
"Haaahaaa lucu, kalian sungguh lucu ! Aku hanya mengatakan hal yang justru merupakan kebenaran. Kalian yang takut mabuk begitu ditawarkan minum lagi, hendak ngacir pergi dari tuan pelajar yang gagah itu, apakah aku salah ? " tungkas lelaki yang dipanggi nama Ju Gan tertawa menghina.
Didunia persilatan, nama Iblis Langit bumi sangat terkenal sebagai tiga jagoan yang memiliki ilmu beladiri hebat namun juga selalu menghindari minum sampai mabuk, karena mereka harus selalu siaga setiap saat dari musuh yang selalu mengincar mereka. Kelemahan inilah yang dipakai senjata oleh manusia cabul Ju Gan untuk menyerang harga diri mereka.
"Dimana-mana manusia cabul selalu mengumbar adat sendiri, merasa hebat dengan kemampuan hanya kelas kampung, berbuat sombong didepan wanita agar wanita kagum padanya, sungguh malang andai kata ada wanita yang tertarik pada lelaki pemogoran seperti itu ! " ucap Ni Shaw tak kalah pedasnya menyindir Ju Gan tanpa tanggung-tanggung lagi.
Sedetik wajah Ju Gan tampak merah karena jengah, kata-kata salah satu dari tiga iblis langit bumi yang paling muda itu, benar-benar menampar mukanya. Namun kembali wajah Ju Gan terlihat biasa, tersenyum lalu berkata pada iblis Langit bumi "Nyawa sudah diambang pintu neraka, kalian masih banyak bertingkah. Serahkan kotak kayu yang kalian bawa, mungkin hidup kalian masih bisa kami pertimbangkan ! "
Tiga iblis langit bumi benar-benar terkejut mendengar kata-kata Ju Gan. Mereka sama sekali tidak menyangka kotak kayu yang mereka bawa, diketahui oleh manusia cabul Ju Gan.
Selama ini, mereka sudah membawa kotak kayu yang berisi peta harta karun peninggalan mentri Gu Lam, Tanpa ada yang mengetahuinya. Kerahasian yang sudah begitu rapat, entah dari mana Ju Gan bisa mengetahui tentang kotak kayu yang mereka bawa, menjadi tanda tanya dalam diri mereka.
"Omong kosong ! kau asal bicara saja, apa maksudmu sebenarnya ? jangan-jangan engkau hendak mencari alasan untuk ribut dengan kami ! " Damprat Yo Jin marah.
"Haaahaaaa..kalian boleh saja membodohi orang lain tapi tidak untuk kakak shaw Ho kami, kakak silahkan keluar ! biar mereka tidak banyak omong kosong lagi " ucap Ju Gan yang tampak memanggil seseorang untuk datang memperlihatkan diri.
Seseorang yang duduk dari tadi disebelah kiri Ju Gan tampak berdiri lalu melangkah mendekati kesisi kiri Ju Gan.
__ADS_1
"Senang bertemu lagi dengan kalian, saudara iblis langit bumi yang terhormat " ucap lelaki yang baru tiba disamping Ju Gan dengan kata sindiran.
"Apa maksudmu, siapa kau ? " Tanya Yo Jin heran, karena tidak merasa kenal dengan orang yang menyapa mereka dengan kata sindiran itu.
"Haaahaaa... Kalian tidak ingat gunung Hongsan, masih tidak masalah, tetapi berani pura-pura lupa pada pemilik kuil Shen Ju, Kam Shaw Ho kalian pantas dibunuh ! " ucap lelaki yang mengenalkan diri sebagai Kam Shaw Ho terdengar datar menggidikan hati.
Paras ketiga Iblis Langit bumi seketika berubah pucat, sungguh tidak mereka percaya bahwa pemilik kuil Shen Ju dapat mengejar mereka sampai ditempat ini.
Kotak kayu yang berisi peta harta karun mentri Gu Lam itu, sebenarnya barang yang mereka dapatkan ditempat itu. Peristiwa memperoleh kotak kayu juga bukanlah sesuatu yang mudah bagi mereka saat itu.
Kam Shaw Ho pemilik kuil shen Ju bukanlah pemilik kotak kayu yang menjadi rebutan saat ini. Hanya saja ketika mereka bertiga mendapatkan kotak kayu tersebut, terjadi didaerah gunung Hongsan yang menjadi wilayah Kuil Shen Ju dan Kam Shaw Ho adalah ketua dari kuil tersebut.
Ketiga iblis langit terdiam sesaat, mereka masih memikirkan langkah untuk menghindari pertempuran yang mungkin terjadi, hal mana bisa mereka bertiga rasakan, dari cara mereka yang terlihat sudah terencana dan tersusun rapi.
"Ah..Kami sungguh merasa terhormat, hingga ketua kuil Shen Ju sampai turun tangan untuk mencegat kami, demi mendapatkan sesuatu yang tidak kami bawa " ujar sibrewok Lu Sang orang kedua dari iblis langit bumi, mencoba untuk berkilah.
"Kalian sungguh tebal muka ! mencoba untuk menipu kami dengan sandiwara kalian. Mungkin hanya dengan jalan kekerasan barang yang kalian bawa, baru bisa kalian serahkan "'ujar Kam Shaw Ho terlihat mengedipkan mata sebelah kepada Si cabul Ju Gan untuk menyerang, setelah dia menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
Kam Shaw Ho melompat menyerang ketiga iblis langit bumi diikuti Ju Gan dan si wanita cantik genit yang ada bersamanya.
Ketiga orang dari iblis langit bumi tidak ada pilihan untuk tidak meladeni, saat nyawa mereka hendak dikebiri. Keributan dari pertempuran satu lawan satupun terjadi, diruangan yang tadinya sangat menyenangkan untuk Tan Liong menikmati araknya.
Yo Jin yang meladeni Kam Shaw Ho bertempur paling seru, kekuatan mereka tampak berimbang. Ju Gan yang tadi begitu garang sebelum bertempur terlihat keteteran menghadapi sibrewok Lu Sang sedangkan si wanita genit malah terlihat seimbang melawan Ni Shaw. Ditilik dari sini, kemampuan si cabul Ju Gan ternyata ada dibawah si wanita genit yang selalu bersamanya.
Ju Gan yang merasa dibawah angin dan dalam tekanan lawan, melirik ke tempat duduk dua orang yang sedang memperhatikan pertempuran mereka. Tiba-tiba Ju Gan berseru pada mereka berdua.
"Kalian menunggu apa ? Kalian ingin aku binasa tanpa ingin membantu kami ! " seru Ju Gan dengan suara terdengar jengkel, melihat dua orang yang sekutunya hanya duduk menonton mereka bertempur.
"Haaahaaa tanpa perintah, mana berani kami hendak berebut pahala " ucap salah satu dari dua orang tersebut namun keduanya segera bergerak maju membantu Ju Gan yang dilihatnya keteteran.
Si brewok Lu Sang sekarang menghadapi keroyokan tiga orang rata-rata memiliki ilmu setara dengan ju Gan. Sebentar saja si brewok Lu Sang sudah tampak keteteran dibawah angin.
Tan Liong yang tadinya tidak ingin membantu karena melihat tiga orang dari iblis langit bumi yang dia kenal, tidak kalah dari lawannya. Sekarang mau tidak mau dia merasa harus turun tangan, melihat kecurangan yang terjadi didepan matanya.
"Sungguh hebat orang yang menamakan dirinya jagoan, tetapi menang dengan cara keroyokan "
__ADS_1
Suara Tan Liong terdengar begitu lantang, ditujukan kepada Ju Gan dan teman-temannya, membuat wajah mereka seketika merah padam karena malu terkena sindiran oleh pemuda sastrawan itu.
"Nyalimu begitu besar bocah, ku sobek mulutmu ! " umpat salah satu orang yang mengeroyok si brewok Lu Sang yang segera memisahkan diri menyerang Tan Liong.