KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.47. Dua Ketua


__ADS_3

"Ternyata kau lumayan juga ..!" setelah ucapan lelaki itu selesai diucapkan, tubuhnya terlihat terangkat melesat terbang melakukan serangan kearah Tan Liong.


Mendapati serangan yang dilakukan lelaki ini, dengan kecepatan tinggi, Tan Liong tak mau berhayal lagi, diladeni serangan itu dengan cukup tenang.


Tingkat serangan lawan Tan Liong kali ini berbeda dari lawan-lawan sebelumnya. Perbedaan terlihat dari cara lawan mengarahkan pukulan ketempat kosong pertahanan dirinya. Setiap pukulan maupun tendangan yang dilakukan oleh lawan Tan Liong lebih efisien dalam penggunaan tenaga, sehingga hasil serangannya sangat berbahaya sekali bagi pertahanan Tan Liong.


Semakin lama pertarungan mereka membuat arena sekitar pertarungan mulai mengalami kehancuran. Tingkat tenaga dalam perlahan mulai menaik, seiring kuatnya pertahanan yang dibangun kedua orang yang sedang bertempur.


Tan Liong belum menaikkan tenaga dalam puncak, sampai ke tingkat maksimal, karena dia masih merasa mampu mengimbangi musuhnya, dengan tenaga dalam yang dia gunakan saat ini. Sedangkan lawan Tan Liong mulai terlihat kewalahan, karena belum mampu menembus pertahanan yang dibangun Tan Liong.


"Lo Mo, betapa lemahnya dirimu ! hanya melawan seorang pemuda saja, harus aku ikut turun membantumu...!" kekesalan terlihat dari lelaki yang sedari tadi duduk melihat mereka bertarung, setelah teman dari lawan Tan Liong belum juga mengalahkan dirinya.


Sekarang Tan Liong harus melawan dua orang yang memiliki ilmu tingkat tinggi dengan tenaga dalam sudah hampir sempurna. Kewaspadaan semakin dia tingkatkan. Aura Naga Emas segera dilepas seiring dengan naiknya tenaga dalam Tan Liong sampai kepuncak.

__ADS_1


Seluruh tubuh Tan Liong diselimuti aura emas yang kian lama menyebar keseluruh arena pertarungan, tenaga inti api dan inti es dia keluarkan bersamaan, sehingga hawa udara diarena pertempuran berubah panas dingin bergantian.


Dua lelaki yang menjadi lawan Tan Liong amat terkejut menyaksikan kekuatan yang ditunjukkan Tan Liong, mereka memang tahu, pemuda ini memiliki tenaga puncak, tetapi apa yang diperlihatkan pemuda ini sekarang, jauh dari apa yang mereka bayangkan, membuat mereka merinding melihatnya.


Keduanya mulai memusatkan konsentrasi, menaikkan tenaga dalam mereka kepuncak maksimal. Aura yang dikeluarkan pemuda yang sempat menindih mereka tadi, sekarang mulai berkurang.


Tubuh Tan Liong bergerak luar biasa cepat kedepan, seperti siluman yang terlihat bisa menghilang, kecepatan serangannya sangat mengerikan. Pukulan berantai dia lepaskan dengan jurus serangan Kibasan Ekor Naga emas, mengarah ke tempat kosong yang tak terjaga pertahanan lawan.


Dua orang lawan Tan Liong, berusaha menghindar arah serangan lawannya dengan menepis setiap pukulan, lewat adu kekuatan tenaga dalam. Setiap pertemuan tangan mereka bertiga, selalu terjadi getaran yang memaksa ketiganya mundur beberapa langkah kebelakang.


Keadaan mereka masih berimbang, walaupun dikeroyong dua orang dengan kemampuan tingkat tinggi, Tan Liong masih mampu menahan serangan mereka.


Kedua lawan Tan Liong mulai terlihat akan mengeluarkan jurus pamungkas mereka, dilihat dari cara mereka merubah posisi dan kuda-kuda yang terlihat berbeda.

__ADS_1


Tan Liong yang tak ingin menjadi korban dari jurus mereka, dengan terpaksa memusatkan tenaga dalam inti api dan inti es sampai kepuncak maksimal. Kedua tangannya terlihat sampai menyala merah dan biru sangat terang.


Dua tubuh berekelebat begitu cepat dengan gerakan tangan mendorong bersamaan.sedangkan Tan Liong menggerakan tangan memakpaki kedua serangan yang tertuju pada dirinya.


"Deeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrr.....!"


Suara ledakan sangat dahsyat terdengar cukup lama, setelah pertemuan ketiga tenaga bertubrukkan terjadi. Getaran tenaga mereka terasa seperti getaran gempa yang sangat dahsyat.


Ketiga tubuh terhempas kebelakang seperti daun kering yang ditiup angin. Tan Liong yang terpukul tenaga gabungan jatuh dan tak sadarkan diri, darah terlihat mengalir keluar dari tubuhnya.


Dua orang yang menjadi lawan Tan Liong terlihat lebih parah, salah satunya jatuh dengan tubuh terbakar dan sesaat kemudian tewas dengan organ dalam hangus terbakar.


Temannya yang terkena pukulan inti es jatuh tewas dengan bagian tubuh hancur berserakan.

__ADS_1


Kesunyian mulai hadir setelah pertarungan mereka usai. Debu dan suara benda-benda yang terhempas saat pertarungan mulai bersih dan hening. Keadaan pulau buatan seperti kuburan yang sunyi senyap.


__ADS_2