KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.83. Perjalanan


__ADS_3

Sinar matahari pagi, menghangatkan tubuh Tan Liong yang seketika terjaga dari tidur lelapnya. Dengan sedikit merenggangkan otot tubuh yang sudah terasa nyaman, dia bangun merapikan perbekalan bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanan.


"Bau tubuhku ini terasa sedikit masam, aku butuh mandi saat ini " batin Tan Liong yang nyengir sendiri, merasa sedikit risih ketika mencium bau tubuhnya sendiri.


Mencari sungai maupun danau disekitar tempat yang tidak pernah di lewati merupakan hal yang memakan waktu bagi Tan Liong. Bermodalkan keberuntungan dan pendengaran yang tajam, dia mencoba mencari secaranya asal.


Ketika pencarian hampir memakan waktu tiga jaman, akhirnya telinganya mendengar suara gemericik air sedikit jauh dari lokasinya berada saat itu. Tan Liong segera melesat menuju suara air yang didengar oleh telinganya. Saat sudah sampai ditempat suara air tersebut, matanya terpaku melihat pemandangan yang membuatnya tidak bisa tidak bengong, terlalu indah untuk tidak disaksikan.


Sebuah danau yang tidak begitu luas tetapi memiliki air yang begitu jernih hingga dasar dari danau itu terlihat jelas. Yang lebih membuatnya terbelalak diam adalah penampakan dua orang gadis yang sedang berendam disana, tanpa sehelai benang menutupi tubuh mereka.


"Aaahhh....Lelaki kurang ajar, apa yang kau lakukan disana, lelaki mesum busuk, pergi....!" terdengar jeritan marah, sambil memaki dari salah satu gadis tersebut, ketika melihat Tan Liong berdiri bengong, menatap mereka yang sedang mandi.


"Eh, siapa ? aku ? ada apa denganku ? " tanya Tan Liong yang masih saja berdiri menunjuk dirinya sendiri, saat dilihat gadis tersebut menjerit dan memakinya.


Tan Liong yang masih terbuai dengan pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya saat ini walaupun tanpa sengaja merupakan hal yang sangat tabu dan tidak pantas dilakukan oleh seorang lelaki sejati. Biasanya hanya golongan jai wa cat ( golongan pemogoran atau orang yang suka mempermainkan wanita) saja yang melakukan hal seperti ini.


Dua gadis itu terlihat panik, Mereka berusaha menutup tubuh dengan berendam hingga yang terlihat hanya kepala mereka berdua. Tetapi mereka lupa dengan kejernihan air danau, upaya yang mereka lakukan untuk menutupi tubuh terlihat sia-sia.

__ADS_1


"Kenapa kau masih berdiri disana, manusia bejat ! Kami tidak akan mengampuni atas kekurang ajaranmu, kubunuh dirimu ! " teriak mereka berdua yang semakin marah, melihat Tan Liong masih berdiri memandangi tidak juga berlalu pergi.


Tersentak Tan Liong yang baru tersadar dari bayangan indah tubuh mereka, dengan muka merah padam karena kurang sopan atas perbuatan yang ia lakukakan, Tan Liong berbalik pergi dengan sangat cepat.


Rasa lega dirasakan oleh kedua gadis tersebut, melihat bayangan tubuh Tan Liong hilang dari pandangan mereka. Sebisanya mereka bergegas meraih pakaian yang mereka letakkan dipinggir danau, tanpa mengalihkan pandangan kedepan, khawatir pemuda 'cabul' tadi muncul lagi dihadapan mereka.


Tan Liong yang masih merasa malu, tidak ingin lagi balik untuk membersihkan tubuh didanau tadi. Dia tidak ingin bertemu dengan kedua gadis tersebut lagi selama hidupnya atau dia akan terbunuh oleh rasa bersalah telah melakukan perbuatan hina pada mereka, walaupun bukan disengaja.


Tanpa menghentikan langkah, sinar matahari mulai terasa menyengat kulit, Tan Liong akhirnya melihat sebuah desa yang terlihat seperti kota. Desa ini tampak padat dengan penduduk yang bermata pencaharian kebanyakan sebagai pedagang, semua dapat dilihat dari setiap sudut tempat ramai orang berjualan.


Selesai membayar uang muka, tergesa-gesa Tan Liong kekamar yang dipesannya untuk membersihkan diri. Tidak beberapa lama dia sudah keluar dengan pakaian baru, senyum senang terpancar dari bibirnya, tubuhnya sekarang dirasa segar sehabis mandi.


Tak ada yang harus dilakukan buru-buru, Tan Liong melangkahkan kakinya dengan santai mencari restoran, mengisi perut yang sudah meronta minta diisi.


Memasuki restoran yang cukup besar, Tan Liong melihat banyak pasang mata memandang kehadirannya. Restoran yang ada didesa ini, terlihat cukup ramai pengunjungnya. Sedikit pun Tan Liong tak memikirkan pandangan mata orang-orang yang melihat dirinya.


Mengambil tempat duduk yang kosong ditengah-tengah, Tan Liong segera memanggil pelayan untuk memesan makanan.

__ADS_1


"Minta sup kepala ikan, cumi-cumi asam manis, sayur hijau serta nasi ! kalau bisa cepat sedikit membuatnya, perutku sangat lapar sekali " ucap Tan Liong yang menyebutkan nama-nama pesanannya.


"Ada Lagi Tuan ? " tanya pelayan memastikan lagi.


"Oh iya, bawakan aku terlebih dahulu arak yang paling bagus ! " ujar Tan Liong lagi.


"Baik, silahkan ditunggu tuan, saya permisi menyiapkan pesanan anda " ucap pelayan tersebut seraya mengundurkan diri, menyiapkan pesanan Tan Liong.


Sebentar saja, arak yang dipesan Tan Liong sudah dibawa oleh pelayan tadi. Tan Liong menikmati arak yang dipesannya dengan santai sambil melihat sekeliling restoran. Kebanyakkan orang-orang yang mengunjungi restoran adalah para penduduk biasa, hanya beberapa terlihat seperti saudagar dan para pelancong yang sedang melakukan petualangn seperti dirinya.


Disudut depan restoran, sebelah kanan Tan Liong terlihat dua orang, seperti kaum dari rimba persilatan. Mereka Tampak serius makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Sesekali pandangan mereka terlihat agak serius menatap arah luar restoran.


Tiba-tiba dari luar restoran terdengar derap kaki kuda yang berhenti, didepan restoran dimana Tan Liong berada. Dari derap langkah kakinya, Tan Liong bisa menafsirkan ada empat ekor kuda dibawa oleh mereka.


Didepan pintu masuk restoran tampak tiga orang lelaki dengan satu orang wanita, memasuki restoran dengan sedikit tergesa-gesa. Mereka tanpa menghiraukan orang-orang yang ada didalam, langsung menuju kesudut restoran, dimana duduk dua orang yang tadi yang dilihat Tan Liong dari kaum rimba persilatan itu berada.


Keempat orang itu, tiada terlihat mengucapkan sepatah kata langsung duduk didepan meja dua orang tersebut. Sedangkan dua orang yang sedang makan tadi, tampak asyik menikmati makanan seakan sama sekali tak melihat kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2