KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.59.Menjalankan Rencana


__ADS_3

Mendengar ucapan Tan Liong, ketua Li Shen tersadar dari amarahnya. Dihempaskan tubuhnya di tempat duduk, terpaku tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuka kedok, orang yang ingin membunuh dirinya.


"Maaf ketua Li, kalau ketua Li setuju ! saya punya sebuah rencana."' ucap Tan Liong


"Rencana ? saudara Liong punya rencana apa, bisa saudara jelaskan ! " tanya ketua Li dengan nada sedikit lesu


Tan Liong tanpa basa basi lagi, membeberkan rencana yang sudah dia pikirkan dari tadi, adapun rencana itu melibatkan beberapa anak murid perguruan.


Ketua Li mendapatkan penjelasan rencana dari Tan Liong secara panjang lebar, terlihat mengangguk setuju tanpa pernah memotong penjelasan dari pemuda didepannya tersebut.


"Nanti apabila semua sudah menjadi jelas, siapa yang menjadi dalang dari perbuatan ini, saya mohon ketua Li untuk membiarkan saya mengorek keterangan terlebih dahulu " ucap Tan Liong mengakhiri rencananya


"Baiklah saudara Liong, semua rencana ini saya serahkan kepadamu " ucap ketua Li Shen sebagai pernyataan setuju


"Oh ya, untuk mempermudah rencana kita, aku memerlukan mereka juga " ucapnya lagi, seraya bangkit melangkah ketempat dua orang yang ditotok Tan Liong.


Sudah beberapa kali dia mencoba menepuk, dengan berbagai teknik untuk melepaskan totokan kedua anak murid perguruannya, tetapi tidak berhasil, membuat ketua Li sangat terkejut dengan teknik totokan yang dimiliki pemuda itu.

__ADS_1


"Biar saya bantu anda ketua Li " ucap Tan Liong yang segera mendekati kedua orang yang ditotoknya, sambil tangannya membuat gerakan yang sangat cepat melepas totokan kepada dua orang yang ditotoknya.


Sekilas cahaya keemasan muncul lalu lenyap, sewaktu tangan Tan Liong melakukan gerakan melepaskan totokkan pada dua orang didepannya.


"Itu ...itu bukankah salah satu ilmu dari Naga Emas yang legendaris, ilmu yang sudah lenyap beberapa ratus tahun lalu " batin ketua Li Shen takjub


"Ketua....maafkan kami yang tidak becus menjaga ketua !" seru kedua anak murid yang bertugas menjaga ketua Li Shen, dengan menjatuhkan diri memohon maaf kepada ketuanya, setelah totokkan yang mereka alami sudah dipunahkan.


"Sudahlah,...ini bukan sepenuhnya salah kalian, cepatlah kalian bangun !" ujar ketua Li Shen


"Saudara Liong, saudara bisa memberi petunjuk kepada mereka tentang rencananya itu, mereka ini An Ki dan Wo Sie bisa dipercaya" ucap ketua Li Shen mengenalkan kedua orang anak murid perguruannya


"Kami berdua tidak berani mempersalahkan saudara Liong, apalagi kami sudah mendengar semua yang telah terjadi, malahan kami sangat berterima kasih banyak dengan bantuan saudara Liong kepada ketua kami " kata salah satu dari dua orang yang bernama An Ki


"Terimakasih atas kebesaran hati saudara berdua, jadi kita bisa mulai rencana ini besok hari...! "


*******

__ADS_1


"Ketua meninggal......ketua perguruan meninggal......!"


Terdengar suara histeris yang sangat keras tentang meninggalnya ketua perguruan Teratai Hati Suci di pagi hari.


Dari mulut-kemulut berita kematian yang dialami ketua perguruan, sudah menyebar sangat cepat didalam perguruan. Tetua-tetua yang meendengar kematian ketuanya segera berdatangan untuk menyaksikan kebenaran berita itu.


Saat melihat apa yang diberitakan itu nyata, mereka terlihat berduka dan beberapa tetua perguruan, tidak bisa menahan rasa dukanya dengan meneteskan airmata.


Tetua Ryu Shen segera terlihat sibuk mengambil alih situasi yang terjadi, dengan mengatur segala sesuatunya.


Dia memerintahkan anggota perguruan mengatur pemakaman ketua perguruan dan mengatur hal-hal mengenai undangan kepada perguruan lainnya. Selanjutnya dia mengundang tetua-tetua perguruan mendiskusikan pengganti ketua sementara sebelum pemilihan ketua dilaksanakan.


"Tidak bisa seperti itu tetua Ryu, kita harus melakukan pemilihan dengan suara terbanyak" ucap tetua Ying Shen, Tetua jubah putih perguruan Teratai Hati Suci yang protes dengan rencana tetua Ryu shen


"Benar yang dikatakan oleh tetua Ying, kalau kita memilih berdasarkan kemampuan tingkat ilmu beladiri saja kurang tepat menurut ku " ucap tetua Goh Shen yang berjubah merah, menimpali


"Tetapi kalau ketua perguruan tidak memiliki kemampuan diatas yang lain akan menjadi bahan tertawaan orang lain ! " jawab tetua Ryu Shen membela diri

__ADS_1


"Sudahlah hentikan perdebatan ini, lebih baik kita fokus untuk sementara, melaksanakan proses pemakaman ketua kita, hal-hal mengenai pemilihan, kita bisa tunda dulu, untuk sementara ini, tetua Ryu bisa mengambil alih pimpinan untuk sementara" ujar tetua Kam Shen yang berjubah biru, menengahi suasana yang mulai memanas.


__ADS_2