KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.28..Rumah makan


__ADS_3

"Saya bernama Tan Liong, kakek-kakek yang baik. Tujuan saya menghentikan pertandingan yang tidak berguna ini sebenarnya, demi kebaikan mereka juga !" jelas Tan Liong


"Andai kata, salah satu dari mereka terluka dalam pertandingan tadi, apakah tidak menimbulkan benci dan dendam?" kembali Tan Liong menjelaskan alasan menghentikan pertandingan mereka.


Mendengar alasan Tan Liong yang masuk akal tentang kemungkinan yang akan terjadi, maka terkejutlah mereka, bahwa selama ini mereka lupa dan baru menyadari, bahwa pertandingan mereka dulu, sangat berbeda dengan pertandingan yang diwakili oleh cucu-cucu mereka.


"Anak muda, engkau benar ! mengapa kami sampai tidak berpikir sejauh itu dan kini baru kami menyadari, ambisi menjadi yang terkuatlah, yang menutupi pikiran sehat kami"


"Maafkan saya, bukan bermaksud memberi nasehat'! hanya tidak ingin melihat persaudaran menjadi retak, gara-gara hal ini" ujar Tan Liong


"Kami malah berterima kasih, merasa dibukakan pintu hati, yang lama tertutup oleh ambisi bodoh kami" kata Si Thian, yang disetujui oleh temannya berdua


"Baiklah, sekarang saya mohon diri ingin melanjutkan perjalanan lagi " ucap Tan Liong sambil memohon diri hendak berlalu.


"Tunggu dulu anak muda, kami sedikit heran dengan caramu yang membuat kami tak mendengar kedatanganmu, sewaktu mendekati kami" tanya Shaw Yuan penasaran yang diamini oleh sahabatnya

__ADS_1


"Bolehkah saya tunjukan sambil saya berlalu dari sini ? tanya Tan Liong, yang bermaksud pergi biar tidak ditanya lebih lanjut


"Mmmmm.....silahkan !.asal kami dapat melihatnya, bagi kami cukup sudah! jawab Shaw Yuan dengan segera


"Baik,.perhatikan !!"'bersamaan selesai ucapan Tan Liong, terlihat cahaya emas sekelebatan mata tanpa ada suara terdengar, Tan liong hilang dari hadapan mereka


Melihat cahaya emas muncul sebentar sebelum Tan Liong lenyap dari hadapan mereka berlima, ketiga kakek-kakek tersebut baru ingat tentang Ilmu Naga Emas yang tersohor, yang telah lama lenyap sehingga mereka menjadi terkejut menyaksikan kedahsyatan ilmu itu.


"pantas saja kita tidak mendengar apa-apa, ternyata anak muda itu menguasai ilmu yang sudah lama lenyap dan menjadi legenda jaman dulu" ucap Lu Kong seperti berbicara pada diri sendiri.


Seperti biasa, pertama-tama yang disinggahi Tan Liong adalah rumah makan, yang pada saat dilewati tercium bau sedap masakan menggugah selera. Tan Liong mengambil tempat duduk yang menghadap jalan besar, dengan begitu, dia dapat menyaksikan orang lewat lalu lalang setiap saat.


Rumah makan ini, memiliki bangunan yang lumayan besar, dapat menampung banyak tamu yang ingin singgah untuk makan. Pada saat ini, kebetulan tamu yang memenuhi meja makan tidak begitu banyak, sehingga masih banyak meja yang masih tersisa.


Tidak menunggu lama, pesanan Tan Liong sudah dijadi dihantar oleh seorang pelayan yang terlihat ramah dan murah senyum.

__ADS_1


"Kalau ada tambahan lagi, tuan bisa panggil saya lagi " kata pelayan itu sambil berlalu dari hadapan Tan Liong


Sedang asiknya menikmati bebek panggang yang hampir habis masuk keperutnya, disamping Tan Liong, terdengar bentakan suara wanita diringi suara meja dipukul.


Braaak..! apa maksud kalian mengganggu, dengan menimpuk biji kacang ke tubuhku ?


Tan Liong menoleh kesamping, mendapati seorang wanita muda berdiri dengan tangan bertolak pinggang, mengarah pandangan matanya pada meja makan didepannya, yang di tempati tiga lelaki yang tersenyum ceriwis cengar-cengir.


"Nona manis, kenapa kau marah-marah! nanti wajahmu yang cantik akan terlihat jelek, coba lah tersenyum." kata salah satu dari tiga lelaki itu merayu


"Kau...! kalian sungguh menjijikan..!


Lelaki yang disamping wanita muda itu, nampak tidak senang dan mengajaknya meninggalkan warung makan


"Haaa..haaaa..! lihat itu lelakinya, seperti banci yang selalu bersembunyi diketiak wanita, heeee heeee" ejek lelaki tersebut lagi

__ADS_1


Tanpa mengindahkan ejekan yang dilontarkan ketiga lelaki itu, mereka pergi meninggalkan warung makan dengan wajah tidak senang.


__ADS_2