KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.18.Perjalanan ke ibu kota


__ADS_3

Dua hari sudah Tan Liong berada dirumah Hwa Jin, hari ini Tan Liong berencana melanjutkan perjalanan. Selama dua hari, setelah disahkan pertunangan mereka, Tan Liong dan Hwa Lian sudah semakin akrab dan saling mengungkapkan rasa cinta mereka berdua, dengan bertukar tanda mata sebagai ikatan pertunangannya.


Setelah berpamitan dengan Hwa Jin dan terutama Hwa Lian tunangannya, Tan Liong berangkat mengambil arah selatan, arah ibu kota diiringi isak tangis kesedihan Hwa Lian.


Selama perjalanannya ke ibu kota, Tan Liong nampak melamun, merasa kehilangan gadis yang dicintainya.


"Tolooooooong...!!


Terdengar suara yang agak jauh didepan meminta tolong, membuyarkan lamunan Tan Liong. Dijejakan kedua kakinya ketanah, Tan Liong melompat terbang menggunakan jurus Naga Emas Angkasa. Dari atas Tan Liong melihat, beberapa orang memakai cadar berpakaian hitam-hitam, menyerang rombongan pedagang yang sedang menuju arah ibu kota, sedangkan para pedagang terlihat menggigil ketakutan.


Dua pengawal yang mengiringi rombongan pedagang, nampak rebah dengan luka disekujur tubuhnya. Sedangkan empat lainnya masih, terlihat bertarung dengan orang-orang yang memakai cadar.


Tan Liong yang melihat hal ini, segera turun untuk membantu pengawal rombongan pedagang.


"Berhenti semua...!!

__ADS_1


Suara tan Liong yang diiringi tenaga dalam Napas Naga Emas, telah menggetarkan isi dada mereka yang bertarung, sehingga kedua belah pihak melompat mundur menghentikan pertarungannya.


semua mata tertuju pada Tan Liong yang menghentikan pertarungan mereka. Mereka mendapati seorang pemuda remaja, melangkah mendekati tempat mereka bertarung.


Orang-orang yang berpakaian hitam bercadar, melihat hanya seorang pemuda remaja, telah menghentikan usaha mereka, tampak tak terima. Salah satu dari mereka, yang kemungkinan adalah pimpinannya, maju menghadang kedatangan Tan Liong dengan kaki mengangkang, tangan bersidekap.


"Heey kunyuk...apa maksudmu mengganggu kami!! agaknya kau sudah bosan hidup ?"


Tan Liong yang dibentak, mengarahkan pandangan matanya dengan tajam kepada lelaki bercadar itu, hingga membuat lelaki bercadar tersebut, terkejut mundur oleh pandangan menusuk dari Tan Liong.


"Manusia-manusia sampah sepertimu, tidak pantas berbicara dan berada dimuka bumi ini...!!! sudah pantas untuk dilenyapkan..!!!


"Cahaya Aura Naga", Tan Liong nampak menggerakan tangannya dari dalam mendorong kedepan.


Gemuruh suara diiringi hawa panas bukan main, berhembus menerpa para perampok bercadar.

__ADS_1


Para perampok bercadar yang merasakan serangan panas bukan kepalang, mengurung mereka. Mereka mencoba bertahan dengan tenaga dalam masing-masing, tetapi hanya sebentar saja, mereka sudah tidak kuat bertahan. Hawa panas mulai memasuki tubuh mereka hingga satu persatu menjerit merenggang nyawa lalu hancur menjadi abu.


Pengawal dan pedagang, yang menyaksikan kedahsyatan kekuatan yang diperlihatkan anak muda ini, mengkirik ngeri dan takut.


Hanya butuh waktu sebentar bagi Tan Liong melenyapkan penjahat bercadar menjadi onggokan debu. Keadaan menjadi sunyi setelahnya, hingga Tan Liong menyadari kesunyian yang terjadi, disebabkan oleh perbuatannya kepada para perampok bercadar tersebut.


"Paman-paman semua, maafkan sedikit kekejaman yang aku lakukan kepada mereka, karena kalau mereka dibiarkan hidup pasti akan melakukan hal yang sama dikemudian hari..!""


Tan Liong memecahkan kesunyian dengan berbicara tentang perbuatannya kepada penjahat bercadar itu. Setelah diberi penjelasan oleh Tan Liong, mereka mulai bisa menarik napas lega dan berterimakasih pada anak muda itu.


"Paman semua, kalian ini sebenarnya hendak kemana?" tanya Tan Liong ketika suasana sudah mulai membaik.


"kami sebenarnya bermaksud ke ibu kota, ditengah jalan inilah, kami dicegat oleh mereka yang menginginkan barang yang kami kawal.!"


"Kalau begitu, bolehkah aku ikut bersama paman, karena aku bermaksud ke ibu kota" tanya Tan Liong yang bermaksud sama ingin ke ibu kota.

__ADS_1


"Kami malah merasa merepotkan saudara muda "


"Terimakasih paman semua, mari kita berangkat...!"


__ADS_2