
"Sayang wanita cantik itu pergi, betapa senang hati ini bila dapat membelai kulit mulusnya" kata lelaki yang memiliki tubuh agak kurus kepada teman-temannya
"Lo Wan ! kalau aku mendapatkan dia, bisa tiga hari aku tidak mau keluar dari kamarku menemaninya haaaa..haaaa"'sambung lelaki yang sebelahnya yang memiliki wajah lumayan tampan
"Kalian ngomong melulu, kalau memang kalian berminat, mari kita kejar mereka..!" menyahut temannya yang berbadan agak tambun memberi saran, yang disetujui mereka berdua.
Ketiganya bergegas meninggalkan rumah makan, setelah menaruh keberapa keping koin di atas meja, sebagai pembayaran atas makanan mereka. Tan Liong yang mendengar rencana yang tidak baik dari tiga orang lelaki tadi, segera menguntit dari belakang.
Lelaki dan wanita yang keluar dari rumah makan tadi nampak berjalan santai, memasuki sebuah tempat pemujaan yang memiliki nama "Kuil Cahaya", yang papan namanya digantung diatas pintu masuk tempat tersebut.
Mereka terlihat akan melakukan pemujaan, bisa dilihat dari sikap mereka sewaktu berada didalam kuil. Keduanya memegang dupa dengan duduk bersila menanti arahan dari pemimpin kuil itu.
Ketiga orang yang mengikuti sepasang muda mudi ini, duduk dibelakang mereka berdua dengan pandangan yang tidak lepas dari tubuh si wanita muda itu. Mereka tampak berbisik-bisik merencanakan sesuatu yang tidak baik, terhadap wanita muda didepannya.
__ADS_1
Sebelum lelaki dan wanita itu menyelesaikan pemujaan, tiga lelaki dibelakang tadi sudah pergi dari tempat mereka sebelumnya. Hingga akhirnya keduanya selesai dan meninggalkan kuil pemujaan melanjutkan perjalanan mereka.
Disebuah jalan yang sepi dari orang-orang yang lulu-lalang melewati jalan tersebut, lelaki dan wanita ini berhenti disebuah pohon yang cukup rindang untuk mengaso. Mereka tampak asik berbicara sambil duduk berdekatan. Ketika sang lelaki ingin bangkit mengajak sang wanita melanjutkan perjalanan, tiba-tiba mereka dikejutkan, oleh tiga orang yang mereka temui, dirumah makan tadi.
Heeee...heeee.! selamat bertemu lagi nona cantik..!" sapa lelaki yang bertubuh agak tambun diantara ketiga lelaki ini
"Kalian lagi.....?! apa maksud mu mengikuti kami?" tanya sang pria, yang merasa gelagat buruk dengan kehadiran mereka lagi.
"Kau lebih baik diam, banci kaleng..! kau tidak punya hak bertanya kepada kami..! kata lelaki yang bertubuh kurus mengancam.
Ketika pukulan itu datang secara tiba-tiba, lelaki bertubuh kurus ini, mencoba berkelit sebisa mungkin, akan tetapi pukulan itu sudah mendarat di mukanya sehinga dengan telak membuat hidungnya patah dan berdarah.
Melihat temannya meringis kena pukul, dua lelaki yang menjadi temannya tidak terima, segera melakukan pengeroyokan yang membuat lelaki, teman dari wanita itu menjadi bulan-bulanan pukulan mereka.
__ADS_1
Sang wanita melihat temannya dikeroyok oleh tiga orang lelaki itu kasar itu, segera menjerit minta tolong.
Tiba-tiba terlihat tiga orang terlempar disemak-semak secara bersamaan dengan tulang patah dan tubuh babak belur, sedangkan lelaki yang dikeroyok tadi, nampak dibantu bangun oleh seorang pemuda memakai baju sastrawan.
"Saudara, terimakasih atas bantuanmu" ucap lelaki itu lega, setelah dia ditolong dan dia melihat mereka yang mengeroyoknya mengalami nasib sangat parah dihajar oleh pemuda
"Tidak usah sungkan begitu,saudaraku ! dan untuk mereka itu, biarlah menjadi suatu peringatan agar mereka tidak mengulang hal yang buruk lagi !" ucap pemuda berbaju sastrawan yang bukan lain adalah Tan Liong
"Saudara sebenarnya hendak kemana berdua?' tanya Tan Liong
"Sebenarnya kami hendak pergi ke desa kami, makanya kami melewati jalan ini" jawab lelaki itu pada Tan Liong
"Kalau begitu, saudara berhati-hatilah ! sekarang saya mohon pamit"
__ADS_1
Mereka, setelah kepergian Tan Liong, segera melanjutkan lagi perjalanan ke desa yang tertunda oleh peristiwa tadi.