
Yan Guan yang baru datang mendekat bersama pamannya, sebenarnya sangat benci sekali pada orang-orang ini, tetapi dia tidak berani mengambil nyawa orang yang sedang diintrograsi oleh Tan Liong.
Dia cukup maklum, Tanpa adanya Tan Liong dia tidak dapat menyelamatkan pamannya dengan begitu mudah, maka dia tidak mau mengambil keputusan sendiri, dia akan biarkan kawan barunya yang mengurusnya.
"Setelah semua kawanmu mampus karena kejahatan yang kalian lakukan, sekarang apa yang engkau perbuat ?, bila jawabanmu dapat kau pertanggung jawabkan, mungkin aku masih bisa mengampunimu !" ucap Tan Liong lebih lanjut
"Ku akui, aku bersalah ! baik kepada paman dari tuan ini mau pun kepada orang didesa sana dan terutama orang desa yang dibunuh anak buah kami, tapi semua itu bukan aku yang memberi perintah ! ini semua atas perintah kedua ketua kami yang berada didalam pulau buatan, yang kami kerjakan " jelas lelaki itu seperti terlihat menyesal
"Mmm, mungkinkah omonganmu dapat dipercaya?" tanya Tan Liong menyelidik
"Aaah...! bunuh saja dia, saudara Liong ! sedikitpun aku tidak percaya omongan manusia keparat ini.." seru Yan Guan dengan emosi
"Baik..! aku mau lihat kesana, bila omonganmu benar, aku masih bisa membebaskanmu !" sambil tangannya seperti mengulap, menahan ucapan dari sahabat barunya Yan Guan
__ADS_1
Setelah menotok lumpuh untuk sementara waktu, tubuh lelaki ini dan meminta Yan Guan menjaganya, Tan Liong melesat terbang menuju kedanau buatan yang disebutkan.
Lagi-lagi Yan Guan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tan Liong, yang melihatnya melayang seperti burung melesat pergi.
"Ccck...ccck ilmu apa yang dimilikinya...lama-lama aku seperti bukan berteman dengan manusia dari darah dan daging " membatin Yan Guan sedikit merinding melihat cara bergerak Tan Liong
Danau yang ditunjukkan oleh lelaki tadi merupakan danau buatan yang sangat luas. Mereka membuat danau dari sebuah lembah kering dan ditengah-tengah kebetulan ada dataran yang tinggi dan lebar, yang bisa dibangun kurang lebih empat bangunan besar dan masih menyisakan bagian untuk membuat sebuah taman.
Tan Liong yang masih melayang diudara, terlihat mengamati dari atas ada atau tidaknya orang dibawah pulau buatan itu.
Ditunggu sekian waktu tidak ada terlihat orang, Tan Liong melayang turun mendekati bangunan tersebut. Baru saja kaki menyentuh tanah, terdengar suara menyapa kehadirannya.
"Anak muda hebat...! tidak percuma kau berani memasuki tempat kami sendirian, ternyata kau orang yang memiliki tenaga dalam puncak diusia semuda ini !"
__ADS_1
Terlihat dua orang yang sedang duduk didalam bangunan yang terbuka, salah satu yang berbicara dari dua orang itu, yang duduk disebelah kiri.
Sedikit terkejut hati Tan Liong mendengar ucapan yang dilontarkan mereka. Pengetahuan menganalisa tentang kemampuan seseorang yang dia miliki sungguh hebat. Sehingga Tan Liong menjadi lebih waspada terhadap mereka berdua.
"Sungguh pantas...! kalian berani membuat kekacuan didesa, dengan kemampuan yang kalian miliki, menganggap tiada orang yang akan berani mengusik perbuatan yang kalian lakukan ! " ucap Tan Liong datar
"Haaa..haaaa...siapa yang kau maksudkan akan berani mengusik ketenangan kami ? kaukah anak muda ? haaa..haaaa.."
Mendengar kecongkakkan yang diucapkan dua orang ini, Tan Liong mencoba bersabar.
"Mungkinkah menurutmu, kau sehebat yang kau ucapkan, sehingga orang sepertiku pun kau anggap tiada arti !" ucap Tan Liong memanas-manasi
"Boleh juga tantanganmu..! coba kau tahan pukulanku.." seru lelaki disebelah kiri sambil mendorongkan kedua telapak tangannya kearah Tan Liong
__ADS_1
Sinar berwarna biru melesat bersamaan dengan suara bergemuruh menerjang kearah Tan Liong, yang sudah bersiap diri dengan Perisai Pelindung Naga Emas. Saat pukulan itu menabrak perisai pelindung Tan Liong, terdengar letupan seperti api yang sangat panas bertemu air.
Sungguh bukan main terkejutnya lelaki yang menyerang Tan Liong, mendapati pukulan panas yang dikeluarkan seperti tenggelam dalam air dingin, sedangkan pemuda itu dia lihat, hanya diam dengan tersenyum seolah-olah seperti mengejek pukulannya.