
Keng in si wanita cantik, hanya bisa menatap pasrah tidak tahu harus bertindak apa, saat Tan Liong mendekati kedua orang paman yang membantunya, sekarang rebah tak berdaya.
Setiap gerakan atau langkah yang Tan Liong lakukan sekarang, pasti diikuti munculnya cahaya emas lalu sirna bagai asap. Energi puncak membuat orang yang menguasai, serasa bergerak seperti melayang. Maka, saat dia mendekati dua orang lawannya yang terkapar, dia terlihat bergerak seperti siluman.
Melihat lawan sudah luka parah, Tan Liong segera menotok tubuh mereka, untuk menghentikan pendarahan dari luka dalam, biar tidak semakin parah.
Tan Liong kembali menotok pusat peredaran darah lawan, agar cepat pulih kesehatan mereka . Selang beberapa saat tubuh kedua orang itu berangsur-angsur membaik dengan pernapasan mulai normal kembali.
Keng in yang melihat apa yang dikerjakan Tan Liong terhadap kedua pamannya, hanya mampu bersyukur dan berterima kasih dalam hati. Tadi dia berpikir pemuda ini akan membunuh kedua pamannya, tapi ketika mereka malah dibantu disembuhkan, dia merasa senang sekali.
Rasa Takut Keng In terhadap pemuda itu mulai sedikit berkurang, dia ingin mendekati keberadaan kedua pamannya tapi masih ragu-ragu, maka untuk sementara di hanya berdiri diam ditempat.
Sementara itu, setelah dia memberi pengobatan pada kedua lawan, Tan Liong melangkah mendekati Keng In, jarak antara mereka lumayan jauh, tapi ketika Tan Liong melangkah mendekat, dia terlihat seperti hilang dan muncul lagi, tepat dihadapan Keng In, yang membuat si wanita cantik Keng In kembali terkejut dan takut.
__ADS_1
Tanpa sadar kaki Keng In, surut kebelakang dua langkah, dadanya terasa sedikit bedegup kencang hingga wajah terlihat pucat pias.
"A..a..apa yang kau mau..?" tanya Keng In yang tanpa sadar, suaranya gemetaran
"Mmm...mengapa kau ketakutan begitu, seperti melihat setan disaat aku mendekat ?" balik Tan Liong bertanya dengan sedikit senyum
"Kau..! siapa yang kau bilang ketakutan, uuh !" tungkas Keng In, dengan segera merubah sikap agar terlihat tegar dan wajar walaupun lututnya masih nampak gemetar
"Benar, aku lihat kau memang tidak takut padaku ! mmmm...... biarlah aku lihat isi jantungmu..!" suara yang dikeluarkan Tan Liong dirubah menyeramkan pendengaran
Menyaksikan roman muka dan suara Tan Liong berubah menakutkan, Keng In benar-benar syok. Wajahnya mulai memucat lagi, ketakutan yang teramat sangat, menyerang hati dan pikirannya, terbayang kematian sudah ada dibenaknya, membuat lutut kakinya, semakin gemetaran, seakan tidak kuat menopang tubuhnya.
Didalam hati Tan Liong tertawa, melihat ketakutan, yang tidak bisa ditutupi lagi oleh wanita cantik didepannya.
__ADS_1
Bagaimana..? Sudahkah kau siap untuk mati ?, karena disaat kau mati nanti, wajah cantikmu akan dinikmati ulat belatung yang sudah siap menanti ! haaa..haaa..haaa"
Ancaman Tan Liong dirasakan Keng In, sangat mengerikan. Dia membayangkan betapa, disaat dia mati, wajah cantiknya akan dikerumuni ulat belatung menjijikan. Tanpa sadar Keng In menunduk, menangisi nasib yang akan terjadi padanya nanti, sampai air mata seketika tumpah mengalir dipipi.
Tan Liong tidak tega menakuti-nakuti wanita cantik itu lebih lanjut, maka diapun berhenti dari sandiwaranya.
"Sudahlah...! hentikan airmatamu, aku tadi hanya bercanda saja padamu.! keangkuhanlah yang menjerumuskanmu jadi seperti ini !"
Keng in masih menunduk, ketika Tan Liong Mengucapkan kata-kata tadi. Walau dia bisa bernapas lega, namun rasa malu seolah-olah ditelanjanginya semua sifat sombong dan watak angkuhnya.
Dikala Keng In, hendak menengadahkan muka setelah mengumpulkan keberanian memandang pemuda didepannya, terlihat kedua pamannya berjalan perlahan sedikit tertatih-tatih mendekati mereka.
"Anak muda..! kami berterimakasih kau tidak membunuh kami, bahkan malah mau menolong menyembuhkan kami !" kata lelaki bewarna hitam, setelah mereka sudah didepan Tan Liong
__ADS_1