
Ruang semedi ketua perguruan, merupakan ruangan khusus yang dibuat untuk seorang ketua perguruan saja. Ruangan khusus ini, tidak memperbolehkan anak murid perguruan, memasukinya tanpa ijin dari ketua perguruan.
Untuk makanan dan segala sesuatu yang diperlukan seorang ketua, disaat sang ketua sedang berada diruang semedi, semua dilayani oleh anak murid perguruan tingkat dasar. Anak murid ini akan melayani ketua perguruan, dari segala keperluan sang ketua butuhkan, tetapi dibatasi hanya boleh menghantar sampai pada pintu, ditempat dua orang penjaga yang dilumpuhkan Tan Liong tadi.
Ruangan semedi ketua perguruan, menyimpan banyak warisan hebat yang dikumpulkan pendahulunya, untuk dipelajari oleh setiap ketua perguruan.
Tan Liong yang memasuki ruang semedi ketua, nampak terhenyak kaget ketika dia melihat kenyataan yang terjadi didepannya sekarang.
Ketua perguruan dihadapannya, tampak rebah dengan tubuh membiru dengan pernapasan yang sangat lemah. Wajah ketua Li Shen, nampak pucat menahan sakit yang mendera.
Tan Liong yang sekali pandang, dapat mengetahui kondisi tubuh ketua Li Shen membiru disebabkan oleh racun. Dengan sedikit menggores ibu jari sendiri dengan belati yang selalu diselipkan dibajunya, dia meneteskan darah ditangannya ke mulut ketua Li Shen.
__ADS_1
Ada delapan kali dia meneteskan darahnya, setelah itu dia membangunkan tubuh ketua Li Shen ke posisi duduk. Tangannya di tempelkan dibelakang punggung ketua Li Shen, untuk segera membantu tetesan darah tadi bekerja menawarkan racun dalam tubuh ketua Li Shen.
Dari tubuh Tan Liong mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat terang, kedua tangannya mengeluarkan uap berwarna kebiruan yang berbau tidak sedap dari tubuh ketua Li Shen. Ketua Li yang duduk didepan Tan Liong perlahan-lahan mulai sadar dari pingsannya.
"Cepatlah konsentrasi, jangan melawan ! supaya pemulihan tubuh dari racun segera dapat diatasi " seru Tan Liong segera, yang mengetahui ketua Li Shen sudah sadar dari pingsannya.
Mendengar suara orang yang menempelkan tangan dibelakang punggungnya, ketua Li Shen tidak mau membantah. Dia biarkan aliran tenaga yang panas memasuki seluruh tubuhnya.
Rasa panas membuat peluh menetes dari tubuh ketua Li Shen tiada mau berhenti. Semakin lama rasa sakit yang dirasa berangsur-angsur hilang dan tubuhnya mulai merasa nyaman dan segar.
"Sekarang racun yang mengendap ditubuh ketua Li sudah bersih, mohon ketua Li untuk semedi memulihkan tenaga terlebih dahulu " ujar Tan Liong yang langsung kembali duduk bersila untuk mengembalikan tenaga yang terkuras setelah dipakai mengobati ketua Li Shen
__ADS_1
Mereka berdua duduk dalam posisi bersila, yang membuat suasana didalam ruang semedi kembali sunyi.
Hanya perlu beberapa waktu, mereka sudah dapat memulihkan tenaga dalam dan kembali menjadi segar seperti semula. Ketua Li Shen yang mendapati pemuda didepannya seperti anak dari dusun, heran dengan kemampuan yang dimiliki pemuda tersebut mengobati tubuhnya yang terkena racun. Pemuda yang perkiraannya berumur belum sampai dua puluhan, telah memiliki tenaga dalam lebih tinggi darinya, malah kalau dirasakan lagi tenaga dalam pemuda didepannya ini sudah sampai tenaga puncak yaitu tenaga dalam tingkat roh dewa yang memerlu pelatihan puluhan tahun.
"Anak muda, bolehkah aku tahu siapakah dirimu ?" tanya ketua Li Shen pada Tan Liong
"Sebelumnya saya mohon maaf kepada ketua perguruan Li, nama saya Tan Liong adapun maksud saya masuk hingga ketempat terlarang perguruan ini adalah saya sedang melakukan penyelidikan terhadap kematian orang tua saya " jawab Tan Liong menjelaskan disertai permohonan maaf kepada ketua Li Shen
"Penyelidikan atas kematian orang tuamu ? maksud saudara Tan Liong ? " tanya ketua Li Shen sedikit bingung
"Begini ketua ......" Tan Liong mulai menceritakan kematian orang tuanya oleh orang yang memakai lambang teratai yang seperti dimiliki perguruan Teratai Hati Suci. Juga Tan Liong menceritakan kecurigaannya dari hasil penyelidikan yang dilakukannya selama, ini mengarah kepada tetua Ryu Shen, serta mayat mirip tetua Ryu shen yang dilihatnya di ruang batu sewaktu dia menguntit tetua Ryu Shen, juga diceritakan Tan Liong semuanya.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Tan Liong sebanyak itu, ketua Li Shen sangat terkejut dibuatnya. Sungguh dia tidak pernah menyangka atau pun curiga bahwa ada kejadian yang sangat gawat telah terjadi, diperguruan yang dia pimpin selama ini.
Sama sekali dia, tidak melihat ada yang berubah dengan segala tingkah laku dari tetua Ryu Shen selama ini. Mungkin yang terlihat tetua Ryu Shen malah sangat akrab dengan dirinya dibandingkan waktu sebelumnya.