KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.54. Penyelidikan 1


__ADS_3

Didalam ruangan yang sedikit pengap dan agak gelap, tercium bau hawa racun yang sangat menyengat. Sekeliling ruangan digantung berbagai macam tanaman obat dan boto-botol yang berisi cairan berbagai macam warna.


Dicobanya mendekat, untuk mengetahui sesuatu yang tertera di setiap boto-botol tersebut. Tan Liong terkejut membaca salah satu tulisan yang tertera disana.


"Racun ular panca warna !!!! ini racun yang susah dicari obat penangkalnya..." gumam Tan Liong dalam hati bergidik, walaupun dia tahu dirinya kebal dengan racun


Saat matanya tertumbuk pada meja disamping kanannya, dia melihat sekotak ramuan racun yang berupa serbuk berwarna hijau tua.


"Serbuk apa ini, mengapa baunya harum sekali ...?" gumamnya lagi sambil mendekatkan hidungnya untuk mengetahui bau obat itu, tanpa bisa mengetahui fungsi dan jenis racun tersebut


Mengetahui ruangan yang dimasuki hanya tempat penyimpanan dan pembuatan racun mematikan, Tan Liong mencoba memeriksa ruangan lain ditempat itu.


Sebuah ruangan yang agak besar dengan pintu masuknya sangat lebar, dicoba diselidiki Tan Liong. Ternyata yang dimasukinya adalah ruangan kamar tidur tetua Ryu. Dicobanya mengedarkan pandangan meneliti sekitar ruangan kamar.


Mata Tan Liong melihat selembar surat diatas meja sebelah tempat tidur.

__ADS_1


"Ingat adikku, kamu harus segera menghabisinya ! jangan menunda terlalu lama, aku sebagi kakakmu sudah bosan menyamar dan dalam empat bulan kedepan kamu harus menyelesaikan yang kakak tugaskan "


Usai membaca surat sampai selesai, dia melihat surat itu tidak mencantumkan nama pengirim, yang sedikit membuat Tan Liong bingung. Segera digulung surat tersebut dimasukan kedalam bajunya, karena dia pikir surat itu akan berguna nantinya.


"Siapa kakak tersebut....? apakah tetua Ryu Shen memiliki kakak dan mengirimkan surat ini kepada dia ?, lalu siapa yang diperintahkan untuk dibunuh? " gumam Tan Liong semakin bertambah sulit menerka, maksud dan tujuan surat itu


"Seperti diperguruan ini terjadi sesuatu yang tidak beres, sekalian aku menyelidiki pembunuh orang tuaku, aku bisa menyelidiki ketidakberesan diperguruan ini juga ! " batin Tan Liong yang segera hendak keluar dari kamar tetua Ryu Shen


Terdengar langkah kaki sangat ringan menuju arah kamar tetua Ryu Shen, Tan Liong yang hendak berlalu terkejut dan tidak sempat lagi untuk berpikir keluar, tubuhnya segera digerakan melayang keatas menempel langit-langit kamar.


Kemudian sosoknya menghilang keluar, meninggalkan kamar pribadinya. Tan Liong yang mendengar langkah kaki tetua Ryu shen sudah menjauh segera melayang turun, keluar dari kamar itu.


Tetua Ryu Shen melangkahkan kaki, menuju kebelakang bangunan miliknya. Setelah sampai dibelakang, langkahnya terlihat dipercepat, menuju tembok perguruan yang terlihat lebat dengan banyak pepohonan besar. Didekat sebuah batu yang ada didekat tembok, tangannya terlihat menarik sebuah tuas besi yang tersembunyi dibalik batu.


Terdengar suara berdesir seperti ada sesuatu bergerak membuka setelah tuas besi ditarik. Dibawah sebelah kanan batu, sekarang terbuka sebuah lubang masuk kedalam yang terisi tangga untuk berjalan.

__ADS_1


Tubuh tetua Ryu Shen nampak tertelan lenyap, setelah dia masuk menuruni tangga lubang tersebut. Tan Liong yang menguntit dari tadi, mengamati semua perbuatan yang dilakukan tetua Ryu Shen, tanpa menunggu pintu lobang tertutup, dia melayang ikut masuk kedalam lubang yang dilalui tetua Ryu Shen.


Lobang yang dilihat Tan Liong tadi, berbeda saat dia telah masuk didalamnya, ruangan besar seperti bukan hanya sebuah terowongan biasa. Luas ruangan didalam lobang ternyata mampu memuat tiga puluh orang lebih dan masih ada sisa.


Panjang ruangan menurut perkiraannya, panjang dari dua buah bangunan besar tetua yang ada diperguruan ini, hanya yang membuat Tan Liong bingung sekarang, adalah tidak nampaknya sosok tetua Ryu Shen.


Dengan mengentengi tubuh seperti sehelai kapas, Tan Liong bergerak memeriksa sekeliling ruangan tetapi sama sekali tidak ditemukannya orang yang dia cari.


"Sungguh aneh ! kemana dia melenyapkan diri ? " batin Tan Liong bingung


Pada saat bingung mencari tetua Ryu Shen, mata Tan Liong melihat sebuah batu yang berbeda bentuknya dengan batu yang ada didalam ruanagan ini, yang terlihat lebih lancip.


Tangannya mencoba meraba-raba, berharap ada sebuah tombol yang mampu membuka suatu rahasia ruangan ini.


"Dapat ! ternyata benar ada disini " Tan Liong bersorak dalam hati

__ADS_1


Sebuah pintu batu terbuka didepan Tan Liong, setelah dia menekan sebuah tombol yang ada dibatu tadi. Sekarang sebuah terowongan panjang agak sedikit gelap terpampang didepannya. Setelah melangkah masuk, pintu batu tadi segera menutup, yang membuat Tan Liong sedikit kaget dibuatnya.


__ADS_2