
Suhu yang panas bersama, hembusan angin yang sejuk membuat mata Tan Liong mulai terasa mengantuk. Kelopak matanya mulai terasa berat untuk dibuka, Tan Liong mulai tertidur di bawah sebatang pohon yang tumbuh dihutan itu.
Belum ada beberapa lama dia tertidur, telinganya sudah terganggu mendengar suara orang berbicara dengan sedikit pelan dibalik lebatnya dedaunan.
"Adik Lung ! sudah bereskah pekerjaan yang aku berikan selama ini ? " terdengar suara serak seorang lelaki bertanya
"Tenang saja kakak Song ! sesuai dengan rencana, setelah beberapa bulan ini, racun tersebut akan mulai bekerja setelah takaran didalam tubuhnya sudah terkumpul, sesuai aturan penggunaan racun kalajengking " terdengar suara balasan dari lelaki yang dipanggil adik Lung menimpali
"Bagus ! semakin cepat dia mampus, semakin cepat guru bisa menggantikan posisinya...haaahaaaa ! " kembali terdengar suara serak diiringi tawa puas
"Dan kakak Song bisa menjadi tetua, menggantikan guru bersama ku heehee...!"
"Adik Lung ! mari kita kembali keperguruan, agar guru tidak bingung mencari kita "
Terdengar langkah kaki, berjalan keluar dari hutan menuju arah belakang perguruan Teratai Hati Suci. Tan Liong yang menguping percakapan mereka berdua, segera bangkit dan membuntuti mereka dari belakang.
__ADS_1
Ketika mereka berdua sudah tiba dibelakang tembok bangunan perguruan yang tinggi, Tan Liong yang melihat mereka dari kejauhan, melompati tembok, mempergunakan tali yang mereka sembunyikan dibalik lebatnya semak-semak yang tumbuh dekat tembok.
Setelah tubuh mereka lenyap dibalik tembok perguruan, Tan Liong segera melayang keatas memperhatikan arah tujuan mereka pergi. Keduanya terlihat berjalan menuju sebuh bangunan besar yang terlihat seperti kediaman seorang tetua perguruan.
Secepat kilat tubuh Tan Liong melayang mendekati bangunan tersebut dan turun diatas genteng. Untuk mengetahui isi dalam bangunan, Tan Liong membuka tutup genteng lalu mengintip kebawah.
Matanya menyaksikan isi dalam bangunan ini dipenuhi berbagai pajangan-pajangan mahal dan indah. Tampak seorang lelaki berumur memakai jubah warna hitam sedang duduk bersila disebuah ruangan semedi. Sebuah kitab diatas meja kecil terlihat terbuka ada didepannya.
"Tetua Ryu....murid Lung dan murid Song mengunjuk hormat pada tetua.."
Melihat jubah hitam yang berlambang teratai yang digunakan lelaki ini, Tan Liong bisa mengenali bahwa lelaki ini adalah tetua Ryu dari partai Teratai Hati Suci, yang diceritakan oleh saudara Kwee Tong.
"Ada apa kalian mengganggu latihanku ?" tanya lelaki yang dipanggil tetua Ryu dengan suara sedikit gusar
"Maafkan kami tetua, kami hanya ingin melaporkan perkembangan tugas yang kami jalani sudah beres, sekarang hanya menunggu petunjuk tetua lebih lanjut ! " jawab lelaki yang terlihat bertubuh lebih kecil dari yang sebelahnya yang dipanggil adik Song
__ADS_1
"Bagus ! kalian memang orang yang dapat diandalkan, sekarang kalian boleh istirahat dulu dan ini bawa uang untuk kalian pakai bersenang-senang, nanti aku cari kalian untuk tugas berikutnya heeeeheeee..!" ujar tetua Ryu Shen sambil meronggoh dua buah kantong uang lalu dilempar kepada mereka masing-masing
"Terima kasih tetua ! kami segera mengundurkan diri .." seru mereka bersamaan
Berlalunya mereka dari hadapannya, tetua Ryu kembali melatih ilmu jurus yang sudah hampir menuju tahap akhir. Jurus ini lebih menekankan penggunaan Tenaga dalam tingkat tinggi. Penggunaan jurus ini hanya bisa dikuasai, bila orang itu sudah mencapai tenaga dalam tingkat roh ratu.
Aura yang dipancarkan oleh tetua Ryu, saat dia mencoba melatih jurus terakhir yaitu jurus pukulan teratai membelah samudra, sangat luar biasa dirasakan Tan Liong yang berada diatas genteng. Kekuatan jurus terlihat sangat ganas, mampu menghancurkan lawan sekali pukul.
Lama latihan tetua Ryu membuat Tan Liong yang memgintip dari celah atap genteng mulai terlihat dia bosan. Tubuhnya digerakan melayang pindah kearah bangunan kecil dekat dia berada tadi. Ketika dia memeriksa, ternyata tak ada apa-apa yang bisa dipakai bahan penyelidikan.
Ada banyak bangunan besar, terpisah cukup jauh diperguruan Teratai Hati Suci yang memiliki area sangat luas sekali. Setiap bangunan besar, pasti dikelilingi bangunan kecil-kecil disekitarnya. Tan Liong yakin bahwa bangunan kecil-kecil pastilah bangunan anak murid yang mendiami tempat tersebut dan bangunan besar milik tetua-tetua perguruan.
"kemana perginya dua orang tadi ?" batin Tan Liong yang tidak menemukan lagi dua orang yang dia ikuti dari hutan tadi
"Biar ku coba memeriksa kedalam gedung tetua Ryu lagi, siapa tahu aku akan temukan sesuatu.." batinnya yang segera melayang turun menuju arah bangunan tetua Ryu
__ADS_1