
Jarum pancing menghujam ke arah jantung Tan Liong, yang masih duduk-duduk santai dibawah pohon. Begitu mengenai tubuh Tan Liong jarum pancing orang tua itu terpental bengkok seperti membentur logam baja.
Terkejut bukan kepalang orang tua itu, menyaksikan senjata pancing yang telah mengambil nyawa banyak orang, tidak mempan terhadap seorang pemuda pelajar dan malahan senjatanya rusak.
"Boleh juga kau, anak muda !" coba kau terima ini...!"
Orang tua itu melesat melakukan pukulan beruntun secara cepat ke arah delapan bagian tubuh Tan Liong. Setiap pukulan yang dilepaskan menghasilkan, hawa yang sangat beracun.
Tan Liong yang diserang, tetap dalam posisi duduk santai, sampai setiap pukulan itu tiba, hanya badan atas tubuh yang bergerak menghindar tanpa membalas.
Orang tua itu semakin terkejut, mengetahui anak muda yang jadi lawannya, sama sekali tidak membalas, bahkan untuk mengindari pukulan yang dia lepaskan, pemuda itu hanya menggerakan badan tanpa menggeser posisi duduknya. Setahu dia, setiap pukulan yang dia lepaskan, Kecuali Majikan dan putri majikannya sendiri, tiada yang berani menghindar dengan cara yang ditunjukan oleh pemuda tersebut.
"Mungkinkah dia seorang, yang sudah menguasai tenaga dalam paling puncak?" batinnya dalam hati
Karena masih tidak percaya dengan usia muda bisa memiliki tenaga dalam sampai puncak, orang tua itu mulai mengeluarkan jurus tenaga dalam tingkat tinggi.
__ADS_1
Dari seluruh tubuh orang tua itu mengeluarkan hawa beracun yang sangat berbau, menusuk hidung, kekuatan racun yang dikeluarkan mampu membunuh orang yang mencium hawa racun itu. Tangan nampak menyilang menghimpun tenaga ketelapak tangan, yang perlahan mulai berwarna biru, dengan cepat tangannya didorong kedepan kearah Tan Liong. Suara menderu diselingi bau racun melesat menghantam tubuh Tan Liong yang baru saja berdiri.
"Blaaaaaaar...!
Tubuh Tan Liong yang terhantam pukulan orang tua itu, nampak tidak mengalami apa-apa, malahan Tan Liong masih menampakkan senyum dibibir.
"Apa hanya seperti itu sajakah kemampuan yang bisa kau tunjukkan, kakek tua?" ejek Tan Liong memanasi
Terperangah dengan sedikit tidak percaya, orang tua itu, memandang pemuda yang dipukulnya seperti melihat iblis. Ketakutan mulai merasuki hati dan pikirannya.
"Sadarlah kakek tua, kau bukan lawanku ! sekarang pergilah, sebelum hatiku berubah pikiran...!" perintah Tan Liong sedikit mengancam
"kau.....! kubunuh dirimu jahanam..!
Dengan emosi karena merasa terhina, kakek tua itu menyerang lagi dengan sepenuh tenaga bermaksud mengadu jiwa. Namun setiap serangan yang dilakukan, mengenai tempat kosong, membuat dia membuang tenaga sia-sia.
__ADS_1
Menyaksikan kebandelan orang tua itu, Tan Liong sedikit kesal lalu memberi sentilan dibelakang tubuh orang tua tersebut, yang membuatnya muntah darah.
"Dengar kakek tua, kau sampaikan kepada majikanmu ! jika masih menganggap daerah telaga ini miliknya, aku tak segan-segan menghabisi dirinya, camkan itu...!" ancam Tan Liong
"Cepat minggat dari hadapanku..! perintahnya cepat
Membawa sakit hati dan terhina harga diri, membuat dia mengambil keputusan mencari majikannya untuk diajak melawan Tan Liong.Dengan tertatih-tatih mendekap dada menahan sakit dia mendayung perahu menuju ketengah telaga.
Kembali Tan Liong mengaso, duduk dibawah pohon lagi. Beberapa saat kemudian dia bangun, melangkahkan kaki menyusuri tepian telaga.
Entah firasat apa yang dirasakan Tan Liong, hatinya merasa tidak nyaman, seperti suasana telaga yang tadi indah berubah menjadi lebih misterius dan angker.
Dicobanya untuk mengabaikan perasaan tersebut dengan tetap melangkah santai menyusuri tepian telaga, sampai dia mencium bau wewangian aneh, yang tidak biasa dia cium sebelumnya.
Tiba-tiba pori-pori kulitnya mulai berontak, napas Naga yang dia latih, mulai melakukan perlawanan. Tan Liong baru menyadari bahwa ada musuh kuat menggunakan ilmu hitam mulai menyerangnya.
__ADS_1