KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.44. Yan Guan


__ADS_3

"Mmm......! dengan bergerak cepat, malah terlalu cepat, bagaikan menghilang, Tan Liong menghindar dari serangan bokongan musuh.


Pukulan yang dilepaskan musuh mengujam mulut terowongan, menciptakan suara mengaung sangat keras saat bertubrukan, setelah suara berdentum terdengar, dinding terowongan menjadi korban, hancur porak poranda yang hampir menutupi mulut terowongan.


Tan Liong yang bisa lolos dari pukulan tadi, segera mendorong telapak tangan kearah penyerang gelap dengan tenaga dalam inti api Naga Emas. Benturan pun terjadi diantara mereka, kembali terjadi keretakan yang memakan korban, ialah sekat dinding pemisah terowongan yang terbelah hancur.


Dua orang yang ada didepan bangunan utama, muncul dihadapan Tan Liong dan orang yang membokongnya.


"Heii, siapa kamu ? apa maksudmu memasuki wilayah kami ?"


Pertanyaan yang diajukan salah satu dari dua orang yang baru datang, tidak dijawab Tan Liong, malah dia langsung memakpaki mereka dengan serangan Jurus pedang terbang Naga Emasnya.


Energi yang berbentuk pedang, melesat kearah dua orang itu dengan kecepatan menggiriskan. Kedua orang ini, melihat serangan pedang energi yang berkelebat cepat, berusaha berkelit namun terlambat.


"Craaaass.....craaaass !"


Pedang energi yang dilepas Tan Liong membelah kedua badan dua orang itu, yang seketika kehilangan nyawa.


"Kau siapa? kau bukan gerombolan mereka?" tanya pembokong Tan Liong terkejut, merasa salah menyerang orang saat melihat Tan Liong membunuh dua orang dari pemilik bangunan ini

__ADS_1


Tan Liong yang ditanya pembokongnya ikut terkejut pula.


"Apa...! aku !?.., aku kesini malah hendak menyelidiki mereka ini ! Kamu siapa ?" tanya Tan Liong curiga


"Aku kesini juga hendak mencari pamanku yang ditangkap mereka " jawab pembokong Tan Liong, yang sudah merasa salah tangan menyerangnya tadi


Keduanya yang merasa salah sasaran, sama-sama malu sendiri, hingga mereka berdua saling bercerita tujuan kedatangan mereka dan memperkenalkan diri masing- masing.


"Jadi saudara Guan menyangka tempat ini, tempat mereka menyekap paman saudara Guan?"


"Iya ! selama penyelidikan yang aku lakukan beberapa hari ini, mereka bertujuan memaksa pamanku memberitahukan tempat harta karun yang tersimpan. Mereka sudah mempelajari peta harta karun tersebut, tetapi mereka tidak tahu, bahwa petunjuk dari peta itu tidak lengkap "


"Tidak ! jangan kita kesana ! terowongan itu cuma perangkap yang mereka buat, untuk menjebak orang yang mencoba mencari tahu kegiatan mereka "


"Aaah. ! "


Betapa terkejut Tan Liong yang hampir memasuki terowongan didepannya. Rasa syukur, dengan ucapan terima kasih dia ucapkan kepada kawan barunya karena beruntung dia tidak memasuki terowongan.


"Jadi kemana mereka sesungguhnya..?" tanya Tan Liong merasa bingung

__ADS_1


Belum juga kawan barunya, yang diketahui bernama Yan Guan menjawab pertanyaan yang Tan Liong ajukan, mendadak terdengar suara ancaman orang dari luar bangunan.


"Keluar kalian .....! Kami sudah mengurung seluruh bangunan ini, kalian tidak bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup"


Mendengar ancaman yang ditujukkan kepada mereka berdua, Tan Liong dan teman barunya, Yan Guan saling toleh sejenak, sebelum tubuh mereka melesat keluar bersamaan.


Tiba diluar bangunan, mereka mendapati orang-orang telah berdiri mengurung tempat, dimana mereka berada didalam tadi.


Jumlah yang mengurung Tan Liong dan Yan Guan ada sekitar dua puluhan orang. Salah satu orang yang terlihat seperti pemimpin mereka, berdiri paling depan dengan tangan bertolak pinggang.


"Mmm..mengandal diri berdua saja, kalian sudah berani menyelidiki markas kami, sungguh besar nyali kalian ..!" Seru orang ini, yang nampak meremehkan melihat mereka berdua


Yan Guan teman baru Tan Liong yang lebih berangasan, nampak tidak suka di ajak bertele-tele langsung menyaut omongan orang ini.


"Kalian tidak usah banyak bacot, kebetulan kalian sudah berkumpul disini, jadi lebih gampang aku membunuh kalian semua..! tungkasnya dengan cepat


"Haaa haaaa haaa....betapa congkaknya..! untuk keluar dari sini saja kalian pikir gampang, ah..! malah hendak mau membunuh kami "


"Baik..... ! kita lihat saja, tidak usah kau banyak omong..!" jawab Yan Guan serta merta tanpa menunggu persetujuan Tan Liong dia membuka serangan

__ADS_1


__ADS_2