
"Sebelum kita berbincang, mohon duduk dulu paman Phang dan saudara ini.......?" ucap pangeran Luan mempersilahkan duduk kepada tabib Phang dan Tan Liong.
"Saya bernama Tan Liong, pangeran bisa memanggil saya Liong ! " ucap Tan Liong cepat.
"Silahkan duduk saudara Liong !" ucap pangeran Luan menimpali, setelah Tan Liong memperkenalkan nama.
"Paman Phang, sebenarnya masalah apakah yang menyebabkan paman sampai mengunjungi kediamanku pagi-pagi sekali ? " tanya pangeran Luan setelah melihat tamunya duduk.
"Begini pangeran ! saya menerima surat dari ketua perguruan yang diantar oleh anak Liong ini. Dia mengutus anak Liong ini untuk melakukan menyelidikan " ucap tabib Phang, bercerita tentang tujuan membawa Tan Liong menghadap pangeran Luan.
Tabib Phang yang sangat percaya dengan pangeran Luan yang juga memang curigai kakak tirinya melakukan banyak perbuatan menyimpang selama ini, lalu menceritakan masalah utusan yang melakukan pengumpulan kitab dengan cara tidak baik didesa Losien.
Pangeran Luan yang selama ini melakukan penyelidikan terhadap kakaknya pangeran Kiang dengan mengutus mata-mata atas perintah putra mahkota, selalu mengalami kegagalan kini merasa senang, ketika mendengar ketua perguruan Lembah Langit sendiri mengutus seseorang untuk menyelidiki pangeran Kiang. Dia percaya utusan yang dikirim pastilah orang yang memiliki kemampuan.
__ADS_1
"Paman Phang ! aku tidak akan pernah keliru menilai sesuatu, apabila itu adalah pilihan paman. Saudara Liong akan aku pilih mewakili kakak putra mahkota untuk menyelidiki kakak pangeran Kiang ! " ujar pangeran Luan dengan percaya diri.
"Terimakasih pangeran ! sekarang saya bisa lega dan berpamit mengundurkan diri kembali kerumah obat untuk bekerja. Untuk anak Liong, segala sesuatu bisa tanyakan langsung pada pangeran " ucap tabib Phang yang berpamit pulang setelah diperkenankan oleh pangeran.
Pangeran Luan mengajak Tan Liong kedalam kediamannya, dimana terdapat ruang latihan yang cukup besar didalamnya. Disana sudah menunggu beberapa orang yang terlihat gagah dan merupakan orang yang menguasai beladiri.
"Nah saudara Liong, disini aku ingin memperkenalkan pada orang-orang yang bekerja padaku. Orang yang berperawakan besar adalah Lo Tian, menguasai ilmu pedang perguruan Wu San bergelar pendekar pedang pembelah langit. Disebelah kiri Lo Tian adalah Kim Nam, merupakan pendekar yang memiliki ilmu pukulan luar biasa yang bisa membuat pukulannya memiliki lapisan Tujuh bintang" pangeran Luan menunjuk telunjuknya kearah lelaki tinggi besar yang sedang duduk bertiga sedang memberi petunjuk melatih pengawal pangeran Luan.
Dikanan Lo Tian adalah adalah pendekar dari perguruan Kun San, dia bernama Wan In merupakan orang yang paling tinggi memiliki kemampuan ilmu beladiri. Dia juga merupakan pendekar yang sudah memiliki tenaga dalam ditahap roh jendral, terkenal dengan teknik penyatuan jiwa pedang " jelas pangeran lagi
"Tujuanku memperkenalkan mereka kepadamu adalah untuk menguji kemampuan saudara Liong, karena nanti aku ingin memberi tugas yang agak berbahaya sehingga apabila saudara Liong lolos, aku tidak merasa khawatir tentang keselamatanmu " jelas pangeran Liong tentang maksud memperkenalkan semua jagoannya yang dibalas anggukkan mengerti dari Tan Liong.
"Mari aku perkenalkan dirimu pada mereka "
__ADS_1
Pangeran Luan mengajak Tan Liong menghampiri jagoannya untuk diuji kemampuan bela diri. Setelah pangeran Luan memberi penjelasan kepada mereka maka dipilihlah pendekar dari perguruan Kun San menguji Tan Liong.
"Saudara Liong, aku akan segera mulai menyerang untuk minta petunjuk " ujar Wan In yang sudah berhadapan dengan Tan Liong untuk diuji sesuai perintah pangeran Luan.
"Silahkan dimulai saudara In ! " ucap Tan Liong dengan santai.
"Jaga seranganku....! "
Tidak nampak kapan bergerak tubuh Wan In, pukulan yang dilepasnya sudah berada disisi Kanan mengarah kearah dada Tan Liong. Deru pukulan Wang terasa berat menghujam yang segera dikelit oleh Tan Liong dengan tenang.
Melihat pukulannya begitu gampang dihindari, Wang In lalu merubah jurus melakukan serangan pukulan berantai kearah setiap sudut untuk mengunci arah menghindar lawannya.
Tan Liong yang merasakan dikurung dan ditekan oleh pukulan lawan, segera berkelebat menggunakan kecepatan gerakan siluman yang dikuasainya. Lepas dari tekanan pukulan tadi, Tan Liong menyerang dari sisi kiri lawan melepaskan pukulan menuju badan kiri Wang In yang tidak terjaga.
__ADS_1
Terkejut dengan gerakan Tan Liong yang tidak dapat dilihat dengan jelas, saat melepaskan diri dari tekanan pukulannya tadi, Wang In semakin terkejut ketika lawannya malah menyerang saat penjagaan tubuh sisi kirinya kosong. Tidak ada celah untuk menghindar dengan terpaksa Wan In mengadu pukulan demi menyelamatkan dirinya dari serangan Tan Liong.