
"Kakak An Bing, Mengapa engkau selalu menghindari kami dan bersembunyi selama ini bersama kakak Yo Wan ? "
Terdengar suara salah satu dari empat orang baru datang yang berwajah cukup tampan, sedang bertanya kepada dua orang yang duduk didepannya dengan suara sedikit pelan.
Tidak terdengar suara jawaban dari salah satu dua orang yang ditanyakan oleh lelaki tadi. Mereka terlihat sibuk dengan makanan, seolah-olah tidak pernah mendengar seseorang bertanya pada mereka. Keempat orang tersebut terlihat gelisah melihat suasana yang agak canggung itu.
"Kakak An Bing...!"
Kembali terdengar suara menyebut nama An Bing, namun sekarang yang mengeluarkan suara adalah wanita yang ikut bersama mereka.
"Braaaak...! Diam.....! sudah aku katakan, aku bukan lagi merupakan saudara perguruan kalian ! semua sudah selesai, pergilah ! "
Terdengar suara meja dipukul oleh salah satu lelaki yang dipanggil nama An Bing dan mengusir mereka pergi, meninggalkan mereka berdua.
"Tapi ini semua adalah perbuatan kakak seperguruan Liem Bo, kakak harus kembali mencuci bersih nama kakak yang dirusak olehnya " kembali terdengar jawaban dari wanita yang hendak merayu sang kakak untuk kembali keperguruan mereka.
"Sudah terlambat...walaupun aku kembali, Yu Lian ku juga tidak bisa dihidupkan kembali " terdengar jawaban lelaki bernama An Bing dengan suara serak menahan sedih.
Kembali mereka terdiam, suasana canggung dan serba salah terjadi diantara mereka berempat.
"Kakak An Bing, bila engkau ingin pergi bisakah engkau mengajak kami juga ?"
Salah satu lelaki yang memiliki kumis tipis disebelah wanita itu, terdengar bertanya kepada orang yang bernama An Bing.
"Kalian kembalilah keperguruan ! aku walaupun sudah bukan lagi kakak seperguruan kalian, tapi aku akan selalu menganggap kalian saudaraku semua " ucap lelaki yang bernama An Bing terdengar lantang.
__ADS_1
"Baiklah kakak An Bing dan juga kakak Yo Wan, kami memohon pamit ! semoga kita bisa bertemu lagi " ujar mereka yang hendak bangkit meninggalkan mereka berdua.
Baru saja mereka berempat hendak berbalik pergi, mendadak beberapa senjata berbentuk pisau sangat cepat berkelebat menyambar tubuh mereka berempat.
"Traang...traaaang..traang....triiiiiing..ceeep ...aahkk "
Ada beberapa pisau terbang dapat dipatahkan oleh mereka berempat, tetapi sayang sebuah lagi terlempar justru mengenai salah satu dari temannya yang terlambat menghindar.
Ang Bing dan Yo Wan yang melihat kejadian, melesat kedepan kearah asal datangnya pisau terbang tadi. Mereka melihat seorang lelaki berdiri didepan pintu masuk restoran, dengan pakaian serba hitam.
Kembali pandangan Ang Bing menoleh pada empat orang saudara perguruan yang salah satunya terluka terkena pisau terbang, Darah mulai merembes membasahi baju adik perguruannya. Didadanya terlihat hanya gagang dari pisau terbang itu, ujung pisaunya tertanjap sangat dalam di dada lelaki tersebut.
Ketiga temannya terlihat sibuk membantu merebahkannya untuk memberikan pertolongan. Mereka tampak berduka dan memandang marah kepada lelaki yang ada didepan pintu restoran.
"Liem Bo, manusia jahanam ! apa kesalahan mereka padamu.? " tanya An Bing dengan geram melihat adik seperguruannya terluka parah.
"Liem Bo, perbuatanmu semakin sewenang-wenang. Kau lah yang akan menghancurkan perguruan Elang Besi dengan perbuatanmu yang biadab ! " ucap An Bing dengan sengit.
"Diaaaam kau...! "
Disaat berteriak, lelaki yang disebut Liem Bo bergerak sangat cepat menyerang An Bing. Gerakan sewaktu menyerang terlihat menggunakan tenaga dalam sangat besar yang mengarahkan ketempat mematikan ditubuh An Bing.
Hembusan angin pukulannya terasa hingga ditempat Tan Liong berada. An Bing yang melihat serangan Liem Bo, kaget dengan kekuatan yang dikeluarkan lawannya. Seingat dirinya selama ini, Liem Bo memiliki kemampuan hampir sama dengan dirinya.
Aura yang dipancarkan oleh pukulan yang dilepas Liem Bo saat ini sangat berbeda dengan ilmu dari perguruan, lebih mengarah keilmu sesat.
__ADS_1
Sebisanya An Bing mencoba menahan pukulan Liem Bo, dengan sekuat tenaga. Begitu pukulan Liem Bo tiba, terjadi ledakkan yang menghempaskan tubuh An Bing kebelakang. Yo Wan yang ada disamping An Bing mencoba menahan tekanan pukulan Liem Bo ikut terdorong kesamping hingga terduduk.
Dari mulut An Bing terlihat memuntahkan darah cukup banyak. Saat dia hendak berdiri kembali, An Bing memuntahkan darah kembali dan tidak mampu berdiri. Sedangkan Yo Wan yang tidak langsung terkena pukulan Liem Bo, telah berdiri lalu menyerang Liem Bo dengan nekat.
Kembali sebuah tubuh melayang jatuh, memuntahkan darah dari mulutnya. Yo Wan yang tadi menyerang Liem Bo, terkena pukulan, hingga terpental jatuh memuntahkan darah.
Melihat kedua kakak perguruan yang mereka hormati, terluka memuntahkan darah, dua orang dari empat orang yang datang berkuda tadi, melompat menyerang Liem Bo.
"Kalian berempat sudah melanggar aturan perguruan, sekarang berani melawanku, hanya kematian saja yang pantas untuk kalian ! " ucap Liem Bo yang terlihat membuat gerakan-gerakan aneh, sebelum menyerang mereka berdua.
"******...! "
Kedua tangan Liem Bo terpentang kedepan, kembali angin bergemuruh menerpa kedua orang yang hendak menyerangnya. Sedetik lagi nyawa kedua orang itu pasti lepas dari tubuh mereka, namun sebuah kekuatan menahan pukulan Liem Bo, membinasakan mereka berdua.
Liem Bo merasa kuda-kudanya tergempur, melangkah mundur dua tindak. Tenaga tolakan yang menahan pukulannnya terasa berat menyesakkan, membuat darah dalam dadanya terasa bergemuruh. Dia melihat, seorang pemuda memakai pakaian sastrawan, berdiri disamping kedua orang yang hendak dibunuhnya tadi.
"Cukup sudah, engkau membuat kekacauan ditempat ini ! " Tegur pemuda yang bukan lain Tan Liong yang telah menahan pukulan Liem Bo.
Liem Bo memandang pemuda didepannya dengan penasaran, dia sedang berpikir untuk menyerang pemuda yang menghalangi dirinya, tetapi kembali dia berpikir, hanya dengan sebuah tenaga tolakan pemuda itu mampu membuat dadanya sesak, dia merasakan kekuatan pemuda didepannya jauh berada diatasnya.
"Kau siapa ? apa maksudmu mengganggu aku memberi hukuman pada orang seperguruanku ? " tanya Liem Bo berang.
"Aku tidak akan mengurus urusan perguruanmu, tapi engaku membuat keonaran ditempat umum, itu tidak bisa aku terima ! " ujar Tan Liong dengan sabar.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan dipihaknya, Liem Bo kembali berpikir untuk tidak hendak bersikeras membawa sikap ditempat itu.
__ADS_1
"Huuuh..., kali ini kalian kulepaskan, tapi tidak untuk lain hari..." ucap Liem Bo, yang berbalik pergi meninggalkan restoran dalam keadaan sangat penasaran, merasa tidak terima.