
Amarah Tan Liong perlahan-lahan mereda, bersamaan aura emas yang membungkus tubuhnya, juga ikut menghilang. Kesunyian mulai mengiringi suasana tempat Tan Liong berdiri sekarang.
Kematian Tuan Lee dan para begundal yang selalu mendampinginya tidak menghidupkan para penduduk, yang telah kehilangan nyawa mereka.
Tan Liong tercenung dalam lamunan tentang apa yang telah dia perbuat. Pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini, sudah benarkah apa yang dia perbuat ?.
Sampai akhirnya kesadaran menggembalikan ingatan, bahwa dia masih memiliki tugas yang sama sekali belum pernah dia selesaikan.
Perlahan Tan Liong melangkahkan kaki meninggalkan tempatnya berdiri, mengikuti kemana kakinya melangkah.
*******
Terik matahari terasa membakar kulit. Pepohonan banyak pada kering, hanya ranting dan dahan yang masih tertinggal. Orang-orang pada malas keluar rumah disiang hari, mereka lebih senang duduk-duduk atau tidur tiduran dirumah maupun disebuah bangunan.
Kemarau panjang telah membuat penduduk didesa ini menderita. Roda ekonomi menjadi tersendat dengan banyaknya lahan pertanian mereka, tidak bisa digarap. Tanah sawah mereka yang setiap tahun selalu basah, tidak pernah kekurangan air kini tandus dan nampak pecah-pecah kekeringan.
Dulu hal seperti ini tidak pernah terjadi, walaupun musim kemarau tiba, tanah sawah mereka selalu dialiri air dari sungai, disebelah desa mereka. Tetapi semua berubah, semenjak kedatangan orang-orang yang terlihat seperti orang dari dunia persilatan. Mereka mendirikan bangunan dekat sungai dan semenjak mereka menetap disana aliran air mulai berkurang, bahkan tidak mengalir sama sekali.
__ADS_1
Pernah ada dua tiga orang penduduk desa dengan hari yang berbeda, protes kepada mereka dengan mendatangi kediaman orang-orang itu, tetapi mereka kembali sudah tak bernyawa. Jasad mereka ditemukan penduduk, diluar tembok bangunan mereka, dibawah pohon bambu dekat sungai.
Semenjak kejadian itu, tidak ada lagi yang berani mengajukan protes. Mereka lebih memilih menderita dari pada kehilangan nyawa.
Siang itu, pada saat matahari sedang panas-panasnya bersinar, nampak seorang pemuda berjalan menuju warung makan didesa mereka. Pemuda itu memakai baju sastrawan, dari wajahnya terlihat letih seperti telah melewati perjalanan panjang.l
Pemuda yang bukan lain Tan Liong, mengambil tempat duduk disebelah luar warung makan. Hawa yang panas membuat dia merasa gerah dan haus, sehingga ketika baru saja tiba, dia sudah memesan minuman.
Dipandangi suasana desa yang dirasa begitu sepi. Tidak ada terlihat aktifitas dari penduduk desa, sehingga membuat Tan Liong sedikit keheranan.
"Boleh saya bertanya sedikit, paman ?" Tan Liong mencoba bertanya pada bapak pemilik warung
"Kenapa desa ini terlihat sepi begini, saya tidak melihat seorangpun lalu lalang dijalanan?"
"Kalau dilihat dari cuaca yang panas dengan hawa begini gerah, saya pikir mereka malas bepergian atau melakukan pekerjaan " jawab pemilik warung, setelah tadi agak lama diam untuk berpikir, baru bisa memberi jawaban
"Memangnya apa pekerjaan utama penduduk desa ini paman?" tanya Tan Liong lebih lanjut
__ADS_1
"Pekerjaan utama para penduduk disini sebagai petani ! tetapi....." jawab bapak pemilik warung, tetapi tidak jadi diteruskannya.
"Tetapi kenapa .....? kenapa tidak dilanjutkan ?" tanya Tan Liong penasaran
"Tetapi sejak mereka....... ! aahh, panjang ceritanya anak muda !" kembali dijawab dengan terputus
"Ceritakanlah paman! saya lihat ada sesuatu yang tidak wajar disini, mungkin saya akan bisa membantu !"
Pemilik warung setelah didesak terus oleh Tan Liong, akhirnya mulai bercerita panjang lebar tentang apa yang dialami oleh para penduduk desa, terutama para penduduk yang bekerja sebagai petani.
"Begitulah kejadiannya anak muda, mereka menutup aliran air kesawah para petani didesa ini !" jelas pemilik warung mengakhiri ceritanya
"Adakah warga disini mengetahui, siapa mereka ? dari mana mereka datang ?" tanya Tan Liong bertanya mencari keterangan tentang pendatang baru tersebut
"Entahlah...! kami semua tidak tahu dan apa tujuan mereka berada didekat desa kami !"
Tan Liong tampak termenung, berpikir untuk menyelidiki pendatang yang meresahkan para warga desa dan dia ingin memulai besok hari, setelah dia mendapatkan penginapan untuk istirahat, melepas lelah setelah melewati perjalanan panjang.
__ADS_1
"Terimakasih paman, besok saya ingin menyelidiki mereka, untuk hari ini saya ingin mencari penginapan untuk istirahat dulu !"
Setelah selesai membayar, Tan Liong berpamit mencari penginapan yang ditunjukkan oleh pemilik warung yang ada didesanya.