
"Apa maksud saudara Tong?, satu jalan bagaimana? " tanya Yan Guan antusias
"Mungkin dia bisa tertolong bila kita bisa menemukan daun lidah salju ! daun itu terkenal sebagai daun obat yang paling hebat khasiatnya, konon katanya mampu menghidupkan orang yang baru mati ! " jelas Kwee Tong
"Dimana kita bisa mendapatkan daun obat itu?" tanya Yan Guan yang merasa tertarik
"Daun ini tumbuh dipuncak gunung Thayisan, daun ini memang langka, hanya berdaun sepuluh tahun sekali "
Mendengar keterangan Kwee Tong tentang daun yang tumbuh di gunung Thayisan, Yan Guang nampak berpikir sejenak. Letak gunung Thayisan dengan tempat mereka saat ini, bisa ditempuh sepuluh hari dengan ilmu berlari yang dia kuasai dan sepuluh hari itu ditempuh tanpa berhenti.
Memikirkan hal yang mustahil bisa dilakukan, menurunkan semangat Yan Guan seketika. Yan Guan menampakkan wajah kecewa karena ketidak mampuannya menolong sahabat barunya.
"Mari kita bawa dia kedesa, kita coba mengobati dia disana sambil mencari jalan agar dia bisa disembuhkan " ujar paman Yan Guan memberi saran
Merasa tidak ada jalan yang lebih baik, dengan terpaksa Yan Guan mengiyakan saran dari pamannya. Mereka pun berangkat kedesa, dimana Tan Liong sempat singgah sehari disana.
Ketika mereka tiba di desa, mereka segera mendapatkan penginapan lalu membaringkan tubuh Tan Liong dikamar untuk pengobatan.
__ADS_1
Mereka bertiga berunding untuk membagi tugas, mencarikan obat atau tabib yang mengerti tentang luka dalam. Setelah menemukan kata sepakat, Yan guan dan Kwee Tong segera berangkat meninggalkan desa, sedangkan paman Yan Guan tetap tinggal untuk menjaga dan berusaha mengobati Tan Liong sesuai kemampuannya.
Satu hari berlalu, pengobatan dari paman Yan Guan terhadap Tan Liong belum menampakkan hasil apapun. Sambil menunggu kedatangan Yan Guan dan Kwee Tong berdua, paman Yan Guan mencoba mencari tanaman obat di sekitaran desa.
Tan Liong yang rebah dipembaringan penginapan, didalam dirinya masih berjuang melawan maut. Dia yang terluka setelah pertempuran memang sulit disembuhkan, disebabkan hampir seluruh oragan dalam tubuhnya tidak bekerja. Tetapi yang membuat dia masih belum tewas karena pedang naga dibadannya memberi energi hidup melalui napas naga yang dilatihnya.
Mungkin secara kebetulan atau entah suatu keajaiban, secara berturut-turut napas naga dan pedang naga, sedikit demi sedikit mulai memberi kekuatan pada organ dalam Tan Liong untuk bekerja.
Pada hari kedua seluruh organ dalam Tan Liong benar-benar bekerja, sehingga denyut jantungnya segera dapat dirasakan oleh paman Yan Guan.
"Aneh.....ini tidak mungkin, ini bukan karena obat yang kuberikan,... ini ...?! " gumam paman Yan Guan yang mencoba memeriksa lagi denyut nadi Tan Liong dan sekarang dia merasakan denyut berdetak normal
"Haus ......!"
Suara lirih dari Tan Liong yang meminta air, membuat tangan paman Yan Guan secara replek mengambilkan air dan membantunya meminumkan kepada Tan Liong. Senyum cerah terlihat dari bibirnya sewaktu menuangkan air kebibir Tan Liong.
"Ini suatu keajaiban....!" membantin paman Yan Guan melihat kondisi tubuh Tan Liong semakin membaik
__ADS_1
"Paman saya datang....! bagaimana kondisi saudara Liong ? "
Terdengar suara Yan Guan yang baru tiba, dengan membawa banyak obat ditangannya, dia segera masuk kedalam kamar tempat Tan Liong berbaring. Saat didalam kamar, dia melihat senyum cerah pamannya memandang kedatangannya.
"Tenangkan dulu dirimu !' mengasolah dulu, masalah Tan Liong kamu jangan khawatir !" dengan suara sabar pamannya menasehati Yan Guan
"Nggg....boleh saya tahu kondisi saudara Liong, paman ?" tanya Yan guan sedikit ragu
"Tenanglah anak Guan, dia itu seperti orang yang susah mati ! paman yakin dia akan segera sembuh.." ucap pamannya meyakinkan Yan Guan
"Baiklah, saya akan mandi dan berganti baju dulu, nanti saya kemari lagi " sambil berlalu kamar lain dipenginapan
Baru saja bayangan Yan Guan hilang dari pandangan mata pamannya, Kwee Tong nampak muncul didepan pintu kamar Tan Liong yang sedang berbaring.
"Heh...! saudara Tong, engkau pun sudah tiba? " tanyanya dengan sedikit terkejut, melihat kwee Tong hanya membawa sebuah daun berwarna keperakan
"Maaf mengagetkan paman, saya beruntung mendapatkan daun sirih perak, khasiatnya sedikit dibawah khasiat daun lidah salju, ini paman ambillah !" kwee Tong sambil menyerahkan daun tersebut ke paman Yan Guan
__ADS_1
Paman Yan Guan merasa apa yang dilakukan Kwee Tong dengan sumpahnya, sudah dibuktikan dengan perjuangannya mencarikan obat untuk Tan Liong membuat hatinya jadi terharu. Sebagai ungkapan rasa senang dan bahagia melihat seseorang benar-benar berubah tanpa sadar dia menepuk-nepuk bahu Kwee Tong.
"Saudara Tong, aku bangga dengan dirimu !"