KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.60.Terbuka Kedok Tetua Ryu Shen


__ADS_3

"Kurang ajar, mereka benar-benar tidak tahu diri ! "


Dari tadi tetua Ryu Shen mondar-mandir, nampak marah dan memaki-maki tetua-tetua yang ada diperguruan, Setelah dia berada dikediamannya.


"Kamu tidak usah meluapkan amarah seperti itu Mo Ko ! amarahmu dapat merugikan rencana kita, sekarang waktunya untuk bertindak, cepat kau panggil dua muridmu kesini ! ada tugas yang hendak kuberikan pada mereka ! " kata seorang lelaki yang duduk dikursi didepan tetua Ryu Shen yang dipanggil mo ko, sedang berdiri mondar-mandir dari tadi.


"Kakak Mo, kamu ada rencana apa ? " tanya Ryu Shen seketika berhenti mondar-mandir dan mendekati orang yang dipanggilnya kakak Mo


"Sebentar lagi kamu akan tahu sendiri ! ini sudah waktunya kita bertindak, kamu harus selalu ada didekat mereka dan tetap jalankan sandiwaramu, akan aku jelaskan rencanaku itu, nanti padamu ! " kata lelaki itu menjelaskan rencananya.


Mendengar penjelasan dari orang yang dipanggilnya kakak Mo, tetua Ryu Shen segera pergi untuk memanggil murid yang selalu melaksanankan perintahnya, dua murid yang bernama Hu Song dan Wan Lung.


Tidak begitu menunggu lama, Ryu Shen sudah balik ketempat lelaki yang dipanggil kakak Mo, bersama kedua orang yang diminta bantuannya.


Mereka nampak serius mendengarkan penjelasan yang diberikan lelaki itu tanpa pernah memotong penjelasannya. sekitar sepeminuman teh, dua murid yang dipanggil tadi sudah memohon pamit untuk melaksanakan perintah yang diberikan.

__ADS_1


*********


Dihari kedua diperguruan Teratai Hati Suci, terjadi kehebohan lagi. Tetua-tetua yang diharapkan bisa memimpin sementara proses pergantian ketua tidak bisa hadir, menyebabkan kebingungan pada semua anggota perguruan.


Tetua-tetua perguruan mengalami kelumpuhan, membuat mereka tidak bisa menggunakan tenaga dalam lagi. Mereka baru menyadari kelainan yang mereka rasakan, setelah tadi malam disaat mengadakan rapat sesama tetua perguruan yang dipimpin oleh tetua Ryu Shen, mereka disuguhi minuman yang mereka baru sadari sekarang adalah, minuman yang mengandung racun yang telah melumpuhkan mereka.


Setelah tidak mampu menggunakan tenaga dalam, tetua Ryu mengancam mereka bila berani menentangnya, akan menghabisi anak murid dan keluarga mereka semua. Memikirkan keselamatan anak murid dan keluarga, mereka hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat apa.


Tetua Ryu Shen yang merasa semua sudah dibawah kendalinya, mulai membuka kedok siapa dia sebenarnya. Dia mulai mengumpulkan semua anggota perguruan, untuk memberi perintah pemilihan ketua. Tetua Ryu Shen yang berdiri bersama lelaki yang dipanggil kakak Mo bersama anak murid yang sudah menjadi pengikutnya, berada dibelakang dia berdiri.


Terdengar suara berbisik sangat ramai, mendengar penjelasan tetua Ryu, mereka nampak bingung dan banyak yang terlihat tidak setuju dengan proses pemilihan ketua yang dilakukan seperti terlalu dipaksakan.


"Semua diam.... ! bagi yang merasa tidak setuju, bisa maju kedepan menerima hukuman ! " terdengar nada suara tetua Ryu membentak marah, menyaksikan banyak anggota perguruan berani melawan tidak setuju.


"Kami protes...! anda sebagai tetua, tidak boleh sewenang-wenang mengajukan diri tanpa adanya persetujuan dari tetua-tetua lain perguruan ini ! " ucap seorang dari lima orang yang maju menentang keputusan tetua Ryu Shen dengan wajah terlihat marah.

__ADS_1


"Kamu hanya murid kepala disini, berani sekali menentang keputusanku, kalau tidak dihukum akan menjadi contoh buruk bagi anggota lainnya !" kata tetua Ryu Shen penuh kemarahan sambil mengayunkan tangan memukul dengan Tenaga dalam.


"Kalian berlima mampus saja ....!"


Sinar berwarna putih menerjang kelima orang yang berdiri didepan tetua Ryu Shen, gemuruh suara pukulannya saat diayunkan kedepan memekakkan telinga. Kelima orang yang protes tadi sangat terkejut dengan kejadian ini, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa perbuatan yang mereka lakukan, membuat tetua Ryu Shen langsung menyerang untuk membunuh mereka sehingga mereka hanya bisa pasrah tanpa sempat melakukan persiapan melawan.


"Jangan asal membunuh anak murid perguruanku ! " terdengar suara berkesiuran dibelakang kelima orang yang hendak dibunuh oleh tetua Ryu Shen dan langsung menyambut pukulan yang dilepas tetua Ryu Shen.


"Duuuaaaaar......"


Ledakan begitu dahsyat terdengar, ketika dua kekuatan beradu yang juga membuat getaran disekeliling tempat kejadian berlangsung.


Kedua tubuh terlempar kebelakang setelahnya. Tetua Ryu Shen tampak berdiri dibelakang sedikit terhuyung-huyung dan cepat memperbaiki kuda-kudanya. Wajahnya nampak emosi sekali, segera memandang orang yang berani menghadang pukulannya.Tetapi betapa kaget hatinya, saat dia melihat orang yang telah membuatnya terpental hingga mundur kebelakang tadi.


"Kau ? "

__ADS_1


__ADS_2