KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.66. Warga desa Tihuna


__ADS_3

"Itu hal yang jauh lebih bagus, ajak dia duduk disini!" jawab Tan Liong dengan suara datar


Lelaki tua yang telah dilepas Tan Liong, mendekati meja yang dihuni Tan Liong dan lelaki berkumis tebal. Sebelum duduk, lelaki tua ini menjura kepada Tan Liong.


"Maafkan aku sebelumnya saudara muda, aku pun hendak menjelaskan sebab dari perbuatan yang aku lakukan kepadamu "'ucap lelaki ini dengan sikap yang terlihat tegas dan jantan


"Silahkan duduk ! mari kita bicara disini tentang perbuatan saudara tua " ucap Tan Liong mempersilahkan lelaki tua itu untuk duduk semeja dengannya.


"Pelayan... tolong tambahkan arak, bawa kemari lagi dua kendi!" seru lelaki berkumis yang memanggil pelayan rumah makan dengan suara lantang


"Sekarang, bisakah diceritakan kepadaku ! apakah yang sebenarnya tejadi? " tanya Tan Liong setelah lelaki tua itu duduk dibangku yang ada dimejanya


"Begini saudara muda, kenapa kami menyangka engkau adalah mata-mata yang diperintahkan memasuki desa kami ....." jelas lelaki tua itu mulai bercerita

__ADS_1


Di dalam hutan yang sangat luas ini, dimana ada tiga desa yang sangat terkenal karena keunikannya. Setiap desa itu masing-masing memiliki ciri Khas dan kemampuan ilmu bela diri yang sangat tinggi. Desa Tihuna yang dimasuki Tan Liong sekarang adalah desa yang semua warganya memiliki kemampuan sebagai pembuat senjata perang yang sangat hebat, disamping ilmu bela diri yang dikuasai mereka.


Desa Losien adalah sebuah desa yang warganya memiliki kemampuan dibidang tata negara, sastra dan kebudayaan. Kebanyakan warga didesa Losien mengenakan pakaian sastrawan yang menyebabkan Tan Liong dicurigai sebagai mata-mata dari desa itu.


Yang terakhir adalah desa Yoktian, desa yang warganya memiliki kemampuan mengobati orang sakit yang sangat luar biasa. Kebanyakan dari warga desa Yoktian, menjadi seorang tabib yang handal dan hebat.


Tiga desa ini, dari dulu selalu hidup rukun dan saling melengkapi kebutuhan desa masing-masing. Tetapi semenjak datang dua orang utusan yang berasal dari kerajaan Chin, kedamaian dari tiga desa ini mulai retak dan bermusuhan. Utusan itu berasal dari kerajaan bagian berada dibawah kekuasaan, kekaisaran Ti Ming. Kerajaan Chin ini, dipimpin oleh raja Yang Kuan.


Raja Yang Kuan yang mendengar tentang tiga desa unik yang ada dibawah wilayah kerajaaannya, mengetahui tentang rahasia yang dimiliki tiga desa ini. Maka dia mengutus dua orang untuk melakukan penyelidikan didesa tersebut. Utusan yang dipercaya oleh raja Yang Kuan, merupakan pengawal pribadinya yang memiliki ilmu bela diri sangat tinggi.


"Menurut kalian, selain desa Losien apakah desa Yoktian pernah mencari masalah kedesa ini ? " tanya Tan Liong menyelidik


"Pernah, tetapi itu sudah lama dan dapat didamaikan oleh tetua didesa kami " ucap Ju Ye

__ADS_1


"Bolehkah aku menemui orang yang menjadi ketua didesa ataupun tetua didesa kalian ini ? " tanya Tan Liong lagi


"Bagaimana menurut kakak tertua? " tanya lelaki berkumis yang bernama Giam Kin meminta persetujuan dari Ju Ye sebagai kakak tertuanya, sebelum memberi persetujuan atas pertanyaan Tan Liong.


"Nggg....., Baiklah saudara Liong ! aku bisa mengajak dirimu menemui tetua kami, sebagai rasa bersalahku yang telah salah sangka menyerangmu tadi' " ujar Ju Ye setelah berpikir sebentar, untuk memberi persetujuannya


"Kalau masalah tadi, aku sama sekali tidak mengingatnya sama sekali. Hanya saja aku merasa tertarik tentang persoalan yang dihadapi desa kalian, siapa tahu aku bisa membantu nantinya " kata Tan Liong


Setelah mereka menghabisi arak dan makanan yang mereka pesan, mereka bertiga tampak meninggalkan warung makan menuju kediaman tetua desa mereka.


Kediaman tetua dari desa Tinuha, hanyalah sebuah rumah yang sangat sederhana dan tidak begitu besar yang yang terdiri dari empat bangunan rumah. Rumah-rumah tetua ini hampir semua terbuat dari kayu, nampak kuat dan bersih. Tetua desa Tinuha menempati rumah masing-masing hanya sendiri tanpa keluarga, ini merupakan tradisi didesa Tinuha sebagai rasa hormat mereka kepada desa Tinuha, karena telah dipercaya sebagai tetua desa mereka.


Kebetulan disaat mereka bertiga datang, tetua-tetua desa Tihuna berada di ruangan tempat pertemuan tetua. Mereka berlima nampak sibuk merapatkan sesuatu, sampai akhirnya kehadiran Tan Liong dan dua orang yang menghantarnya, menghentikan rapat mereka.

__ADS_1


"Salam hormat kepada semua tetua, maafkan atas gangguan kami ! " Ju Ye dan Giam Kin menyapa tetua-tetua desanya, dengan begitu menghormat setelah berada didepan mereka berlima.


__ADS_2