KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.38. Perpisahan untuk Wanita cantik


__ADS_3

"Saudara... liong.....! "


Terdengar panggilan sangat mesra dengan sedikit tersendat, memanggil Tan Liong, yang baru saja hendak melangkahkan kaki meninggalkan pulau, ditengah telaga.


Saat menoleh asal suara, Tan Liong mendapati Keng In sedang berdiri menunggu, dengan air mata mengalir turun membasahi pipinya, yang halus mulus.


"Keng In...! kenapa kau menangis dan berdiri disana?" tanya Tan Liong berpura-pura, walau dia tahu wanita ini jatuh hati padanya


"Aku........aku menunggumu disini dari tadi, karena aku tahu hari ini engkau akan pergi dari tempat ini..." ucap Keng In terbata-bata


"Kenapa?.. kenapa Keng In...?" dari tadi aku mencarimu ingin berpamitan padamu..!


"Kakak Liong...! tidakkah kau mengerti hatiku,...! tanya Keng In sedikit bergetar tatkala dia mengucapkanya


"Aku tahu dan aku juga sangat sayang padamu ! entah..., kapan aku bisa bertemu kamu lagi ! banyak persoalan yang menunggu, belum sempat aku selesaikan" jawab Tan Liong berusaha menghindar, karena dia menyadari terlalu lama dekat dengan wanita cantik ini dia merasa semakin jatuh hati

__ADS_1


"Kau bawalah aku serta bersamamu, aku....! aku akan selalu melayanimu..! ucap Keng In yang benar-benar sudah jatuh hati kepada Tan Liong


Betapa terkejut hati Tan Liong melihat Keng In yang dulu sangat angkuh dan sombong kini menjadi seperti ini, bagai seorang kehilangan jati diri, karena jatuh cinta kepadanya.


"Keng in...ingat engkau masih punya paman, yang menyayangimu bagaikan orang tua kandung sendiri, mereka akan bersedih bila kau tinggalkan begitu saja..! Suatu saat juga aku akan kembali kesini menemuimu...!" ucap Tan Liong, yang tak ingin direpotkan karena kehadiran wanita disampingnya, sementara dia harus menyelesaikan tugas yang telah menunggu, belum terselesaikan.


"Benarkah ? berjanjilah'! engkau akan kembali, karena aku akan menunggumu sampai kau datang lagi " ucap Keng In dengan sangat berharap


"Baiklah..! aku berjanji akan mencarimu setelah tugasku selesai " jawab Tan Liong cepat


Keng In yang gembira mendengar kata-kata Tan Liong, seketika mencium pipi pemuda kita, sampai merah muka pemuda itu karena jengah. Keng in melambaikan tangan ke arah Tan Liong lalu berlari ketengah pulau dengan membawa hati yang berbunga-bunga bahagia.


Tan Liong melayang diatas air telaga meninggalkan pulau yang dihuni Keng In dan paman Nam. Rasa jengah bekas ciuman dari si cantik Keng In masih terasa dipipi membuat dia tersenyum sendiri kala mengingatnya.


Sesudah dia keluar dari kawasan telaga, Tan Liong yang masih melayang mengarahkan tujuannya ke utara.

__ADS_1


*******


"Cetaaaarrr..aduuuuh...! pemalas kamu, ayo cepat jalaaan..!"


Barisan yang tidak beraturan dari beberapa orang, terlihat berjalan dengan membawa beban pikulan yang nampak berat, menuju arah rumah yang sangat besar, seperti sebuah gudang barang.


Mereka yang membawa pikulan, kelihatan begitu payah memikul beban yang tidak sesuai dengan tubuh mereka. Ketika ada salah satu pemikul berjalan lambat segera seorang pengawas barisan tersebut menggerakan cambuknya, yang selalu siap setiap ada yang lambat atau malas berjalan.


Suara mengaduh dan teriakan menyuruh berjalan yang terdengar tadi, adalah kejadian yang terjadi pada saat ini. Lelaki malang yang mengalami cambukan, merupakan seorang lelaki tua yang bertubuh kurus.


Lelaki itu nampak tidak begitu sehat, wajah nya terlihat pucat pasi, gerakannya tatkala melangkah sedikit gemetaran. Teman-teman yang melihat dia dicambuk, sebenarnya kasihan tapi tiada daya menolongnya, sehingga rasa kasihan, hanya bisa disimpan dalam hati saja.


Hampir dua minggu mereka bekerja, pagi sampai sore dengan rasa terpaksa. Mereka dipaksa bekerja mati-matian, tanpa dibayar. Andai kata mereka tidak mengikuti perintah, sampai melarikan diri, maka keluarga mereka akan dibunuh. Mereka akan dapat istirahat, hanya apabila matahari sudah mulai terbenam.


Kembali ke lelaki yang malang tadi, saat ini dia sudah tidak mampu berjalan. tubuhnya sudah dia paksa berdiri, namun tidak ada tenaga yang menopang keinginannya. Petugas yang melihat, langsung mencambuk tubuh lelaki kurus itu lagi, hingga darah mulai banyak mengucur dari hasil luka cambukan.

__ADS_1


Melihat lelaki yang dicambuknya tidak juga bangun, walaupun dia melihat banyak darah sudah keluar, petugas itu tidak merasa kasihan, sekali lagi cambuknya bergerak mencambuk tubuh lelaki itu.


__ADS_2