
Setelah keluar dari kediaman pangeran Kiang, Law Ki meluncur cepat lewat atas melompati setiap atap bangunan kota raja. Kecepatan tubuh Law Ki ketika melesat dengan ilmu meringankan tubuh begitu pesat, bagai bayangan setan berkeliaran ditengah malam.
Jarak kota raja Chin dengan desa Tihuna dan desa Losien dapat ditempuh sehari bila menggunakan ilmu meringankan tubuh tanpa berhenti. Law Ki yang mendapatkan tugas dari pangeran Kiang agar menghubungi mata-mata yang disebar didua desa, mencari orang yang bisa diajak bekerja sama, karena tidak ingin menunda tugas, maka tanpa membuang waktu Law Ki berlari tanpa berhenti sama sekali.
Seharian berlari saat sudah mendekati perbatasan wilayah desa Losien, Law Ki menuruni kecepatan larinya hingga bergerak melangkah seperti berjalan biasa. Sebagai penghubung Law Ki memang sudah sangat berpengalaman, segala gerak-gerik sudah dia pelajari demi mengurangi kecurigaan orang-orang.
Langkahnya tidak langsung mendekati jalan masuk desa Losien tetapi memutar dan memasuki sebuah jalan setapak menuju arah sebuah rumah sederhana di pinggir desa Losien.
Ditempat itu sudah ada seorang yang menunggu kedatangan Law Ki. Dia adalah seorang lelaki memakai pakaian orang desa pada umumnya, memiliki wajah tirus dengan kumis sedikit tebal.
"Kakak Law Cu , senang berjumpa lagi dengan mu ! " seru Law Ki menyapa saat dia sudah berada dekat orang tersebut.
"Ada tugas barukah dari pangeran, adik Ki ? " ucap orang yang dipanggil kakak Law Cu menyapa kedatangan Law Ki dengan pertanyaan.
"Engkau pikir satu harian aku berlari tanpa henti, kalau bukan suatu yang penting harus disampaikan tidak bakalan aku melakukan hal ini ! benar-benar menyebalkan ! " ucap Law Ki yang terlihat sangat kesal.
"Berita apa yang engkau bawa adik Ki ? kita yang merupakan saudara kandung , setelah semua ini selesai bisa menikmati kekayaan dan jabatan yang sudah lama kita impikan. Jadi bersabarlah !" ucap lelaki yang dipanggil kakak Law Cu menasehati.
__ADS_1
"Huh... si brengsek Kiang, sekarang menugaskanmu untuk mencari orang yang menguasai kitab dari dua desa untuk diajak kerjasama " jelas Law Ki setengah mengumpat.
"Baguslah ! tugas ini malah jadi lebih mudah bagiku, ketimbang disuruh mendapatkan kitab " ucap lelaki bernama Law Cu terdengar senang.
"Ya sudah, kalau kakak merasa hal tersebut lebih mudah dilakukan. Dimana adik Law San ? " tanya Law Ki yang hanya melihat kakaknya seorang.
"Saudaramu sedang keluar, sebentar juga dia balik ! " jawab Law Cu
Karena hanya ada mereka berdua, sambil menunggu kedatangan saudara yang lebih muda, Law Ki menggunakan waktu istirahat berbincang-bincang dengan saudara tuanya.
Law Ki merupakan tiga bersaudara yang memiliki ilmu bela diri yang didapat dari kedua orang tuanya yang merupakan seorang jagoan yang telah mengasingkan diri.
Melihat ilmu beladiri mereka sangat hebat walaupun dikeroyok banyak orang yang memiliki ilmu beladiri diatas rata-rata, sekelas perwira tetapi mereka tampak santai menghadapi, membuat pangeran Kiang tertarik dan menghentikan pertempuran tersebut. Setelah didamaikan ternyata ada kesalahpahaman diantara mereka dan pengawal kerajaan, mereka bertiga lalu dibebaskan.
Pangeran Kiang yang tertarik pada mereka bertiga, merayu dan mengajak mereka bekerja padanya. Ketiga bersaudara ini, karena belum memiliki pengalaman, tanpa mempertimbangkan apapun segera menyetujui usul pangeran Kiang untuk bekerjasama dengan dirinya. Itulah sekelumit cerita tentang tiga bersaudara bermarga Law.
Disaat saudara termuda mereka sudah datang, mereka bertiga kembali berbincang hingga larut malam melepas rasa kangen karena cukup lama tidak bertemu.
__ADS_1
Besok paginya Law Ki sudah berangkat untuk kembali ke tempat pangeran Kiang. Perjalanan kembali kediaman pangeran Kiang, dilakukan dengan santai tidak tergesa-gesa seperti saat dia datang.
Saat melintasi jalan yang sepi dipinggir sebuah hutan, didepan jalan yang hendak dilintasi, seorang yang masih muda sudah menunggu Law Ki berdiri menghadang perjalanannya.
Pemuda yang bertubuh tinggi tegap, memakai baju sastrawan terselip sebuah pedang menggantung dipunggungnya. Law Ki yang melihat ini tentu saja sangat heran, melihat pemuda yang tidak dikenal seperti menunggu kedatangan dirinya.
"Hei saudara muda, mengapa kau sengaja berdiri menghalangi perjalananku ? " tanya Law Ki yang merasa terganggu dengan perbuatan pemuda didepannya.
"Law Ki..., aku akan menangkapmu! kamu telah bekerja membantu pangeran Kiang yang hendak memberontak ! " ucap pemuda itu dengan suara dingin mengancam.
"Kamu siapa ? kamu jangan asal menuduh orang ! " seru Law Ki agak terkejut dengan ucapan pemuda didepannya.
"Aku ini siapa, tidak perlu engkau tahu ! yang jelas engkau akan ku tangkap untuk.dihadapkan kepada putra mahkota " ucap pemuda didepannya dengan suara sangat dingin menusuk.
"Hebat sekali omonganmu ! coba tunjukkan bualanmu itu " ucap Law Ki yang sangat geram dengan pemuda didepannya, langsung menghantam dengan Tenaga dalam penuh.
"Jangan membuang buang tenaga sia-sia..!"
__ADS_1
Tubuh pemuda itu masih diam saat berbicara, tidak terlihat dia mengindar tetapi saat pukulan Law Ki sudah sangat dekat mendadak tubuh pemuda berkelebat seperti siluman menghilang sehingga pukulan Law Ki mengenai tempat kosong.