
Baru saja Tan Liong tiba di istana, diluaran istana dia melihat, banyak pasukan tentara istana sibuk melakukan persiapan. Dengan heran dia bertanya pada Yu Tang yang pertama kali dijumpainya diistana, sambil meletakkan murid Iblis Malam dilantai.
"Kakak Tang, aku lihat diluaran para tentara sangat sibuk berjaga-jaga, ada kejadian apakah?"
"Mereka sedang melakukan persiapan penjagaan berlapis demi keamananan keluarga istana ini, saudara Liong!, Pangeran Yung dan Jendral Go bersama pasukannya, melakukan pemberontakan dengan melumpuhkan banyak tentara istana...!"
"Mereka sudah mulai aksinya, karena baginda raja mengetahui persekongkolan mereka yang hendak mengambil alih kekuasaan raja yang sah.!" jawab Yu Tang memberi penjelasan
"Sekarang bagaimana? sampai dimana sudah pergerakan mereka?" tanya Tan Liong lagi
"Sementara ini mereka sudah ditahan oleh para jendral istana bersama panglima dan pasukan istana, diluar bagian utara tembok, bangunan istana !"
"Kalau begitu, aku mau kesana membantu, tolong jaga dia kakak Tang, jangan sampai lepas !" sambil menunjuk arah murid Iblis Malam yang diletakkan dilantai. Setelah itu Tan Liong melompat terbang menuju arah utara yang jelaskan Yu Tang.
Setibanya di tempat pertempuran antara pasukan istana, yang menahan pasukan pemberontak yang dipimpin langsung oleh jendral Go, Tan Liong melihat banyak pasukan gugur dikedua belah pihak.
__ADS_1
Jendral Go bersama kelompoknya mengamuk mencoba menghancurkan penghalang didepannya. Setiapa pukulan dan sabetan pedang mereka pasti satu atau dua pasukan tentara merenggang nyawa.
Para jagoan istana yang ikut diturunkan, sudah banyak yang gugur dan luka-luka. Tinggal menunggu waktu beberapa saat lagi ,Pasukan jendral Go dan sekutunya akan mampu menghancurkan penghalangnya dan masuk kedalam istana raja.
Melihat betapa gentingnya keadaan ini, Tan Liong tidak tinggal diam , segera tubuhnya turun melakukan penyerangan.
Dengan jurus Pedang Naga Emas, sekali dilontarkan oleh Tan Liong, sepuluh hingga lima belas penyerang langsung tewas, tanpa sempat mengetahui siapa yang membuat mereka mati seketika. Hanya beberapa serangan dari Tan Liong, sudah memakan korban berjatuhan hampir seratus orang, yang mana membuat jendral Go dan sekutunya terkejut setengah mati.
"Saudara Bong, apakah kau tahu siapa pemuda yang baru datang itu?" tanya jendral Go kepada sekutunya
"Kau ikut denganku sekalian ajak panglima Su menghadang pergerakannya.!!" perintah jendral Go yang segera melompak kearah keberadaan Tan Liong.
Tan Liong yang melihat tiga orang sedang melompat mendekati tempatnya tidak mengacuhkannya, sibuk membabati pasukan penyerang istana.
"Heee.. keparat ****** istana, berapa kau dibayar oleh pihak istana, untuk menghabisi pasukanku?" seru jendral Go kepada Tan Liong yang marah melihat pasukannya habis dibantai oleh Tan Liong
__ADS_1
Mendengar kata kasar yang diucapkan oleh orang yang baru tiba, membuat Tan Liong memuncak emosinya.
"Dibayar dengan sebuah kepalamu.. " desis Tan Liong dengan pandangan menggidikan, serta merta aura Naga Emas muncul mengitari tubuhnya, membuncah keluar dengan hawa yang luar biasa dingin, yang segera dirasa oleh tiga orang yang baru tiba ini.
"Kau.......! tuding jendral Go yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"jendraaaaal go...!" 'teriak dua orang yang ikut dengan sang jendral sambil mendekati, tetapi saat mereka sudah dekat, seketika juga ikut berhenti bersuara.
Bluug,...bluuug...bluug....!
Terlihat ketiga nya jatuh ketanah, dengan tubuh kaku dan sudah tidak bernyawa.
Jendral Go....tewas!!!.......jendral Go sudah meninggal!!!" teriakan pasukan istana dan pasukan musuh bersamaan.
Melihat pemimpinnya mati, pasukan yang dibawa sang jendral seperti anak ayam kehilangan induk, mereka menjadi pasukan yang kehilangan roh, kacau balau sehingga mudah digempur dan dibekuk oleh pasukan istana.
__ADS_1
Semua pasukan yang dibawa jendral Go, menyerahkan diri, para sekutunya yang ikut serta, tewas karena melawan. Pemberontakan sudah selesai yang hanya menyisakan mayat-mayat bertumpukan dimana-mana.