KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.82. Kembali kepetualangan


__ADS_3

Sebentar kemudian, Ro Wei terlihat membawa secangkir teh bersama kue ke tempat Tan Liong duduk. Setelah mempersilahkan Tan Liong untuk menikmati hidangan yang dia bawa, Ro Wei menemani Tan Liong berbincang menunggu ayahnya tabib Phang pulang.


Orang yang ditunggu akhirnya datang tidak lama, semenjak mereka berbincang dengan asyiknya. Tabib Phang yang melihat keberadaan Tan Liong ditoko obat miliknya kembali, terlihat tersenyum menyapa pendekar yang merupakan utusan partai lembah Langit perguruannya.


"Anak Liong ternyata engkau disini, kapan datangnya? " tanya tabib Phang menyapa dengan gembira melihat pemuda yang dia kagumi.


"Baru saja tiba paman Phang ! " ucap Tan Liong yang segera berdiri memberi hormat melihat kedatangan tabib Phang yang ditunggunya sudah tiba.


"Ayo duduk kembali, anak Liong !" ucap tabib Phang mempersilahkan Tan Liong agar duduk lagi.


Ro Wei yang melihat kedatangan ayahnya, segera berdiri, meminta ijin kepada Tan Liong untuk meninggalkan mereka berdua untuk berbincang-bincang.


"Kakak Liong, silahkan berbincang dulu dengan ayah, aku ada yang harus dikerjakan lagi ! " ucap Ro Wei kepada Tan Liong.


"Ah...Silahkan adik Ro Wei, terimakasih sudah menemaniku berbincang tadi " jawab Tan Liong dengan senyum berterimakasih.


Sepeninggalan Ro Wei, Tan Liong menghabiskan waktu hampir setengah hari untuk berbincang kepada tabib Phang. Setelah menceritakan tugas yang diembannya selesai, Tan Liong juga menyampaikan terimakasih atas bantuan tabib Phang selama dia berada dikota kerajaan Chin.

__ADS_1


Diujung perbincangan mereka, Tan Liong hendak mengucapkan perpisahan kepada mereka berdua dan memberi tahu tujuannya yang hendak meninggalkan kerajaan Chin.


Dengan rasa agak sedih ayah dan anak menghantar kepergian Tan Liong hingga pinggir kota kerajaan Chin. Ro Wei yang sangat kagum pada Tan Liong, tidak dapat menyembunyikan rasa sukanya kepada pemuda kita itu. Tabib Phang yang tahu isi hati anaknya, hanya bisa mendesah pasrah dan bergumam dalam hati" mungkin dia bukan jodohmu, anakku ", sambil berbalik kembali kedalam kota setelah bayangan tubuh Tan Liong hilang dari pandangan mereka berdua.


Tan Liong yang berjalan meninggalkan kota kerajaan Chin, mengetahui putri dari tabib Phang ada rasa terhadapnya, namun dia tidak ingin melukai hati gadis itu lebih dalam maka dia tidak pernah memberi harapan dan malahan berusaha bersikap wajar selalu terhadapnya.


Tan Liong yang benar-benar merasa bebas dengan beban tugas, saat ini melangkahkan kakinya begitu ringan tanpa tujuan. Didalam benaknya, malah tengah membayangkan kerinduan kepada kekasih hatinya Hwa Lian. Senyum dan rasa hangat dari ketulusan cinta tunangannya, membuat hati Tan Liong ingin segera bertemu.


Hampir dua tahun Tan Liong berpetualang, memburu sekte Neraka hitam yang telah menghancurkan perguruan Api Naga Suci. Setelah kekalahan mereka dulu, tampaknya sekte Neraka hitam telah menyembunyikan diri dari pengejarannya.


Tanpa terasa langkah kaki Tan Liong menuju kearah selatan, menuju arah balik keperguruan Api Naga Suci.


Saat menemukan tempat cocok, Tan Liong mengumpulkan ranting pepohonan kering untuk persiapan membuat perapian. Bekal yang dibawanya saat meninggalkan kota kerajaan Chin, cukup untuk Tan Liong memenuhi kebutuhan perutnya beberapa hari kedepan.


Malam pun mulai tiba, perapian yang dibuat cukup menghangatkan tubuh serta mampu mengusir nyamuk yang hendak mendekat. Tan Liong menggunakan waktu yang tenang dengan semedi, demi melewati malam yang terasa begitu sepi.


Waktu malam bergerak semakin larut, tiba-tiba ketenangan semedinya terganggu ketika telinganya yang sangat peka, mendengar suara seperti napas tertahan didepan Tan Liong berada.

__ADS_1


"Didalam gelap malam begini, apalagi dipinggiran hutan kalau bukan binatang buas apalagi " batinnya dalam hati yang secara cepat kewaspadaannya ditingkatkan.


Suara berkresekan terdengar semakin banyak disekitar Tan Liong, dari jauh terlihat banyak sepasang mata bersinar dikegelapan malam didepannya. Hanya melihat sekilas saja, Tan Liong mengetahui dirinya saat ini dikurung oleh beberapa binatang serigala yang tertarik oleh keberadaan cahaya perapian yang dibuatnya.


Merasa binatang serigala yang datang akan mengganggu ketenangannya, Tan Liong yang tidak ingin membunuh mereka dengan terpaksa, mematikan perapian dengan Tenaga dalam inti es yang dimilikinya.


Secepatnya di melesat terbang meninggalkan tempat tersebut, menjauhi dari area yang ditempati oleh binatang serigala itu. Saat dirasa sudah jauh dari keberadaan serigala, Tan Liong melakukan perjalanan dimalam hari dengan berjalan santai mencari tempat cocok untuk istirahat kembali.


Didepan Tan Liong sekarang terbentang tempat yang luas tanpa pepohonan. Dengan cahaya bulan, mampu memberi sedikit penerangan bagi matanya, melihat sekeliling tempatnya berada saat ini.


Akhirnya Tan Liong memilih tempat itu untuk istirahat, tanpa membuat perapian yang dapat mengundang binatang mendekat. Beralaskan buntalan yang dia bawa sebagai bantal, Tan Liong merebahkan diri menghadap keatas terpekur menatap bintang-bintang.


Mungkin memang lagi sial untuk Tan Liong hari ini, baru saja hendak memejamkan mata, kembali dia dikejutkan oleh suara seperti pakaian yang tertiup angin di samping kiri tubuhnya. Saat Tan Liong menoleh, dengan pandangan matanya yang tajam dia melihat dua bayangan saling kejar melesat menuju arah menjauh dari tempatnya.


Belum berhenti rasa penasaran Tan Liong melihat kejadian tadi, mendadak seseorang bertanya dirinya dengan kasar dan suaranya seperti seorang perempuan muda yang memakai penutup wajah.


"Hey...Kau, apakah melihat dua orang melintas tempat ini ?" tanya orang yang tiba-tiba datang dekat Tan Liong dengan kasar tanpa permisi.

__ADS_1


"Eh..ada ! mereka pergi kesebelah sana " jawab Tan Liong dengan menunjukkan arah berlawanan dengan arah yang diambil dua bayangan yang dilihatnya tadi.


Mendengar jawaban Tan Liong, orang itu berkelebat cepat kearah yang ditunjukan Tan Liong, tanpa mengucapkan terimakasih. Tan Liong yang melihat itu kembali merebahkan diri sambil senyum-senyum sendiri, batinnya dalam hati "rasakan ! biar rambutmu sampai beruban juga, tidak akan dapat menemukan meraka yang kau cari ".


__ADS_2