KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.48. Kondisi Tan Liong


__ADS_3

Kematian memang suatu yang pasti terjadi didalam siklus kehidupan. Lahir hidup dan mati merupakan suatu rangkaian kehidupan yang tidak dapat dihindari.


Yan Guan menunggu kawan barunya Tan Liong, yang memerintahkan dia untuk mengawasi lelaki yang sekarang jadi tawanan, nampak terlihat gelisah. Dia yang sangat menghwatirkan Tan Liong yang sekian lama belum balik dari tempat musuh, ingin segera menyusulnya.


Berhubung dia tidak ingin mengecewakan sahabatnya, dia coba menahan diri agar tidak pergi menyusul Tan Liong.


"Anak Guan ! Mengapa kau mondar-mandir dan menggerutu dari tadi ? apakah semua ini karena kau memikirkan temanmu? " tanya paman Yan Guan, yang heran melihat keponakannya terlihat gelisah


"Benar paman ! biarlah aku tunggu beberapa saat lagi, andai dia tidak datang, aku hendak menyusulnya kesana " ucap Yan Guan mengiyakan apa yang ada dalam benaknya saat ini dan tanpa sengaja dia menoleh ke arah tawanan yang terlihat memandang dirinya


"Kau lepaskan lah aku, sejujurnya aku sudah merasa menyesal atas perbuatan yang aku lakukan selama ini, bila kau mau memberikan aku kesempatan hidup sekali lagi, aku berjanji akan merubah semua kelakuanku !" ucap lelaki yang menjadi tawanannya, yang menampakkan penyesalan dari wajahnya.


"Mmmm....masalah ini aku tidak punya hak untuk memutuskannya ! " ucap Yan Guan datar


Setengah harian sudah mereka ada dalam posisi menunggu. Kebosanan mulai menggerogoti hati Yan Guan yang mendapati Tan Liong belum juga kembali.


"Aaah..hari hampir mulai sore, dia belum juga kembali, jangan-jangan terjadi sesuatu terhadapnya..! seru Yan Guan penuh kegelisahan

__ADS_1


"Paman...! aku mau menengok dia kesana sekarang, bagaimana menurut paman ?" tanya Tan Liong yang hendak menyusul Tan Liong pergi


"Lepaskanlah aku, biar aku ikut membantu mu ! aku bersumpah, demi Tuhan, aku dan keturunanku, bila aku berbohong tidak merubah jalan hidupku, akan hidup sengsara seumur hidup !" seru lelaki tawanan ini disertai permohonan yang penuh penyesalan, memotong pertanyaan Yan Guan kepada pamannya.


"Bagimana Paman ? " tanya Yan Guan yang meminta nasehat dari pamannya


"Lepaskanlah dia terlebih dahulu, masalah jujur atau tidak, biarlah menjadi beban dirinya nanti " ujar paman Yan Guan dengan sabar


Dengan sedikit merasa tidak ikhlas, Yan Guan melepas totokan yang melumpuhkan lelaki tawanannya. Lelaki yang telah bebas dari totokan, nampak tidak tergesa-gesa berdiri, dibiarkan aliran darah ditubuhnya berjalan lancar kembali. Saat dirasa seluruh aliran darah ditubuh lancar kembali, dia segera bangun menggerakan tangan bersoja kepada kedua orang didepannya.


"Bagaimana denganmu paman? apakah paman hendak menunggu disini ? " tanya Yan Guan menoleh pamannya kembali


"Kalian berangkatlah, biarlah paman menunggu kalian disini !"


Setelah paman Yan Guan selesai berucap demikian, keduanya segera melesat kearah Tan Liong pergi.


"Saudara lioooong...!"

__ADS_1


Seruan sepontan dari Yan Guan, saat tiba ditempat pertempuran Tan Liong, mendapati temannya tergeletak dengan banyak darah disekujur tubuh. Keadaan kondisi tubuh Tan Liong sangat parah saat di temukan Yan Guan.


Tanpa menunggu lagi, Yan Guan mengangkat tubuh Tan Liong kembali ketempat pamannya berada. Kwee Tong yang ikut bersama Yan Guan memandang sekitar arena pertempuran, dia temukan dua tubuh orang yang tewas dengan cara yang berbeda. Saat dia perhatikan lagi, dia pun mengetahui dua jasad itu adalah jasad dari bekas ketuanya.


Bergidik hatinya melihat hasil pertempuran, yang membuat bekas ketuanya tewas mengerikan seperti yang dia saksikan saat ini. Setelah dirasa cukup matanya menyaksikan semua, Kwee Tong berkelebat menyusul arah Yan Guan pergi.


"Paman lihatlah....! apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan dia.." dengan sedikit tersengal membawa tubuh Tan Liong, Yan Guan bertanya kepada pamannya saat dia sudah tiba dekat pamannya berada


"Dekatkan tubuhnya kehadapanku, biar paman periksa dulu" sambi memegang tangan Tan Liong untuk memeriksa denyut nadi Tan Liong


Sedkit lama dia memeriksa untuk merasakan denyut nadi Tan Liong, membuat Yan Guan sedikit tidak sabar.


"Bagaimana paman! kondisi saudara Liong ? apakah bisa diselamatkan?"


"Sungguh membingungankan ! saat kuperiksa, tidak ada denyut nadinya tapi aku lihat dia masih ada napas...!, kecuali sebuah keajaiban saja yang bisa membuat dia kembali pulih sedia kala" ucap paman Yan Guan terlihat menyerah


"Ada sebuah jalan untuk menyelamatkannya...!" seru Kwee Tong nyeletuk setelah mendengar penjelasan paman Yan Guan

__ADS_1


__ADS_2