KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.37. Menjadi Tamu


__ADS_3

Mendengar perkataan yang diucapkan, salah satu dari dua lelaki yang memiliki warna yang berbeda ini, Tan Liong mengulapkan tangan seperti gerakan tidak bisa menerima ucapan terima kasih dari mereka.


"Aku yang melukai kalian ! sudah selayaknya bila aku berusaha mengobati, sehingga aku tidak bisa menerima ucapan terimakasih kalian !"


Keng In yang melihat penolakan ucapan terimakasih dari Tan Liong terlihat penasaran, dari gerakan badan dan bentuk bibir yang sedikit menjebi, dia menganggap pemuda tersebut angkuh dan sombong.


Tan Liong melirik Keng In yang menampakan wajah penasaran, dia tertawa dalam hati dan didalam batin berucap "rasain kamu sekarang" walau secara lahir dia menampilkan wajah yang terlihat wajar dan biasa saja.


"Kejadian yang menyebabkan kalian berdua terluka, ini semua bermula dari pelayan kalian yang menyatakan, seluruh daerah disekeliling telaga adalah hak milik kalian ! sehingga orang sepertiku harus diusir bila kalian berkehendak...! disaat pelayan kalah dan memberitahu kekalahannya, kalian pun datang untuk mengurusiku dan akhirnya kalian juga ikut kalah, sekarang apa yang akan kalian lakukan? apakah kalian berani mengakui kekuasaan telaga ini, adalah hak milik dari kalian lagi ?"


Setelah ucapan Tan Liong berakhir, mereka nampak menundukkan kepala, tidak mampu menjawab.


Selama ini mereka adalah penguasa dari telaga ini, bila ada yang memasuki tanpa perkenaan dari mereka, segera mereka usir kalaupun ada yang berani melawan, dipastikan pulang dengan membawa luka-luka.

__ADS_1


"Bila kalian mau berubah, aku tidak akan memperpanjang urusan ini lagi, malah aku mau menjadi sahabat kalian, dan bertamu barang sehari dirumah kalian, jika ! kalian setuju dengan tawaranku.." ucap Tan liong lagi


Mereka masih terlihat menunduk, namun nampak berpikir tentang tawaran Tan Liong, yang mereka anggap suatu kehormatan kalau bisa berteman dengan pemuda ini.


Akhirnya seorang dari mereka, lelaki berwarna hitam yang selalu menjadi pembicara, menyatakan setuju dan akan merubah semua aturan yang dulu mereka sering lakukan.


Setelah suasana diantara mereka menjadi lebih hangat dan akrab, Tan Liong baru tahu nama masing-masing lelaki berwarna ini. warna putih bernama Pek Nam dan yang berwarna hitam bernama Hek Nam, sedangkan keponakan mereka yang wanita Keng In juga diperkenalkan oleh mereka.


Mereka mengajak Tan Liong singgah ketempat kediaman mereka, yang berada ditengah-tengah telaga sebagai tamu istimewa. Mereka menceritakan bahwa Tan Lionglah orang pertama kali menjadi tamu mereka, setelah dia mengalahkan mereka.


Tan Liong baru mengerti persoalan yang sebenarnya. Dalam hati dia bersyukur, tidak kelepasan tangan, sampai membunuh mereka.


Keng In yang biasanya angkuh sekarang mulai terlihat lebih lembut dan sedikit manja dengan Tan Liong.

__ADS_1


Dua hari telah dilewati Tan Liong berada dikediaman mereka. Lebih sehari dari yang dia inginkan, berhubung kedua paman Nam dan terutama Keng In menahan Tan Liong untuk pergi.


Pagi itu, setelah matahari mulai menampakkan sinar, menerangi air telaga, Tan Liong bersiap-siap akan melanjutkan perjalanan lagi. Dia melangkahkan kaki menuju ketempat kedua paman Nam berada, akan berpamitan sebelum berangkat.


"Pagi paman Nam berdua...! sapa Tan Liong dengan senyum hangat, ketika dijumpai mereka sedang menikmati teh hangat


"Anak liong...! mari duduk dulu, sebelum berangkat mari kita minum teh perpisahan" ucap paman Hek Nam yang selalu mewakili mereka berdua berbicara


"Terimakasih paman" jawab Tan Liong sembari mengambil tempat duduk diantara mereka


Setelah sedikit berbincang sambil minum teh, Tan Liong pun mohon diri untuk berangkat.


"Anak Liong, engkau jangan lupa singgah kemari, bila lewat telaga ini !" seru paman Hek Nam melambaikan tangan bersama paman Pek Nam.

__ADS_1


"Pastilah ! paman berdua jangan khawatir" jawab Tan Liong sambil berlalu


__ADS_2