KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.85. Minum Arak


__ADS_3

An Bing dan Yo Wan yang sudah merasa baikkan dan mampu berdiri, mendekati saudara perguruan yang terluka terkena pisau terbang Liem Bo. Mereka merasa terpukul mendapati saudara perguruannya tidak dapat diselamatkan lagi. Mata pisau terbang itu telah menghujam terlalu dalam, telah melukai organ vital ditubuh saudara perguruannya.


Kesedihan terlihat dari wajah mereka berlima, kematian saudara perguruan yang telah mereka anggap sebagai saudara kandung sendiri melukai hati mereka. Salah satu dari mereka mengangkat tubuh saudara mereka yang terbunuh untuk meninggalkan restoran.


Pengunjung restoran sudah banyak meninggalkan rumah makan tersebut sedari tadi, sejak kedatangan Liem Bo membuat kekacauan, sehingga yang masih tinggal hanya beberapa orang termasuk Tan Liong.


An Bing bersama saudara perguruannya, tampak menghampiri tempat Tan Liong berada. Sebelum pergi mereka ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan pemuda itu.


"Saudara, kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuannya tadi " ucap An Bing mewakili saudara perguruannya mengucapkan terimakasih.


"Mana...hal mana itu ? aku hanya tidak ingin orang itu membuat keributan di tempat makan ini " ujar Tan Liong yang merasa rikuh, segera meneguk araknya berpura lain-lain, melihat mereka mengucapkan terimakasih sampai menundukkan tubuh.


"Pendekar sejati tidak pernah menyebut gelar, tidak pernah mengatakan diri sendiri adalah pendekar, kami mohon permisi ! " ucap An Bing yang mengajak saudara perguruannya meninggalkan restoran.


Sepeninggalan An Bing dan saudara perguruannya, Tan Liong kembali menikmati makanan yang baru saja dibawa oleh pelayan restoran. Dengan santai seperti tidak pernah ada kejadian sebelumnya, dia terlihat begitu lahap menghabiskan makanannya.


Usai menyantap habis makanan, Tan Liong memanggil pelayan untuk memesan arak tambahan untuk diminumnya dipenginapan, sambil sekalian dia terlihat meminta bon pembayaran kepada pelayan restoran ditersebut.


Keluar dari restoran Tan Liong dikejutkan oleh derap langkah kuda yang dipacu kencang, melintasi tempat dia berdiri. Terdiri dari tiga lelaki yang melihat perawakannya, seperti orang yang biasa hidup didunia persilatan. Mereka terlihat baru saja habis melakukan perjalanan jauh, terlihat dari debu tebal yang menempel dipakaian mereka bertiga.

__ADS_1


"Kelihatan mereka menuju ketempat, dimana diriku menginap " pikir Tan Liong saat melihat ketiga orang itu menghentikan kudanya ditempat dia memilih penginapan.


Ketika Tan Liong sampai ditempat penginapan, tiga orang tadi sudah memasuki kamar mereka diantar oleh karyawan penginapan. Tan Liong yang tidak ingin memasuki kamarnya terlalu awal, ingin mencari tempat minum yang nyaman.


Dirumah penginapan yang ditempati Tan Liong, merupakan penginapan paling besar didesa tersebut. Memiliki ruangan besar, tempat bagi orang yang menginap duduk santai menikmati teh atau minuman yang bisa dipesan bila merasa bosan didalam kamar mereka.


Tan Liong yang melihat ruangan itu sangat sejuk dengan pemandangan taman yang asri, merasa cocok baginya menghabiskan arak yang dibawanya disana. Diruangan itu hanya terlihat beberapa orang yang lagi duduk santai menikmati minuman mereka. Tan Liong mengambil tempat disudut jauh dari orang-orang agar tidak terganggu.


Sedang asyiknya menikmati arak, tiga orang yang tadi dilihat Tan Liong datang keruangan, dimana dirinya berada. Mereka tampak sudah berganti pakaian dan sudah membersihkan tubuh mereka. Ketiganya mengambil tempat duduk tidak jauh dari tempatnya.


"Hai saudara pelajar, kelihatan engkau sangat doyan minum " sapa salah satu dari mereka tersenyum.


"Boleh juga, asal tidak mengganggu saudara pelajar ! " ucap lelaki tadi kembali.


"Biarlah, saya yang ketempat saudara bertiga duduk, sekalian bisa berkenalan dengan saudara yang gagah " ucap Tan Liong dengan tertawa senang.


"Saudara pelajar terlalu memuji, kami hanyalah orang yang terbiasa dijalanan, bisa menambah teman dan berkenalan dengan saudara pelajar, kamilah yang merasa sangat beruntung" ujar salah satu tiga orang itu yang memelihara brewok diwajahnya, diiringi tawa lebar.


Tan Liong mulai tampak asyik tertawa bersama mereka, menghabiskan arak yang dibeli direstoran tadi. Diketahui olehnya, mereka bernama Yo Jin yang paling tua, Lu Sang yang brewokan suka tertawa dan Ni Shaw yang paling muda dan paling ramah.

__ADS_1


"Saudara Liong ini, apakah saudara lagi menuju ke kota raja ingin ikut ujian menjadi pejabat dikerajaan? " Tanya Yo Jin yang paling tua diantara mereka bertiga yang pembawaannya terlihat lebih serius.


"Hahaaahaa, kakak Jin suka bercanda ! pelajar bodoh sepertiku mana ada keberuntungan untuk menjadi penjabat dikota raja" jawab Tan Liong sambil tertawa.


"Bagaimana kalau kita tambah arak lagi ? " tanya Tan Liong mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Maafkan kami saudara Liong, kami tidak berani minum lagi, Besok kami harus siap-siap melanjutkan perjalanan " ucap Yo Jin dengan rasa bersalah.


"Haaa haaa tidak apa kakak Jin ! aku bisa mengerti kondisi kalian " ucap Tan Liong yang berusaha membuat suasana menjadi santai.


"Terimakasih saudara Liong, saat ini kami mohon undur diri untuk istirahat " ucap Ni Shaw tersenyum ramah, memohon diri untuk kembali kekamar mereka.


"Silahkan kakak Jin, kakak Sang dan kakak Shaw semoga kita bertemu lagi lain hari " ucap Tan Liong mempersilahkan mereka pergi.


"Haaaahaaaa ternyata tiga iblis langit bumi yang terkenal tidak takut raja setan dan siluman, sekarang mencoba menghindar takut mabok arak "


Terdengar suara sangat jelas dan nyaring berasal dari meja yang diduduki dua orang laki dan perempuan di sebelah kanan Tan Liong. Yang mengeluarkan suara tadi adalah lelaki tampan yang berusia sekisaran tiga puluhan. Wanita cantik yang berpakaian agak terbuka disebelahnya, terlihat tertawa cekikan mendengar omongan teman lelakinya, matanya selalu melirik genit ketempat Tan Liong berada.


Mendengar ucapan yang menghina harga dirinya, ketiga orang yang baru saja mohon pamit kepada Tan Liong seketika menoleh marah pada lelaki tampan itu.

__ADS_1


"Pedang tak bermata, apa maksud perkataan mu tadi, manusia cabul Ju Gan ? engkau hendak mencari masalah dengan kami bertiga ? " tanya Lu Sang mengancam marah


__ADS_2