KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.63 Kematian Mo Kang dan tetua Ryu Shen palsu


__ADS_3

"Ilmu kekebalan apakah ini ? sungguh tidak masuk akal, seperti penggunaan kekebalan lewat ilmu hitam " batin Tan Liong bingung mencari pemecah kekebalan lawan.


Sudah beberapa jam lewat, pertempuran yang dilakukan Tan Liong mulai menguras tenaga dalamnya. Sedangkan lawan karena mengandalkan kekebalan tubuh, sama sekali tidak terlihat mengeluarkan banyak tenaga dalam, sehingga nampak masih tenang-tenang saja menghadapi dirinya.


Mo Kang yang melihat lawannya mulai kelelahan terlihat tersenyum menyeringai, menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan jurus pamungkas, saat lawannya mulai lengah karena kelelahan.


Ketika kesempatan itu tiba, dengan sepenuh tenaga dia hantamkan pukulannya mengarah tepat kedepan dada Tan Liong yang baru saja memiringkan tubuh menghindar dari tendangan Mo Kang.


Pukulan yang disertai tenaga dalam penuh melesat disertai bau menyengat menghujam kearah dada Tan Liong. Tan Liong yang baru saja berkelit, belum sempat memperbaiki kuda-kuda, ketika melihat pukulan Mo Kang datang, dia sudah tidak bisa menghindari, dengan terpaksa dia mencoba menangkis dengan tangan yang hanya menggunakan tenaga seadanya.


"Deeeesssss......!"


Walaupun sudah ditangkis, karena penggunaan tenaga tidak penuh membuat pukulan Mo Kang masih dapat masuk menghujam dada Tan Liong. Tubuh Tan Liong terlempar kebelakang dengan sedikit darah mengucur dari sudut bibirnya. Luka yang dialami Tan Liong untungnya tidak begitu parah, Kekuatan tenaga dalam Naga Emas yang dilatih, telah melindungi bagian dalam ditubuhnya.


Saat Tan Liong hendak bangun untuk mengusap darah disudut bibir, tanpa sengaja tangannya menyentuh gagang pedang Naga Biru yang ada padanya.

__ADS_1


"Sialan....mengapa aku sampai lupa menggunakan pedang ini ! " membatin Tan Liong yang segera menyalurkan tenaga dalam Naga Emas kegagang pedang Naga Birunya.


Mo Kang yang tidak ingin membiarkan Lawan bangkit lagi, segera melesat menerjang sambil mengayunkan pukulan dengan sekuat tenaga. Begitu pukulan tiba, dengan kecepatan seperti siluman Tan Liong mencelat menghindar dan langsung melakukan tebasan ke arah Mo Kang.


"Blaaaar.....!"


"Ceeeeessssss..."


Pukulan Mo Kang menghujam tanah, membuat tanah yang terkena pukulan, berlubang hancur. Bersamaan pukulan terjadi, sebuah kepala terpenggal dari tubuh, menggelinding ditanah dekat lubang yang dibuat Mo Kang.


Orang yang menyamar menjadi tetua Ryu Shen, melihat Mo Kang mati dengan kepala terpisah dari tubuh, menjerit kalap meninggalkan ketua Li Shen lalu menyerang Tan Liong yang sedang berdiri dengan aura membunuh yang sangat mengerikan.


"Jahanam....! kau membunuh kakakku, kau harus mampus....!" teriak tetua Ryu Shen palsu, dengan kemarahan yang teramat sangat.


Memang nasib orang ini lagi sial, belum juga tubuhnya mendekati tempat Tan Liong berada, seberkas cahaya yang menyilaukan berkelebat kearah tubuhnya yang sedang meloncat diudara.

__ADS_1


Selepas cahaya berkelebat ditubuh orang yang hendak menerjang Tan Liong, terlihat tubuh itu runtuh ketanah menjadi dua potong tanpa ada terdengar suara jeritan kematian mengiringi.


Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu, mengkirik ngeri ketakutan yang teramat sangat. Tanpa sadar kaki para penonton semakin mundur menjauh, oleh aura membunuh yang dikeluarkan Tan Liong dan pedangnya.


Beberapa saat kemudian, perlahan-lahan Tan Liong mulai dapat menguasai pedang yang mempengaruhi kemauan dan pikirannya. Tangannya memasukan pedang Naga Biru kedalam sarung kayu yang dia buat. Aura membunuh perlahan-lahan mulai sirna, disekeliling tempatnya berada.


Ketua Li Shen yang takjub dan juga merasa ngeri menyaksikan peristiwa tadi, nampak melangkah mendekati Tan Liong. Tubuh Mo Kang dan tetua Ryu Shen palsu yang tergeletak ditanah, terbakar hingga menjadi abu selang waktu berlalu, membuat orang yang melihat kejadian berlangsung, berdiri bulu kuduk mereka masing-masing.


"Saudara Tan Liong, terimakasih atas bantuanmu yang telah menyelamatkan perguruan ini dari kehancuran " ucap ketua Li Shen dengan tulus.


"Ketua Li tidak perlu sungkan begitu ! musuh yang saya cari, kebetulan juga musuh perguruan ini, jadi ini sudah menjadi kewajiban saya untuk membinasakannya " ucap Tan Liong yang tidak enak hati menerima ucapan terimakasih yang begitu tulus dari ketua Li Shen.


"Tidak ! kami tetap harus mengucapkan ini, tanpa bantuan saudara Tan Liong, aku juga tidak bisa berdiri disini sampai saat ini " ucap Ketu Li Shen yang segera membantah perkataan Tan Liong


"Saat ini, aku masih mohon pertolongan dari saudara Tan Liong untuk mengobati tetua-tetua kami yang terkena racun melumpuhkan mereka, semoga saudara Tan Liong tidak keberatan !" kata ketua Li Shen kembali

__ADS_1


"Kalau begitu, mari kita kesana mengobati mereka " ucap Tan Liong segera mengiyakan, agar tidak lagi ketua Li Shen membicarakan tentang hal tadi kembali.


__ADS_2