
Sementara itu, disebuah rumah dinas yang didiami oleh Jendral Gu, tampak meja persegi empat yang lebar, diisi sepuluh orang sedang sibuk berunding. Beberapa dari orang-orang itu nampak gelisah, sedangkan salah satunya berdiri marah-marah, yang kemungkinannya adalah pemimpin dari semua orang-orang itu.
"Sungguh kalian itu tidak becus !!!" ,hanya pekerjaan kecil juga, kalian tidak dapat mengurusnya..!" dengan suara agak keras orang itu mendamprat sekutunya.
"Maafkan kami jendral..," surat itu sudah kami kirim dengan sangat rahasia sekali, utusan yang kami kirim adalah orang yang terbaik.tetapi entah siapa yang membocorkan rahasia ini, sehingga utusan kami terbunuh dan suratnya hilang " salah satu orang itu, yang terlihat seperti jagoan dari rimba persilatan, mencoba menjelaskan.
"Lalu aku dengar orang yang membunuh utusanmu, sudah dapat kau tangkap, sekarang dimana dia saudara Bong ?"
"Inilah yang menjadi tanda tanya bagi kami..!! Pada saat kita memisahkan diri, temanku Lo Kui berangkat ketempat, orang yang kami tangkap dan kami akan bertemu lagi sore itu tetapi setelah menunggu sampai malam dia tidak muncul, kami pun ketempat Lo Kui tapi tidak menemukan siapa pun disana, termasuk teman kami Lo Kui..!"
"Braaaaaak....!! Jahanaaam...!!! Siapa sesungguh mata-mata dikubu kita?" sambil memukul meja orang yang dipanggil jendral itu nampak tidak bisa menahan amarahnya.
"Panglima Su ! Tolong beritahu Iblis Malam Go Kwan, untuk membunuh Putra Mahkota malam ini juga, cari dia dibelakang rumah, ditempat biasa aku menyepikan diri !!"
__ADS_1
Semua yang hadir ditempat itu nampak terkejut, mendengar bahwa dedengkot silat yang terkenal kejam, lihai luar biasa dan yang barusan mereka perdebatkan sudah berada dikediaman jendral Gu
"Kalian pasti bingung dengan semua ini, bukan...?, biar aku beritahu kalian semua! ketika aku mendengar utusan kalian, yang membawa suratku terbunuh,.aku segera menghubungi pengawal pribadiku, untuk mengundang Iblis Malam Go Kwan ke tempatku"
"Jadi malam ini, kita bertindak segera !! kita rubah rencananya, karena aku tidak ingin suratku yang hilang sampai ke baginda raja lebih dahulu.." sambung Jendral Gu yang barusan kita ketahui, dari percakapan mereka.
"Untuk saudara Bong !" segera hubungi pangeran Yung agar bersiap-siap seperti yang sudah direncanakan dulu !"
"Baik jendral !!" seraya berbalik badan berlalu dari kediaman sang jendral menuju istana pangeran Yung.
******
"Sungguh besar nyalinya anak itu..!" suara baginda raja Tio Ong mengguntur.
__ADS_1
"Anak yang ku sayang dari kecil hingga besar, sekarang ini malah ingin menusukku dari belakang.!!!"
Baginda raja Tio Ong nampak gemetar ketika berbicara sambil menahan emosinya. Di depan sang raja terlihat menteri Li dan teman-temannya berlutut tidak berani mengangkat muka, memandang rajanya. Tan Liong yang ikut menghadap sang raja malah terlihat santai mengedar pandangan kesekeliling tempatnya berada.
"Ayahanda....Kalau benar kakak pangeran Yung ingin membunuhku itu pasti semua berasal dari hasutan jendral Gu..!! Putra mahkota yang ada disamping raja Tio Ong, mencoba melindungi kakak tirinya
"Mmmm....walaupun hasutan itu berasal dari jendral Gu, setidaknya kalau iya tidak berambisi ingin menjadi raja, semestinya dia tolak.!!" sang raja membantah alasan putranya.
Sejenak terasa hening setelah bantahan raja pada putranya, tetapi keheningan terusik tatkala beberapa benda yang sangat cepat, dari atas langit-langit istana menuju kearah sang putra mahkota.
"serrr...serrr...serrr.....!
"wuusssssss...!!! bagaikan kecepatan kilat, Tan Liong yang melihat kejadian itu bergerak menangkap benda tersebut dengan cara menggulung memakai lengan baju pelajarnya yang lebar.
__ADS_1
Ketika dijatuhkan ke lantai oleh Tan Liong, semua terkejut, bisa melihat ternyata benda tersebut adalah tiga pisau terbang yang sangat tajam diujungnya.