KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.80. Menghadang Wu Yian


__ADS_3

Pangeran Kiang yang sangat bernapsu membunuh lawan, tanpak menyerang Tan Liong dengan sepenuh tenaga. Semua jurus yang dipelajarinya dari guru Wu Yian dikeluarkan tanpa mengingat resiko pertahanan diri yang tidak terjaga dengan baik.


Sepuluh jurus serangan pedang Naga biru yang ada, sekarang sudah sampai ke jurus pedang yang kedelapan namun lawan yang dihadapi terlihat sangat tenang, mengelak setiap jurus serangan pedang yang dikuasainya, hal mana membuat pangeran Kiang kian penasaran dan sangat marah dibuatnya.


Napas pangeran Kiang semakin memburu, peluh tampak menetes dari tubuh disebabkan penggunaan tenaga dalam yang berlebihan. Segala upaya untuk menjatuhkan lawan seperti sia-sia baginya. Orang yang menjadi lawannya seperti asap, setiap tusukan dan sabetan pedang hanya mengenai tempat kosong dan lenyap saat serangan sudah tiba.


Tak ingin membuat pangeran Luan menunggu terlalu lama, Tan Liong berkelebat sangat cepat hingga pangeran Kiang tidak mampu melihat pergerakannya. Tangan Tan Liong menotok tubuh pangeran Kiang yang membuatnya langsung terbujur kaku dan segera di ikat oleh para pengawal lainnya.


Empat jagoan yang masing-masing sudah mendapatkan lawan tersendiri, terlihat tidak dalam keadaan yang baik. Mereka yang melihat pangeran Kiang sudah diringkus, segenap perlawanan dari mereka mulai mengendor. Hanya satu keinginan bagi mereka saat ini adalah dapat meloloskan diri bila ada kesempatan, namun kesempatan yang mereka nantikan nyaris susah didapat.


"Yang lainnya segera maju ringkus mereka hidup-hidup, kalau tidak bisa bunuh saja !" terdengar suara pangeran Luan memerintah para pengawalnya, yang segera maju mengeroyok empat jagoan pangeran Kiang.


Dengan hanya membutuhkan sedikit waktu, empat orang jagoan tersebut dapat dilumpuhkan, tiga orang diringkus sedangkan satu lagi terbunuh oleh pedang salah satu pengawal yang menembus jantung.


Semua meninggalkan tempat kejadian menuju istana membawa tawanan yang sangat penting untuk diserahkan pada baginda raja. Ditengah perjalanan, Tan Liong terlihat memisahkan diri untuk mengejar penasehat raja, Wu Yian yang telah kabur meloloskan diri dari istana, setelah persekongkolan mereka tercium oleh sang raja.


Tan Liong yang mendapat keterangan dari mata-mata istana tentang Wu Yian yang meloloskan diri kearah utara, mencoba mencarinya dengan bermodalkan keberuntungan saja. Untuk mempermudah dan menyingkat waktu pencarian, Tan Liong menggunakan ilmu menjejak kaki diudara, melayang terbang dengan sangat cepat.

__ADS_1


Dari atas Tan Liong mencoba menemukan orang yang menjadi buruannya. Entah memang hari keberuntungannya, orang yang diburu nampak terlihat berlarian melintasi pinggir hutan memakai jubah kuning. Tampaknya arah yang ditempuh oleh Wu Yian adalah kekaisaran Ti Ming.


Tan Liong segera melayang turun kedepan menghadang lari Wu Yian, membuat Wu Yian terkejut melihat seorang pemuda berpakaian sastrawan menghadang larinya.


"Anak muda apa maksudmu menghadang perjalananku?" tanya Wu Yian yang merasa curiga atas perbuatan Tan Liong.


"Wu Yian, aku diperintahkan untuk mengambil kembali kitab perguruan Lembah Langit yang engkau curi ! " ucap Tan Liong langsung, sambil menebak orang yang diburunya adalah benar Wu Yian.


"Kau ini siapa ? apa hak mu meminta kitab perguruan Lembah Langit milikku? " tanya Wu Yian tanpa sadar membongkar jati dirinya sehingga setelah mejawab, dia terkejut sendiri atas keteledoran yang telah dia buat.


Tadi apabila Tan Liong mengatakan akan menangkap orang ini sebagai pemberontak, mungkin orang didepannya mencoba berdalih untuk mengelak untuk mengaku dia adalah Wu Yian, maka dari itu Tan Liong menggunakan cara ini untuk memancing orang didepannya mengakui jati dirinya sendiri.


"Kalau kau bukan murid Lembah Langit, kau tiada hak untuk meminta barang yang bukan milikmu ! minggir atau kau ingin ****** ? " hardik Wu Yian kembali dengan suara terdengar marah.


"Haaa..haaa Wu Yian, aku memang sengaja menghadang untuk menangkap dan membawamu kekerajaan Chin " ucap Tan Liong memanas-manasi Wu Yian didepannya.


Sekarang Wu Yian baru menyadari pancingan atas pertanyaan pemuda tadi, ternyata bukanlah kitab yang utama tetapi penangkapan atas dirinya. Atas keteledoran yang telah membuka jati diri sendiri sudah tidak perlu dia sesali, hanya saja kemarahan atas perbuatan pemuda ini tidak mampu dia maafkan.

__ADS_1


"Kau pemuda bau kencur hendak menangkapku, sungguh bermimpi, mampuslah..! "


Sekali genjot, tubuh Wu Yian melesat kedepan melepaskan beberapa pukulan sangat cepat yang langsung mengarah ke titik jalan darah kematian ditubuh pemuda didepannya. Kecepatan dari serangan ini, sangat mengejutkan Tan Liong sehingga dia tidak mau mengambil resiko, dia pun melompat mundur menghindari serangan yang datang secara beruntun.


Tan Liong menyadari lawannya kali ini adalah lawan yang paling tangguh, melihat cara penyerangannya tadi. Secara cepat Tan Liong mengeluarkan aura Naga Emas mengitari sekeliling tubuh dan mengisi kedua tangannya dengan Tenaga dalam inti es dan inti api.


Wu Yian melihat lawannya melompat mundur, segera mengejar tidak memberi kesempatan lawannya untuk meloloskan diri. Kembali mereka bertempur tetapi sekarang Tan Liong meladeni lawannya dengan keras lawan keras sehinga beberapa kali mereka tampak tergempur mundur setiap tenaga dalam bertumbukkan.


Kecepatan serangan mereka sangat menggiriskan, tiada lagi nampak tubuh mereka secara nyata tetapi hanya bayangan saja berkelebat seperti iblis gentayangan.


Pertempuran mereka sudah menghabiskan waktu setengah hari, belum juga nampak siapa yang unggul diantara mereka. Kekuatan mereka nampak berimbang bila dilihat secara sepintas lalu tetapi bila diteliti lebih cermat, bayangan kuning dari Wu Yian terlihat perlahan sedikit melambat.


Tan Liong yang tidak ingin pertempuran dirinya memakan waktu lebih lama, mulai meningkatkan tenaga dalam hingga ketingkat puncak. Sekarang bayangan tubuhnya berkelebat lebih cepat seperti siluman mengitari tubuh Wu Yian mencari celah kosong dipertahanan lawan.


Wu Yian sebelumnya tidak menyangka, pemuda didepannya yang menjadi lawan akan memiliki tenaga dalam yang begitu sempurna melihat dari usia yang masih muda, ternyata kesombongan telah membawanya kejurang kematian sendiri.


Dari pinggangnya, dia mengeluarkan pedang agak tipis yang terlihat menyilaukan seperti pedang pusaka yang terlihat sangat kuat. Tangannya mulai melakukan jurus serangan pedang Naga biru yang lebih kuat dan dahsyat dibandingkan dengan jurus yang dilakukan oleh pangeran Kiang.

__ADS_1


Tan Liong yang melihat ini, tidak mau membuang waktu segera ikut mencabut pedang naga biru dipinggangnya, membuat Wu Yian yang melihatnya menjadi terkejut sejenak, sebelum mulai menyerang Tan Liong kembali.


__ADS_2