KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.68. Peramal didesa Losien


__ADS_3

Atas petunjuk tetua desa Tihuna, tidak susah bagi Tan Liong menemukan desa Losien. Desa yang dimasukinya sangat berbeda dengan desa Tihuna, dimana setiap bangunan desa ini, memiliki struktur khas yang bisa menandakan pemilik bangunan seorang pelajar tingkat tinggi. Hampir semua bangunan yang dilihat Tan Liong memiliki ciri sama yang membedakan hanya ukuran bangunannya saja.


Tan Liong mencoba bersikap wajar seperti pelajar pada umumnya, berjalan perlahan menikmati seni kaligrafi dan ukiran-ukiran yang memiliki nilai sangat tinggi.


Banyak penduduk desa tampak sibuk dengan kegiatan mereka yang membuat Tan Liong leluasa berkeliling, menikmati karya seni yang dibuat sangat indah disetiap tempat yang dilihat Tan Liong, tanpa menimbulkan kecurigaan orang-orang desa Losien.


Penginapan ' bunga salju ' tertulis sangat nyeni, terpampang didepan mata Tan Liong saat ini. Dilangkahkan kakinya kedalam, menuju keruangan pegawai penerima tamu. Seorang pemuda menyambut kedatangan Tan Liong dengan senyum yang terpancar dari bibirnya.


"Tuan ingin menginap disini? kami memiliki kamar kosong yang paling bagus, ada tempat pemandian air hangat juga " ucapnya saat Tan Liong sudah ada didepannya


Benar ! kalau bisa aku ingin pesan kamar paling pojok. Ngomong-ngomong dipenginapan ini, apakah menyediakan makanan yang bisa dibawa kedalam kamarku juga? ucap Tan Liong sambil bertanya tentang keperluannya


"Oh...bisa tuan ! kami memang menyediakan makanan yang bisa dipesan untuk dibawa kamar anda juga, tetapi ada harga tambahan untuk itu ! " jawab petugas tersebut


Tidak apa ! tolong sediakan kamar yang aku pesan, aku ingin istirahat segera mungkin ! " ucap Tan Liong


"Mari ikut saya tuan..!"

__ADS_1


Petugas penginapan ini, melangkah menuju kekamar paling sudut yang ada dipenginapan, yang diikuti Tan Liong dari belakang. Sebuah kamar yang sungguh nyaman, model kamar seorang pelajar.


"Ini tuan, silahkan ! saya hendak mengundurkan diri, apabila tuan ingin sesuatu, tuan bisa panggil saya " ucap petugas penginapan yang segera meninggalkan Tan Liong sendirian


Mendapatkan kamar penginapan yang lumayan besar, Tan Liong merebahkan badan untuk istirahat menghilangkan penat seluruh tubuh selama ini yang dirasa kurang tidur.


Pagi hari setelah mandi dan sarapan dikamar, Tan Liong berencana jalan-jalan untuk mencari informasi tentang utusan raja chin didesa Losien.


"Anak muda! silahkan mencoba keberuntunganmu hari ini " sapa seorang lelaki tua yang merupakan peramal nasib saat Tan Liong melintas didepannya


"Anak muda, aku melihat sesuatu yang bisa menjadi keberuntungan hari ini ! hanya membayar satu keping perunggu kamu bisa melihat bintang keberuntunganmu !" ucapnya lagi merayu Tan Liong yang dilihatnya hendak berlalu


Melihat orang tua tersebut terlihat begitu miskin walaupun dia memakai pakaian satrawan namun sudah sangat lapuk dan jarang diganti, membuat Tan Liong tersentuh hati untuk menyumbangkan uang membeli ramalan orang tua tersebut.


"Terimalah ini orang tua ! mana stik bambu ramalan untuk ku ? " ucap Tan Liong seraya tangannya menyodorkan dua keping perak


"Hanya sekeping perunggu anak muda, bukan dua keping perak ! " ucap orang tua tersebut terkejut melihat pembayaran Tan Liong yang terlalu banyak

__ADS_1


"Terimalah untuk mu dua keping perak ini, siapa tahu aku akan beruntung hari ini " ucap Tan Liong dengan tersenyum


Melihat pemuda yang begitu royal kepadanya, orang tua itu mengucapkan terimakasih beberapa kali pada Tan Liong sebelum menyerahkan bambu kocokkan ramalan.


Setelah berulang kali Tan Liong mengocok bambu ramalan tersebut, baru keluar sebuah stik untuk ramalan dirinya. Didalam bambu kocokkan yang dipegang Tan Liong, terdapat sepuluh stik yang berisi tulisan ramalan nasib keberuntungan.


Stik ramalan yang muncul tadi, ditarik Tan Liong lalu diserahkan kepada orang tua tersebut untuk diartikan. Sebelum menyerahkan stik tadi Tan Liong sempat membaca tulisan yang tertera : awan tebal tehapus saat sang fajar hadir.


Orang tua itu tampak menatap sejenak, tulisan yang tertera sebelum dia hendak mengartikannya kepada Tan Liong. Wajahnya tampak cerah dan senyum yang tidak dia coba tutupi.


"Anak muda! bisakah engkau ikuti aku sekarang ! ramalanku seratus persen tidak pernah meleset " ucapnya berbisik, matanya terlihat melihat sekeliling tempatnya berada lalu mengajak Tan Liong berlalu kebelakang melalui lorong bangunan


Tan Liong yang merasa penasaran mengikuti orang tua tersebut tanpa banyak tanya. Orang tua tersebut mengajaknya menuju sebuah rumah tua dibelakang lorong bangunan yang tadi dilewatinya.


"Mari masuk anak muda ! semuanya akan aku jelaskan sebentar lagi, setelah kita menemuinya " ucap orang tua ini yang mengajak Tan Liong memasuki bangunan tua dihadapannya.


"Ketua ...! hamba mohon menghadap ! " orang tua peramal ini memperdengarkan seruan memanggil ketua , setelah mereka ada didalam rumah tua itu.

__ADS_1


__ADS_2