
Kerajaan chin merupakan kerajaan bagian yang terletak di utara, yang memiliki wilayah sangat luas dibandingkan dengan wilayah kerajaan bagian lainnya, di dalam naungan kekuasaan kekaisaran Ti Ming. Raja Yang Kuan adalah raja yang berkuasa dikerajaan ini, memiliki satu putra mahkota yang terlahir dari istri raja yang sah, tiga putra dari selir dan dua putri juga dari selir.
Dari tiga putra raja Yang Kuang, salah satu putranya yang lahir dari selir sangat terkenal dengan kemampuan menguasai ilmu kesusastraan dan ilmu bela diri yang sangat hebat. Kemampuan putra raja ini semakin terkenal semenjak dia berguru dengan penasehat kerajaan yang bernama Wu Yian.
Putra raja Yang Kuan yang bernama Yang Kiang dan sering dipanggil pangeran Kiang, merupakan putra pertama dari raja Yang Kuan tetapi karena lahir dari selir, posisi putra mahkota harus direlakan kepada adik tirinya yang merupakan putra dari permaisuri raja.
Gerbang pintu masuk kerajaan Chin, nampak antrean panjang pemeriksaan rutin pagi hari dimulai. Para pedagang yang hendak memasuki wilayah kota satu persatu diperiksa masuk bersama beberapa orang-orang biasa yang kebetulan baru balik dari kunjungan mereka ke tempat sanak keluarga diluar kota.
"Heii kamu.! apa yang dibelakang gerobak ini ? peraturan tidak boleh memasukkan barang seperti ini kekota, apakah kamu tidak tahu atau sengaja pura-pura tidak tahu ? " hardik salah satu petugas yang melihat salah satu orang yang diperiksanya membawa gerobak yang didalam berisikan peti jenasah.
"Tapi jenasah ini adalah anggota keluarga kami yang meninggal dalam perjalanan dan peraturan menyatakan tidak boleh membawa jenasah dari luar kekota kerajaan kecuali warga kota ini " tungkas lelaki yang diperiksa petugas dengan itu dengan suara lantang.
"Biar aku tanya kepada komandanku dulu, kamu tunggu disini ! " ucap petugas itu yang hendak berbalik mencari komandannya bertugas saat ini.
"Tidak usah, biarkan dia masuk ! " terdengar suara yang berwibawa memberi perintah
__ADS_1
"Pangeran ! "
Terdengar seruan orang-orang dan para petugas dilapangan, lalu serentak mereka berlutut mengetahui kehadiran pangeran yang sangat mereka kenal sebagai pangeran ramah yang paling dekat dengan rakyat jelata.
"Bangunlah kalian semua ! tidak usah berlutut disini! aku kebetulan hanya lewat saja, silahkan kalian lakukanvtugas pemeriksaan seperti biasa ! " ucap pangeran itu dengan tenang
"Baik pangeran Luan ! "
Mereka kembali bertugas seperti biasa lagi, yang di awasi oleh pangeran Luan dan komandan yang sebagai pucuk pimpinan pemeriksaan, dipintu masuk kota kerajaan Chin.
Terdengar suara petugas berseru menghentikan seorang pemuda yang ikut didalam antrean. Mereka melihat seorang pemuda memakai pakaian sastrawan, pada saat diperiksa oleh petugas mereka menemukan sebilah pedang ada dibawa pemuda tersebut.
"Apa maksudmu membawa senjata seperti ini? sedangkan kamu itu adalah seorang pelajar?" selidik petugas menyelidik dengan curiga.
"Maaf tuan petugas, aku memang seorang pelajar berasal dari desa yang jauh dari sini. Senjata ini aku bawa hanya untuk jaga diri saja dan kebetulan aku pernah belajar bela diri sedikit " jawab pemuda itu yang bukan lain adalah Tan Liong.
__ADS_1
Setelah kitab jurus pedang naga dikuasainya dengan baik sesuai arahan ketua Lembah Langit, maka Tan Liong pun berangkat menuju kota kerajaan Chin. Dikota kerajaan Chin dia disuruh menemui tabib Phang yang membuka toko obat. Hari ini, setelah perjalanan menuju kota kerajaan Chin yang memghabiskan waktu dua harian, Tan Liong harus mengantri untuk memasuki kota kerajaan.
"Benarkah? apa tujuanmu kekota kerajaan? " tanya petugas tadi yang masih curiga, terdengar menyelidik.
"Aku ingin menemui kerabatku dan untuk mencari pekerjaan di kerajaan ini " jawab Tan Liong dengan suara tenang.
"Biarkan dia lolos masuk! jangan diperiksa begitu lama, masih banyak orang yang menunggu untuk diperiksa " terdengar suara pangeran Luan memerintah yang merasa tertarik dengan keberadaan pemuda pelajar yang lagi diperiksa petugas.
"Kamu sangat beruntung.... !, baik pangeran !" ucap petugas ini berbisik kepada Tan Liong yang dilihatnya pemuda itu lagi tersenyum kepadanya.
"Saudara ! bila engkau butuh pekerjaan, kamu bisa cari aku nanti ! " seru pangeran Luan kembali ketika melihat Tan Liong bersiap untuk berlalu.
"Terimakasih banyak pangeran ! hamba akan menghadap pangeran, bila hamba tidak bisa mendapat pekerjaan nantinya " ucap Tan Liong yang lalu berlalu dari hadapan pangeran Luan.
Kota kerajaan Chin memang kota yang sangat luas dan sangat ramai dengan segala kegiatan yang dilakukan oleh penduduk kotanya. Mencari rumah obat tabib Phang tidak begitu sulit dilakukan oleh Tan Liong. Rumah obat tabib Phang lumayan terkenal dengan kelengkapan obat-obatan dan merupakan langganan para bangsawan dikota kerajaan Chin.
__ADS_1