya, sewaktu dia menahannya untuk tidak segera bertindak. Sambil menundukkan kepala dia lalu menjawab pertanyaan Tan Liong.


"Kami semua hanya bawahan dari tuan Lee ! kami ditugaskan mengawasi mereka membawa barang dari kereta dimasukkan kegudangnya tuan Lee"


"Siapa tuan Lee itu ?... apa kekuasaannya ?" tanya Tan Liong lebih lanjut


"Tuan Lee adalah pemilik gudang, dia penguasa daerah ini, dia memiliki banyak pengawal yang memiliki ilmu sangat tinggi, termasuk tuan Lee sendiri ilmunya malah lebih tinggi lagi "


Petugas itu menjelaskan kepada Tan Liong dengan sangat rinci sekali, membuat Tan Liong, puas dengan jawaban yang diberikan.


"Baik..! sekarang antarkan aku ke tuan Lee kalian, dua orang tinggal disini, urus pembebasan mereka yang kalian siksa, bila ada yang main-main....! jangan berharap hidup lagi !" ancam Tan Liong dijawab dengan anggukan dari mereka bersamaan


"Dan ingat ...! berikan setiap orang uang..! sebagai pengganti kerugian, selama mereka bekerja dan kalian siksa..!"


Segera mereka tampak sibuk membagi tugas, antara yang mengantar Tan Liong dan yang mengurus orang-orang, yang mereka jadikan budak. Setelah semua disepakati, enam orang petugas akhirnya menghantarkan Tan Liong kediaman tuan Lee.

__ADS_1


__ADS_2