KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.78. Penyerbuan Kediaman Pangeran Kiang


__ADS_3

"Iblis ..!


Desis Law Ki yang terkejut melihat pukulan sendiri mengenai tempat kosong. Kecepatan gerak lawan seperti lenyap, benar-benar tidak pernah ada dibenaknya. Pukulan yang dia lepaskan bukan saja telah menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi, kecepatan dan sudut pukulan sangat susah bagi seseorang untuk menghindar kecuali hanya bisa ditepis. Kenyataannya sekarang dia mengalami sendiri dan ini bukan sebuah mimpi.


"Aku bilang apapun yang kau lakukan akan sia-sia, menyerahlah...! "


Suara lawan terdengar lagi, dibelakang sangat dekat dengan telinga Law Ki membuat hatinya tercekam ngeri. Betapa akan sangat mudah bagi lawan melumpuhkan dirinya, gerakan lawan entah kapan sudah ada di belakang tubuhnya tanpa dia dapat merasakan kehadirannya.


"Jangan harap....! mampuslah !"


Kembali Law Ki menggunakan segenap tenaga dalam dengan memutar badan, dia memukul kearah sumber suara yang berada dibelakang tubuhnya. Kembali pukulannya mengenai tempat kosong, entah kapan lawan berpindah, sama sekali tidak dapat dia rasakan.


"Kau memang keras kepala, tidak bisa diajak dengan baik-baik ! aku hanya bisa membawamu dengan paksa, cukup sampai disini saja ! "


Law Ki hanya merasa beberapa sentuhan tangan lawan kebagian badannya, seketika dia merasa semua anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. dia hanya bisa menonton saat tubuhnya digendong dibawa melesat terbang oleh pemuda yang menjadi lawannya.


Entah sudah berapa waktu berlalu, Law Ki baru sadar saat tubuhnya diturunkan. Tubuh yang masih tertotok kaku, hanya bisa memandang kedepan dan yang dia lihat sekarang adalah seorang lelaki masih muda memakai pakaian pangeran berada didepannya. Pangeran yang dia tahu adalah seorang pangeran putra mahkota.

__ADS_1


"Law Ki....Apakah engkau sadar dengan siapa engkau berhadapan sekarang ?" tanya lelaki muda yang bukan lain putra mahkota.


"Hamba sadar..., paduka adalah yang mulia putra mahkota" ucap Law Ki gemetaran, entah kapan totokan untuk bicaranya sudah dibebaskan dia sama sekali tidak bisa berpikir lebih jauh.


"Kalau kamu sudah tahu, apakah kamu tahu kesalahanmu ? " tanya putra mahkota yang membuat Law Ki mengeluarkan keringat dingin ketakutan merasa bersalah.


"Hamba terus terang saja, tidak tahu kalau akan seperti ini jadinya yang mulia pangeran " ucap Law Ki mencoba membela diri.


"Maksudmu apa ? jelaskan terus terang ! " tanya putra mahkota terdengar gusar.


"Yang mulia pangeran, semenjak kami bertemu dan bekerja pada pangeran Kiang, tentunya yang mulia pangeran mahkota sudah mengetahui, bahwa kami sangat berterimakasih diterima bekerja di istana ini, walaupun hanya sebagai pengawal pangeran Kiang. Sedikitpun tidak ada niat kami bertiga bersaudara untuk berkhianat memberontak kepada kerajaan yang sah. Kami hanya bawahan yang menerima perintah " ucap Law Ki berusaha membela diri.


"Kami tidak bisa menolak perintah pangeran Kiang, bila kami menolak perintah pangeran Kiang, dia akan memecat kami dan malah akan menuduh kami berkhianat pada istana yang mulia !" ucap Law Ki.


"Mmmm....baik ! aku bisa mengampunimu untuk sementara ini, tapi kamu harus bekerjasama untuk kami ! membongkar penghianatan pangeran Kiang " ucap putra mahkota mengancam.


"Terimakasih atas kebaikan yang mulia pangeran, kami bertiga akan berusaha membantu membongkar perbuatan pangeran Kiang untuk menebus kesalahan kami"

__ADS_1


Pemuda yang membawa Law Ki kehadapan putra mahkota yang bukan lain adalah Tan Liong, semenjak tadi diam saat putra mahkota berbicara tampak menggerakkan tangan ketubuh Law Ki melepaskan totokan ditubuhnya.


Law Ki yang sudah pasrah dan merasa bersalah, dengan lesu berdiri lalu ikut bersama putra mahkota mendengarkan petunjuk yang diberikan untuk membongkar penghianatan pangeran Liang.


**********


"Pangeran Kiang ! atas maklumat raja, segera menyerahkan diri ! Perbuatan makar kalian sudah diketahui oleh sang raja. Kalian sudah dikepung"


Terdengar suara sangat nyaring memerintah pangeran Kiang segera menyerahkan diri.


Pangeran Kiang yang berada didalam kediamanannya, begitu terkejut mendengar suara maklumat dari raja yang akan menangkap dirinya. Segala persiapan yang belum matang terbongkar, membuat pangeran Kiang terhenyak sedih dan marah.


Pangeran Kiang segera memerintahkan bawahanya bersiap-siap menjaga segala kemungkinan. Dia melompat keatas atap bangunan untuk melihat situasi. Saat dia sudah diatas atap, dia menyaksikan banyak prajurit Kerajaan mengepung seluruh bangunan dikediaman miliknya.


Panik, marah dan benci bercampur menjadi satu dalam hati pangeran Kiang. Rencana pemberontakkan belum juga siap, ternyata sudah terendus oleh raja membuat hati benci tak terhingga.


Kembali pangeran Kiang melompat turun, memanggil beberapa jagoannya yang dipercaya.

__ADS_1


"Kun Tek, Wo Ki dan Ho Sung ikut aku ! yang lain berjaga dekat pintu, jangan biarkan mereka masuk kedalam. Bila ada yang memaksa masuk, bunuh saja ! " ucap pangeran Kiang dengan lantang.


"Dendam ini akan kubalas berikut bunganya " desisnya dengan penuh kebencian.


__ADS_2