
"Ingat....bila mereka semua sudah masuk kedalam, segera kalian kabur lewat jalan yang aku sudah tentukan dan ledakkan semua bangunan ini, mengerti ?" kembali pangeran Kiang memerintah sambil memberi arahan kepada anak buahnya.
"Kami mengerti pangeran..!" seru delapan orang yang ditugaskan oleh pangeran Kiang secara serentak.
"Ayo kita pergi ! "
Dengan diikuti empat orang kepercayaannya, pangeran Kiang melesat kedalam bangunan kecil yang ada disebelah belakang kediaman miliknya, sebuah bangunan berbentuk patung besar seekor singa. Mereka tampak lenyap setelah melewati bangunan tersebut.
Selang beberapa waktu setelah pangeran Kiang bersama pengikutnya melenyapkan diri, terjadi ledakkan yang sangat dahsyat menghancurkan bangunan yang dimiliki pangeran Kiang yang menciptakan kebakaran dimana-mana.
Para prajurit dan perwira yang mendapatkan tugas mengepung bangunan kediaman pangeran Kiang, begitu terkejut mendengar ledakkan dan api yang membakar seluruh bangunan pangeran Kiang. Mereka yang tadinya ingin mendobrak masuk, seketika bergerak mundur menghindar sambaran bebatuan dari ledakkan yang terjadi.
Pangeran Kiang yang dapat meloloskan diri lewat jalan rahasia, sudah mempersiapkan hal tersebut sejak lama. Jalan rahasia ini memang dibuat untuk memudahkan dirinya melakukan pergerakkan yang berhubungan dengan persekutuan selama ini, hanya saja dia tidak mengerti perbuatannya begitu cepat tercium pihak istana yang membuat hatinya dipenuhi amarah dan rasa sedih, juga penasaran teramat sangat.
Saat mereka sudah keluar dari jalan rahasia tersebut, Mereka sudah ditunggu oleh pengawal yang dia tugaskan mengawal istri dan anggota keluarganya.
"Pangeran...!" seru prajurit pengawal yang segera berlutut melihat kemunculan pangeran Kiang bersama empat jagoan yang mereka tahu memiliki ilmu beladiri sangat hebat.
"Tidak usah banyak peradatan, segeralah berangkat, kawal keluargaku menuju tempat yang sudah aku tentukan " perintah pangeran Kiang yang terlihat sedikit kesal dengan suara agak ketus.
__ADS_1
"Baik pangeran...!
Prajurit yang mengawal keluarga pangeran Kiang mulai berangkat, berlawanan arah dengan jurusan yang ditempuh oleh pangeran Kiang.
Sesuai rencana, setelah keluarganya diungsikan ketempat aman, pangeran Kiang bermaksud menemui gurunya ditempat biasa mereka melakukan pertemuan. Keempat jagoan yang mengiringi pangeran Kiang tidak nampak bersuara dan selalu mengikuti langkah yang diambil sang pangeran.
"Berhenti..! kamu sudah terkepung pangeran Kiang !"
Baru saja kaki mereka menjejakkan tanah ditempat yang dituju, terdengar suara sangat lantang menghentikan langkah pangeran Kiang dan empat jagoan yang mengiringinya untuk melangkahkan kaki lebih lanjut. Mereka melihat disekeliling tempat mereka berdiri, bermunculan perwira-perwira yang merupakan pasukan khusus istana yang memiliki kemampuan bela diri hebat yang merupakan pasukan pilihan istana.
Terlihat pangeran Luan dan seorang pemuda berpakaian sastrawan yang bukan lain Tan Liong, berdiri paling dekat didepan pangeran Kiang dan empat jagoannya.
"Menyerahlah kakak pangeran ! semua rencanamu sudah diketahui oleh ayahanda raja " ucap pangeran Luan yang merasa sedikit sedih melihat saudaranya tersesat terlalu jauh.
"Kakak pangeran ! semua orang sudah mengetahui ini semua, lebih baik kakak pangeran menyerah sehingga ayahanda bisa memberi ampunan kepada mu " ucap pangeran Luan mencoba menasehati saudaranya.
"Diam kau ! kalaupun aku ingin membunuh orang saat ini, kaulah yang pertama...mampuslah !" hardik pangeran Kiang dan langsung menggerakkan tubuh menyerang pangeran Luan yang sangat dibencinya.
"Mundurlah kebelakang hamba pangeran..!"
__ADS_1
Terdengar suara lirih ditelinga pangeran Luan yang memerintah dia untuk mundur, bersamaan berkelebatnya tubuh Tan Liong yang segera bergerak maju menghadang serangan pangeran Kiang.
"Deeessss...!"
Terdengar suara beradunya dua tenaga dalam yang dilanjutkan gerakan saling adu pukulan dan tendangan dengan sangat cepat, saking cepatnya gerakan mereka yang terlihat hanya bayangan mereka saja.
Pangeran Luan yang melihat Tan Liong sudah menghadapi pangeran Kiang, segera memerintahkan pasukan khusus istana menyerang empat jagoan yang mengiringi pangeran Kiang. Pasukan khusus ini segera menyerang empat jagoan tersebut setelah mendapat perintah sehingga pertempuran pun mulai terjadi dengan serunya.
Adu pukulan dan tendangan yang terjadi antara Tan Liong dan pangeran Kiang mulai menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi. Setiap gerakan yang mereka lakukan terlihat mulai melambat namun selalu membawa angin yang dahsyat, yang menghancurkan arena sekitar pertempuran mereka.
Sampai akhirnya pukulan Tan Liong yang tidak sempat ditepis oleh pangeran Kiang, mengenai dada sebelah kiri yang membuat pangeran Kiang mundur kebelakang memuntahkan darah dari mulutnya.
Tan Liong sebelumnya sudah diberi perintah untuk menangkap pangeran Kiang hidup-hidup, telah membatasi tenaga pukulan yang mengenai dada pangeran itu, sehingga tidak sampai membuatnya mati.
"Siapa kau ? mengapa kau membantu pangeran Luan ? " tanya pangeran Kiang penasaran, setelah dadanya dilukai oleh lawannya.
"Aku pengawal pribadi raja yang ditugaskan menangkapmu ! " jawab Tan Liong sekena hati.
"Ternyata hanya hewan peliharaan istana juga, haaa haaaa, ...! "
__ADS_1
Belum juga selesai tertawa, pangeran Kiang sudah mulai menyerang Tan Liong dengan pedang. Aura dari jurus serangan pedang pangeran Kiang menekan kearah Tan Liong sebelum pedang itu meluncur mendekati tubuhnya.
Sekali lihat dan merasakan aura jurus yang dikeluarkan pangeran Kiang, Tan Liong sudah mengetahui jurus pedang yang digunakan pangeran Kiang yaitu jurus pedang Naga biru. Hanya saja jurus ini tidak akan bisa digunakan dengan luar biasa tanpa pedang Naga biru yang dimilikinya.