KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.50.Kesembuhan Tan Liong


__ADS_3

Kwee Tong yang ditepuk bahunya, merasakan persahabatan yang belum pernah dia rasakan selama ini. Hidup yang dijalani selama ini, selalu berpedoman pada siapa yang kuat dia yang menguasai. Hingga saat dia melihat ketulusan yang dipancarkan dari seorang yang pernah dia tawan, sangat menyentuh kedalam hati yang paling dalam dari dirinya. Tidak terlihat rasa dendam setelah dia diperlakukan tidak baik sebelumnya.


Tanpa sadar kakinya berlutut dihadapan paman Yan Guan, dengan perasaan penuh haru yang sangat dalam, dia meneteskan air mata karena telah dibuka mata hati dan pikirannya.


"Aku....aku merasa tidak pantas menerima pujian itu,.....ini hanyalah suatu hal kecil yang bisa aku perbuat, demi ketulusan paman yang telah membukakan kesadaraanku dari kesesatan selama ini ! " ucap Kwee Tong terbata-bata


"Bangunlah saudara Tong..! kehidupan itu tidak selamanya terlihat buruk, tergantung kita menilai dan mau menjaga teguh prinsip yang kita jalani dalam kebenaran " ujarnya menasehati


"Terima kasih"


"Mari kita coba obat daun sirih perak ini, semoga dia segera bisa disembuhkan !" seru paman Yan Guan, mencoba mengalihkan suasana


Mereka berdua nampak sibuk meracik obat, untuk diminumkan ke pada Tan Liong. Setengah jam kemudian obat yang dibuat untuk Tan Long sudah jadi. Dasar dari obat adalah daun sirih perak yang dibawa Kwee Tong digabung dengan ginseng dan rempah-rempah obat lainnya yang dibawa Yan Guan.


Obat yang dibuat, segera diminumkan kepada Tan Liong, setelah dipanaskan terlebih dahulu. Sambil menunggu hasil obat bereaksi, mereka duduk-duduk sambil mengobrol.

__ADS_1


Yan Guan yang baru datang ikut bergabung menunggu hasil dari obat yang diberikan pamannya.


Senja mulai menapak malam, cahaya bintang mulai menggantikan cahaya mentari. Ketiga lelaki yang menunggu reaksi obat demi kesembuhan Tan Liong, nampak mulai gelisah.


"Bagaiman ini paman? "


Terdengar suara Yan Guan memecahkan kesunyian mereka


"Mmm...seharusnya obat ini sudah memberi hasil, setidaknya tubuhnya sudah bisa dia gerakan saat ini !" suara pamannya membalas pertanyaan Yan Guan


"Dia memang sudah siuman ! malah sempat meminta minum ketiak dia sadar, tetapi tubuh luarnya masih mengalami cedera, makanya obat yang kuberikan bertujuan memperbaiki jaringan ototnya yang rusak agar bisa pulih kembali !" ucap pamannya menerangkan


"Bagaimana menurut saudara Kwee Tong, bilakah saudara Liong akan sembuh seperti.semula?" tanya Yan Guan menatap lelaki itu


"Sekiranya tiada kendala, daun sirih perak sangat manjur untuk memulihkan cedera luar dan dalam, walaupun tingkatan daun ini tidak sehebat daun lidah salju, tetapi khasiatnya masih lebih baik dari daun obat umumnya !" jelas Kwee Tong

__ADS_1


Didalam kamar pembaringan, Tan Liong yang sudah sadar dari tadi dan sempat diberi minum oleh paman Yan Guan, merasakan aliran energi terus berputar ditan-tian. Energi ini dia rasakan setelah mulutnya dilolohi obat tadi, saat obat bereaksi inilah dirasa energi sangat besar mengalir dan berkumpul dengan energi pedang naga serta energi napas naga yang dimilikinya.


Ketiga energi ini saling tarik menarik didalam tan-tiannya. Tan liong tengah berkutat menyatukan ketiga energi ini yang membuat penyembuhan ditubuh menjadi sedikit terlambat.


Semakin lama dia mulai bisa mengontrol ketiga energi tersebut sedikit demi sedikit, sampai akhirnya ketiganya menyatu dalam aliran napasnya.


Kekuatan energi yang dia rasakan sangat luar biasa memenuhi seluruh tubuh, yang membuat dia mulai bisa menyalurkan ketempat yang sakit dijaringan otot tubuh luarnya.


Pekerjaan pemulihan yang Tan Liong lakukan tidak memakan waktu yang lama, setelah hampir tengah malam, tubuhnya dirasa sudah mulai segar dan pulih seperti sediakala.


Saat Tan Liong hendak bangun, dia mendengar seruan haru dan bahagia, mendapati ketiga orang yang menunggu selama dia masih sakit masih ada didekatnya.


"Anak Liong istirahat saja dulu, janganlah tergesa-gesa bangun !" suara lembut dari paman Yan Guan terdengar menasehati


Saudara Liong sudah sehat kembali ! puji syukur pada yang Kuasa." ucap kwee Tong dan Yan Guan hampir berbarengan.

__ADS_1


Tan Liong melihat lihat Kwee Tong yang dulu sempat jadi tawanannya tersenyum senang melihat dia sudah sehat begitu juga Yan Guan tidak bisa menutupi rasa leganya melihat dia sudah pulih kembali.


__ADS_2