
Sekarang baru dia mengerti, kehebatan pedang naga yang dia miliki. Pedang naga ternyata memiliki energi menyedot tenaga dalam lawan, beserta energi kehidupan mereka. Bergidik hatinya memikirkan senjata yang dipegangnya saat ini.
Segera dia masukkan pedang naga kedalam sarungnya. Semakin lama aura pedang itu terlihat semakin aneh dirasa Tan Liong, setelah pedang tersebut menyedot hawa kehidupan dari lawannya. Tan liong berjanji tidak akan sembarangan lagi memakai pedang naga, terkecuali terpaksa oleh keadaan.
Tan Liong edarkan pandangan kembali kelawan yang sudah terbunuh. Kembali dia tercekat, mendapati mereka yang terbunuh mulai berjatuhan menjadi bubuk abu, seperti kalau dia menggunakan tenaga dalam inti api.
Dengan kecepatan seperti siluman saja, Tan Liong bergerak kearah bangunan utama yang dimiliki tuan Lee. Dikelilingi semua tempat dibangunan utama tetapi belum juga dia temukan orang yang dia cari.
Bosan kesana kemari tanpa hasil, Tan Liong berbalik kebangunan tengah. Dia melihat petugas pengawas enam orang, sudah mati semua dengan kepala hancur. Setelah berpikir sejenak, Tan Liong mendapat kesimpulan yang membunuh mereka semua, pastilah tuan Lee yang dia cari.
Tubuh Tan Liong bergerak melayang dengan cepat, tujuannya kearah tempat kejadian pertama, sewaktu dia melihat penduduk yang diperbudak. Hanya sebentar saja, Tan Liong sudah sampai ditempat tersebut. Didapati hanya kesunyian tanpa seorang pun ditemui.
"Kemana mesti kucari dia? " lama Tan Liong berpikir mencari buruannya
"Ah, mengapa aku lupa ! " baru Tan Liong ingat kemungkinan buruannya pergi kerumah penduduk
Tidak ingin terjadi kejadian lebih buruk yang dia bayangkan, bagai meteor tubuh Tan Liong melesat kerumah penduduk.
__ADS_1
"Kurang ajaaar...! manusia terkutuk..! " habis sumpah serapah Tan Liong menyaksikan kematian penduduk begitu tragis. Tan Liong yakin semua ini adalah perbuatan tuan Lee bersama orang-orangnya.
Tan Liong segera melayang lebih tinggi agar pandangannya bisa melihat lebih luas. Begitu berada diatas, disebelah barat dia melihat beberapa orang yang bergerak cepat. Tanpa menunggu lagi, dia langsung melayang menuju arah barat melakukan pengejaran.
"Berhentiii.....!"
Orang-orang yang berlari seketika berhenti, didepan mereka tampak seorang pemuda memakai pakaian sastrawan menghadang.
"Siapa kamu, apa maksudmu menyuruh kami berhenti, engkau ingin mampus ya ?" tanya seorang paling depan yang memakai jubah mewah.
Mendengar nama tuan Lee disebut, Tan Liong sudah tidak bisa menahan amarahnya.Serta merta dia melakukan serangan, tanpa perlu berbicara lagi.
Jurus Kibasan Ekor Naga Emas seketika dia hentakkan kedepan. Gerakan secepat siluman melesat kedepan, tubuh Tan Liong bagaikan menghilang, menyerang tuan Lee dan pengawalnya.
Melihat anak muda dihadapan mereka bukannya menjawab, malah langsung melakukan serangan, membuat mereka kelabakan. Sebisa mungkin mereka mencoba menghindar dan memberi perlawanan.
Beberapa dari mereka yang tidak mampu menghindari serangan Tan Liong, langsung terjungkal tanpa nyawa. Betapa terkejut hati mereka, yang tidak mampu melihat gerakan pemuda yang kadang hilang dari pandangan.
__ADS_1
Tinggal enam orang yang masih hidup termasuk tuan Lee. Firasat jelek sudah terbayang dipikiran mereka, mengetahui pemuda ini merupakan lawan berat bagi mereka, walau menang jumlah.
Tuan Lee yang menjadi pemimpin berusaha memberi semangat dan mengatur serangan, dengan pola piramid, menggabungkan tenaga mereka bersama.
Tenaga yang disatukan menciptakan energi pertahanan yang luar biasa mengelilingi mereka semua. Saat Tan Liong memapaki dengan pukulan naga emas, hanya membuat kuda-kuda kedua belah pihak goyah sedangkan pukulannya terpental oleh kekuatan gabungan.
Mengalami serangan jadi tidak berarti, Tan Liong meningkatkan tenaga dalam sampai ke tenaga puncak, membuat suasana di tempat pertarungan mulai berubah mengerikan.
Sekeliling tubuh Tan Liong mulai bercahaya emas luar biasa terangnya. Hawa dingin mulai terasa oleh tuan Lee dan pengawal pribadinya. Sedikit demi sedikit hawa dingin mulai meresap, masuk ke perisai pertahanan tenaga dalam yang mereka bentuk.
Mereka melihat pemuda yang menjadi lawan, perlahan terasa berubah menyeramkan, seperti siluman yang siap membunuh mereka.
"Kraaaak..kraak..kraaak...aaaaaaaakkk"..!"
Jeritan kesakitan mereka rasakan, saat hawa dingin itu menyerang mematahkan tulang tubuh mereka.
Satu persatu tubuh berjatuhan dan kehilangan nyawa dengan tubuh membeku. Organ dalam ditubuh mereka, tidak dapat bekerja karena hawa dingin membekukan telah membunuh mereka semua.
__ADS_1